Membership
Lupa password?
Konsultasi Kesehatan

Salah Satu Indung Telur Lebih Kecil
Jumat, 29 April 2011

Saya  (27), seorang ibu rumah tangga yang sudah 3 tahun menikah tapi belum juga dikaruniai momongan. Setelah setahun berkeluarga, saya periksa ke dokter spesialis kandungan. Setelah dites HSG dan USG katanya ada radang/infeksi pada saluran rahim hingga mengakibatkan keputihan. Oleh dokter saya diberi obat untuk memerangi keputihan tersebut sekaligus obat penyubur. Kata dokter, salah satu indung telur saya lebih kecil dibanding indung telur satunya lagi. Tahun kedua saya memang hamil tapi baru umur 2,5 bulan mengalami keguguran hingga harus dikuret. Sampai saat ini saya belum hamil lagi.

Yang ingin saya tanyakan, apakah kecilnya salah satu indung telur merupakan kelainan yang menjadi penyebab saya susah dapat momongan? Apakah keputihan dapat menghambat terjadinya kehamilan? Menurut dokter, apa penyebab saya belum hamil-hamil juga hingga saat ini dan bisakah saya hamil lagi? Terima kasih banyak telah menjawab pertanyaan saya.

Yani - Yogyakarta

Masalah kemandulan banyak penyebabnya, bisa terjadi pada istri, suami atau secara bersamaan pada keduanya. Pemeriksaan dasar untuk mencari penyebab kenapa Ibu susah hamil tampaknya belum dilakukan. Di Yogyakarta Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan di klinik infertilitas RSUP Dr. Sardjito. Beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan misalnya laboratorium rutin (darah dan urin), analisa sperma dan kondisi alat kelamin suami, Pap's smear, biakan kuman dari vagina, periksa dalam, USG vaginal, HSG untuk melihat saluran telur dan rongga rahim, serta pemerikasaan hormon (FSH, LH, PRL, E2, dan P4) untuk menilai kesuburan.

Ukuran indung telur normal kira-kira sebesar ibu jari tangan orang dewasa (4x3x3 cm) berisi folikel dalam berbagai ukuran dan dapat dilihat dengan mudah melalui USG vaginal. Berapa ukuran indung telur Ibu yang dikatakan kecil tersebut? Ukuran indung telur dapat abnormal bila ada kelainan bawaan, pascaoperasi, atau terjadi kerusakan indung telur akibat penyakit. Bila kondisi Ibu dan suami sudah normal dan memang ditemukan gangguan perkembangan sel telur, baru dapat diberikan obat penyubur.

Bagaimana dengan hasil pemeriksaan jaringan kehamilan yang dikuret? Apakah ada tanda-tanda trombosis atau kelainan lain sebagai penyebab keguguran tersebut? Apakah juga sewaktu USG sudah ditemukan gambaran janin atau kantung kehamilan tanpa janin (blighted ovum) ? Semua data tersebut penting untuk persiapan kehamilan mendatang. Selamat berkonsultasi dan terima kasih atas pertanyaannya.

Views : 3465

blog comments powered by Disqus