Membership
Lupa password?
Umum

7 Jenis Sosiopat
Selasa, 14 Mei 2013
image

Ilustrasi

Gangguan kepribadian sosiopat atau yang dikenal sebagai gangguan kepribadian antisosial, ditandai sebagai ketidakmampuan atau ketidakpedulian akan perilaku benar atau salah dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi orang lain. 

Gejalanya bisa termasuk berbohong, kekerasan, kurangnya penyesalan, agitasi, dan etos kerja yang buruk. 

Sosiopat memiliki beberapa jenis.  Beberapa di antaranya, sosiopat umum, terasing, agresif, dan juga dysocial. Untuk mengenalinya, yuk cari tahu lebih banyak tentang gangguan kepribadian sosial ini.

Sosiopat Umum (Common Sociopath)

Sosiopat umum merupakan jenis gangguan kepribadian sosial yang paling sering terjadi.Penderitanya secara sadar menggunakan kemampuan mempengaruhi orang lain. Umumnya, mereka puas dengan kehidupan mereka dan melalaikan tanggung jawab atas tindakan mereka.

Sosiopat Terasing (Alienated Type)

Sosiopat terasing memiliki masalah berempati pada orang lain. Mereka tidak dapat merasakan keintiman emosional atau hubungan dengan orang lain di dunia. 

Beberapa penyebab mungkin warisan melalui genetika atau lingkungan yang tidak menampilkan rasa kasih dan cinta. Banyak dari mereka yang melalukan kekerasan dan kriminal. 

Selain manusia, kadang mereka menunjukkan perasaan dinginnya terhadap hewan peliharaan atau benda.

Gejala umum dari jenis ini adalah manipulasi, tidak bertanggung jawab, penolakan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma sosial, dan seksualitas berlebihan.

Kelompok ini lebih lanjut dibagi lagi menjadi beberapa tipe, yaitu anti-afiliasi, seteru, anti-empati, dan penipu.

Anti-Afilisasi (Disaffiliated Type)

Ketidakmampuan untuk terhubung ke orang lain dalam setiap aspek kehidupan. Semua hubungan kurang intim. David Thoreson Lykken, penulis The Antisocial Personality berpendapat, jenis sosiopat ini dilatarbelakangi kurangnya kasih sayang dari pengasuh.

Seteru (Hostile Type)

Orang yang memiliki tipe sosiopat ini secara konsisten suka marah, sering melakukan kekerasan dan sangat agresif. 

Mereka melakukan ini untuk mencegah diri dari perasaan sedih dan tertekan, sehingga mengandalkan kemarahan sebagai semacam mekanisme bertahan hidup.

Anti-Empati (Disemphatic Type)

Tipe disempathetic mampu merasakan hubungan emosional kepada sekelompok terbatas orang. Kelompok ini mungkin termasuk teman-teman, hewan peliharaan, atau anggota keluarga. Sosiopat menganggap orang di luar kelompok sebagai obyek kejahatan.

Jenis sosiopat ini merasa dirugikan oleh keadaan yang tak terkendali dalam kehidupannya. Mereka mungkin merasa ditipu oleh cacat fisik atau apa yang mereka anggap tidak menarik. Mereka menolak mengikuti aturan yang ditetapkan masyarakat karena merasa seperti mereka telah ditipu dan dikeluarkan dari kehidupan yang baik.

Sosiopat agresif menggunakan kekerasan, intimidasi, dan perilaku mendominasi untuk mendapatkan jalan. Mereka memiliki kontrol terhadap para korban dan berkuasa melalui kekerasan yang dilakukan. Ini menjadi kepuasan tersendiri bagi mereka.

Antisosial (Dysocial Type)

Sosiopat dysocial normal secara psikologis, namun dirinya juga sejalan dengan norma-norma sosial dan kekerasan dalam sebuah kelompok.

Kelompok milisi, kejahatan terorganisir, dan prajurit gerilya adalah bagian dari grup ini. Merekamemiliki lingkaran teman atau rekan konspirator mengenai siapa-siapa orang yang merekakasihi. Dan tentu saja, di luar dari itu, mereka tidak memedulikan yang lainnya.

Ester Sondang/eHow

Views : 1334

blog comments powered by Disqus