Senin, 18 Januari 2010
Pembentukan Sperma Terganggu
Dokter Anita yang baik,
Saya wanita 27 tahun, bekerja di sebuah perusahaan swasta dengan jabatan yang cukup baik. Saya telah menikah selama 3 tahun, tapi hingga saat ini belum dikaruniai anak. Setahun setelah pernikahan, saya dan suami pergi ke dokter kandungan. Dokter menyarankan agar sperma suami diperiksa lebih dahulu ke laboratorium.
Di laboratorium, sperma suami diperiksa, dan hasilnya kami bawa kembali ke dokter tersebut. Sungguh saya tidak menyangka, Bu, karena dokter menganjurkan agar kami mengadopsi anak saja. ternyata, hasil diagnosa sprematologinya adalah oligoasthenozoosperma. Yang ingin saya tanyakan:
1. Apa arti dari oligoasthenozoosperma, soalnya dokter tidak memberitahu secara jelas kepada kami arti yang sebenarnya.
2. Apakah memang dari segi medis, suami saya tidak mungkin lagi punya keturunan, Dok? (Maaf Dok, saya masih pecaya adanya mukjizat Tuhan).
3. Apa yang sebaiknya kami lakukan, mengingat kami juga pernah dirujuk oleh dokter tersebut ke dokter spesialis urologi dan disarankan agar suami dioperasi. Tapi pihak keluarga suami tidak setuju operasi, sehingga sampai sekarang operasi tidak
dilaksanakan.
4. Selama ini suami diberi obat Tribestan, Surbex Z dan Q-ten, tapi belum ada hasil. Obat apa yang harus diminum suami?
5. Dulu suami perokok, Dok. Keluarga suami memang cenderung susah punya anak. Apakah ini dapat merupakan faktor keturunan?
Maaf kalau pertanyaan saya terlalu banyak. Itu karena luapan perasaan saya yang tidak menentu. Di satu sisi, saya berasal dari suku yang begitu mengagungkan anak dalam sebuah rumah tangga. Apalagi keluarga suami, mereka tidak mau tahu sebabnya kami belum punya anak. Malah saya mendengar mereka akan menjodohkan suami dengan wanita lain supaya bisa punya anak. Aduh Dok, saya nggak habis pikir kenapa ada orang seperti itu?
Dokter tolong surat saya ini dibalas ya? Terima kasih.
Jojor I.L., S.H. Medan
Ibu J di Medan
,
Arti oligoasthenozoosprema adalah secara kualitas dan kuantitas sperma tersebut kurang dari normal. Untuk kasus Ibu, sebaiknya ditinjau dulu penyebab dari gangguan pembentukan sperma. Kelainan tersebut dapat berasal dari beberapa faktor, antara lain faktor genetik (keturunan), hormonal, trauma, atau infeksi.
Mengingat berbagai faktor penyebab tersebut, sebaiknya suami memeriksakan diri dan berobat secara rutin ke dokter spesialis andrologi. Suami Anda akan diperiksa melalui beberapa tahapan dan akan mendapat tindakan dan terapi (obat) sesuai diagnosa dokter.
Obat-obatan yang dimaksud tersebut termasuk obat yang mengandung vitamin dan mineral, dan sudah cukup digunakan untuk menunjang stamina suami. Mengenai rokok, memang dapat menganggu kesuburan. Sekian jawaban saya, semoga bisa mengurangi kekalutan yang Ibu alami. Salam.
***

