Membership
Lupa password?
Umum

Penyebab Kaki Pegal dan Sakit
Selasa, 31 Juli 2012
Pijat kaki

Ilustrasi

Tanpa disadari, Anda melakukan hal-hal yang menyiksa kaki. Dan, hal ini berulang setiap hari dan mengganggu rutinitas. Yuk, cari tahu penyebab kaki pegal dan sakit.

· Berapa tinggi hak Anda? Hak sepatu setinggi 5 sentimeter atau high heels adalah salah satu penyebab masalah pada lutut, telapak dan pergelangan kaki. Sebuah studi menunjukkan, perempuan yang menggunakan sepatu setinggi lebih dari 5 cm selama 40 jam seminggu dalam 2 tahun dapat memperpendek otot betis dan memperpendek langkah berpotensi permanen sehingga meningkatkan risiko cidera.

· Sembilan dari 10 kasus deformitas kaki umum terjadi pada wanita. Pemicu utama nya adalah ujung sepatu yang terlalu ketat, maupun sepatu yang sempit dimana 88% wanita kerap memakainya. Penyebab lain: genetik, arthritis, dan kaki datar.

· Nyeri telapak kaki adalah hal yang paling kerap dikeluhkan seputar kaki. Nyeri tumit biasanya disebabkan oleh plantar fasciitis atau jaringan meradang di bagian bawah kaki. Sekitar 90% kasus sembuh sendiri dalam dua bulan beristirahat, kompres es, dan peregangan. Sisanya memerlukan obat pereda nyeri non steroid, dan pada kasus-kasis sulit juga dapat memerlukan suntikan kortison seperti pada kasus penyakit kronis dan robekan pada kaki.

· Kaki yang mendapatkan perlakuan buruk juga dapat menjadi berpenampilan tak cantik, misal,kuku menghitam. Penyebab kuku mengitam diantaranya, menapak pada permukaan keras langsung, maupun menggunakan sepatu yang terlalu kecil dan sempit. Ini akan menyebabkan trauma dan pendarahan di bawah kuku.

· Mengenakan sepatu berhak tinggi dan sepatu dengan kepala yang sempit meningkatkan risiko wanita terkena Morton’s Neuroma atau tumor syaraf jinak.

· Berdiri terlalu lama dari waktu ke waktu juga dapat menyebabkan seseorang merasa pegal dan nyeri kaki. Beberapa orang dengan kaki datar akan lebih sering mengalami pegal setelah berdiri diam dalam waktu singkat sekalipun. Demikian pula setelah bermain olah raga.

Laili / dari berbagai sumber


blog comments powered by Disqus