Rabu, 10 November 2010
Selaput Dara Robek
Saya (27 tahun) dan akan menikah. Sebetulnya saya mengkhawatirkan kejadian yang pernah saya alami sewaktu saya kelas satu SMP dulu di saat liburan sekolah. Waktu itu saya pernah terjatuh dari boncengan sepeda. Tubuh saya lecet-lecet dan dari kemaluan saya keluar bercak darah. Seingat saya karena besi boncengan sebagai penyebabnya, tapi entah karena terkait atau karena tersodok ujung besi tersebut (saya duduk berdua di boncengan dan saya paling ujung dekat yang membonceng).
Melihat bercak darah, saya khawatir. Saat itu saya sedang menginap di rumah Bude, lalu ia memberikan obat semacam salep yang dioleskannya ke dalam kemaluan saya. Tapi saya tak tahu obat apa itu. Setelah kejadian itu selama satu minggu setiap kali pipis saya merasa perih dan sakit. Tapi saya tak pernah ke dokter. Lama-lama rasa sakit itu hilang dengan sendirinya. Dan alhamdulillah selama ini tak ada keluhan yang saya rasakan.
Setelah kini mau menikah saya kembali teringat, apakah kejadian dulu itu berkaitan dengan selaput dara saya, dalam arti selaput dara robek? Jika iya, apakah setelah sekian lama itu selaput dara akan utuh kembali? Lalu, apakah kejadian yang saya alami tersebut akan berpengaruh pada hubungan
sanggama nantinya, misalnya, akan terasa sakit atau berdarah/tidak dan sebagainya? Apakah bila terjadi kerusakan pada selaput dara akan berbahaya? Tolong kiranya dokter memberi penjelasan mengenai selaput dara ini. Terima kasih sebelumnya.
Deane - Bogor
Selaput dara adalah suatu selaput tipis yang terletak di belakang lubang vagina (introitus vagina). Selaput tersebut umumnya akan robek pada saat terjadi hubungan badan (sanggama) atau bila mengalami cedera di daerah kemaluan, misalnya, robekan di daerah kerampang (perineum) yang meluas ke arah vagina. Sekali selaput dara robek, maka dalam proses penyembuhannya akan meninggalkan bekas robekan yang akan terlihat oleh mata seorang ahli.
Hubungan badan yang akan Anda lakukan pada malam pengantin dapat mengakibatkan timbulnya sedikit perdarahan atau bisa juga tidak menimbulkan perdarahan. Hal terpenting yang perlu Anda lakukan adalah menceritakan secara jujur peristiwa masa kecil yang pernah Anda alami kepada calon suami.
Timbulnya perdarahan pada malam pertama dapat pula dipengaruhi ketebalan, jenis, dan elastisitas selaput dara, serta cara melakukan sanggama. Selaput dara yang tebal, elastis, dan berongga besar bisa saja tetap utuh meskipun telah sering melakukan sanggama. Jika Anda masih ragu, silakan berkonsultasi dengan dokter kandungan di Bogor.

