Senin, 4 Januari 2010
Problema Anak Asma
Dokter yang terhormat,
Putra pertama saya berusia 10 tahun. Berat badannya 25 kg dan tingginya 120 cm. Berobat Ke DSA dan sampai sekarang masih kontrol. Setiap hari anak saya minum obat asma karena setipa selalu kambuh dantidak tahan minum es, debu, kedinginan. Juga kalau saya memarahinya, langsung jadi. Kalau telat obat, mula-mula bersin, kemudian napasnya sesak berbunyi.
Betapa menderitanya putra saya, Pak Dokter! Tetapi bila sedang normal, tampak seperti anak sehat. Obat yang saya berikan Bricasma, Prednison, dan Antibiotik. Pernah juga oleh dokter diberi Zaditen, hanya bertahan 3 bulan karena harganya tidak terjangka. O ya, Dokter faktor keturunan juga ada.
Apakah diberi obat secara rutin ada efek sampingnya? Bagaimana kalau memakai obat yang diisap? Bagaimana cara penyembuhannya? Mohon jawaban Dokter dan terima kasih.
Ny. Sri Mulyatin – Purwadadi
Idealnya obat pencegah untuk asma yang ringan (selain menghindari pencetusnya) adalah dengan menggunakan inhaler, yakni obat yang dikemas dalam bentuk semrotan dan diisap bersama udara napas. Harganya memang relatif mahal. Tapi efek sampingnya nyaris amat sedikit (dibanding yang obat telan). Penggunaannya memang perlu sedikit latihan. Untuk berat juga ditambahkan obat-obat lain seperti Zaditen yang cukup mahal itu. Obat-obatan ini memang harus diminum secara rutin, terlebih bila serangannya cukup kerap. Untuk obat telan, terlebih bila serangannya cukup berat. Untuk obat telan, khususnya Prednison, bila dimakan dalam jangka waktu lama, sayang sekali akan banyak efek sampingnya. Dan salah satunya adalah berhentinya pertumbuhan tulang. Makanya, saya agak khawatir, kekurangan tinggi badan anak ibu ada hubungannya dengan pemakaian obat tadi.

