Membership
Lupa password?
Umum

Antiseptik, Sang Pembunuh Kuman (1)
Jumat, 11 Mei 2012
Antiseptik

Foto: Eng Naftali/Nova

Kebiasaan mencuci tangan sehabis beraktivitas akan menjauhkan keluarga dari penyakit.

Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Rasanya, tak ada waktu terbuang tanpa bermain, di luar maupun di dalam ruang. Mereka tak sadar, arena tempat mereka bermain, di luar rumah khususnya, penuh dengan kuman. Mereka juga melakukan kontak dengan anak lain atau lingkungan (tanah, lingkungan yang kotor dan becek, misalnya). Dan, yang kerap terjadi, mereka lupa membersihkan tangan dan tubuh mereka usai bermain di luar rumah.

Tak cuma di luar rumah, di dalam rumah pun kuman bertebaran. Ya, kuman, bakteri, dan virus memang ada di mana-mana. Tak cuma di tempat-tempat yang terlihat kotor, namun juga tempat-tempat yang terlihat bersih sekalipun. Which Organization, sebuah organisasi perlindungan konsumen di Arizona, melansir hasil penelitian bahwa pada 1 dari 5 keyboard  komputer terdapat lebih banyak kuman dan bakteri daripada di dudukan toilet. Di sekolah, alat-alat tulis disebutkan sebagai tempat utama keberadaan kuman.

Sementara di rumah, remote  televisi sama kotornya dengan spons cuci piring yang bahkan disebut lebih pe­nuh mikroba dibanding kloset.
“Ku­man, bakteri, dan virus tersebut dapat berpindah dengan menempel pada tangan dan masuk lewat hidung atau mulut,” terang Dr. Hanny Nilasari, Sp.KK . Contohnya anak-anak, yang biasanya hobi menggosok-gosok, mengorek-ngorek, atau mengusap-usap hidung. Kebiasaan ini bisa membuat mereka terpapar kuman, bakteri, serta virus yang akhirnya masuk ke tubuh dan menimbulkan berbagai penyakit, dari diare hingga infeksi otak. Apalagi jika anak-anak terluka saat bermain. Luka yang terbuka akan sangat rentan terhadap terpaan kuman, bakteri, dan virus.

Air dan Sabun

Berapa kali, sih, sebaiknya kita mencuci tangan dalam sehari? Hanny menegaskan, tidak ada patokan khusus tentang berapa kali seseorang harus mencuci tangannya menggunakan antiseptik dalam sehari. “Yang penting, kalau habis beraktivitas di luar rumah, anak-anak habis bermain di luar, habis memegang sesuatu atau benda kotor, dan sebagainya. Jadi, seperlunya saja,” ujar Hanny.

Salah satu cara untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh adalah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik. Dan, sebelum maraknya penggunaan antiseptik, manusia mencuci tangan dengan air yang hanya membersihkan tangan. Periode berikutnya,  muncul sabun pencuci tangan. Ada pula sabun yang mengandung antiseptik, di mana komposisinya dibuat sedemikian rupa untuk melindungi tubuh dari kuman. Kecuali sabun bayi, yang tidak memiliki kandungan antiseptik dan hanya berfungsi membersihkan tapi tidak membunuh kuman.

Kemudian, disusul antiseptik yang muncul dengan komposisi bermacam-macam. Antiseptik sendiri adalah suatu agen kimia yang bisa mencegah, memperlambat, atau menghentikan pertumbuhan kuman pada permukaan luar tubuh dan membantu mencegah infeksi. “Antiseptik adalah segala bahan kimia yang dioleskan dan bertujuan menghilangkan atau mematikan bakteri,” lanjut dermatologist  dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FKUI RSCM ini. Zaman sekarang, antiseptik juga dikemas dalam kemasan kompak yang bisa dibawa bepergian. Ini lebih memudahkan ketika menjalani perjalanan jarak jauh, misalnya, di mana air bersih yang mengalir sulit ditemukan.

Ragam Antiseptik

Jenis antiseptik sungguh bervariasi. Ada yang mampu membunuh kuman (bakterisid), ada juga antiseptik yang hanya mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik). “Jadi, kuman tidak mati seluruhnya, hanya setengah hidup,” lanjut Hanny saat peluncuran sebuah produk antiseptik, beberapa waktu lalu.

Antiseptik terutama digunakan untuk mencegah atau mengobati infeksi pada luka. Akan tetapi saat ini, antiseptik juga bisa digunakan untuk mengobati luka memar, luka iris, maupun luka lecet. “Namun, penggunaan antiseptik pada luka sebaiknya tetap diikuti tindakan lain, seperti pembersihan luka dan penutupan luka dengan pembalut supaya tidak terjadi infeksi,” tegas Hanny.

Antiseptik juga bisa digunakan antara lain sebagai pengganti atau penyempurna pembasuhan tangan, seperti yang disinggung sebelumnya. Setelah kedua tangan atau telapak tangan dibasuh dengan air, telapak tangan kemudian disemprot dengan cairan antiseptik. Ada juga jenis antiseptik yang dipakai sebagai obat kumur untuk mencegah dan mengobati infeksi mulut dan tenggorokan. Selain itu, tersedia juga antiseptik untuk membersihkan vagina. Tentu saja antiseptik jenis ini menggunakan konsentrasi yang berbeda.

Hasto Prianggoro / bersambung

Views : 1584

blog comments powered by Disqus