Membership
Lupa password?
Umum

Kenali Kanker Lidah!
Jumat, 01 Februari 2013
asiancancer

asiancancer

Masih ingatkah Anda dengan kisah aktris cantik Cecilia Putty Vickend yang meninggal karena kanker lidah? Sebenarnya, apa itu kanker lidah dan seperti apa gejalanya? Kanker lidah adalah jenis kanker yang terjadi di dalam rongga mulut, termasuk di bagian lidah. Penyakit ini biasanya menyerang bagian pinggir lidah, belakang lidah, dan pangkal lidah.

Di Indonesia, penyakit ini tergolong langka karenanya sosialisasi mengenai hal ini sangat minim dan masyarakat pun menjadi awam. Sehingga, mereka pun tidak mengenali gejalanya.
Penyebab

Yang paling berisiko tinggi menderita kanker lidah adalah pria yang memiliki kebiasaan merokok. Namun, kemungkinannya pada wanita juga ada. Hingga kini belum ada penelitian yang dapat memastikan apa penyebab kanker lidah. Tapi para ahli medis meyakinkan, luka, infeksi, paparan sinar ultraviolet, zat radioaktif, serta melemahnya data tahan tubuh sebagai pemicu terjadinya kanker lidah.

Gejala \

Gejalanya tidak jauh dari sariawan. Biasanya di sekitar sariawan, luka terasa lebih lunak, tapi pada kanker lukanya mengeras saat diraba. Rasa sakitnya pun menjalar hingga ke leher dan telinga. Lidah terasa kaku dan sakit saat menelan.

Gejala lainnya yang juga harus diwaspadai adalah munculnya bercak merah atau putih di lidah pada waktu lama. Sariawan, radang tenggorokan, serta radang di lidah dalam waktu lama. Nyeri saat mengunyah dan menelan makanan. Mulut terasa mati rasa dan pendarahan di lidah tanpa sebab.

Pengobatan

Pengobatan radioterapi dan kemoterapi biasanya diberikan kepada penderita kanker. Ini dilakukan untuk mengurangi perluasan radang. Jika kanker sudah menjalar dan mencapai stadium akut, kombinasi operasi dan radioaktif bisa jadi dilakukan.

Di dunia, peningkatan penderita kanker lidah cukup signifikan. "Tahun ini (2012, Red.) saja, kenaikannya sampai 10 persen. Selain rokok, kanker lidah juga bisa disebabkan karena gaya hidup metropolis, seperti mengkonsumsi alkohol dan seks bebas," terang dokter spesialis bedah RSCM Erwin Daniel Wilian.

Ester Sondang/Berbagai sumber


blog comments powered by Disqus