Membership
Lupa password?
Konsultasi Kesehatan

Haruskah Gigi Dicabut Atau Ditambal Di Saat Hamil?
Selasa, 14 April 2009
Haruskah Gigi Dicabut Atau Ditambal Di Saat Hamil?

Ilustrasi: Aries Tanjung/Nova

Gigi saya berlubang Dok, tapi selama ini memang tidak pernah sakit. Apakah aman-aman saja bila saya menambal atau bahkan mencabut gigi saya di saat sedang hamil?

Apakah proses menambalan dan pencabutan gigi akan berpengaruh kepada kandungan/ janin saya? Sebaliknya, jika gigi saya yang berlubang ini dibiarkan saja, dan baru saya tambal atau dicabut setelah saya melahirkan, apakah tidak akan berdampak kepada janin saya, Dok? Mohon jawabannya, terima kasih.

Ny. Melani di Yogyakarta,

Masalah gigi memang sering membingungkan kita. Barangnya kecil dan tersembunyi, tetapi begitu ada gangguan, akibatnya membuat sakit kepala. Gigi secara anatomi, letaknya jauh dari kandungan. Seperti yang telah saya katakan, bila timbul gangguan, maka akibatnya bisa fatal.

Gigi yang bermasalah pada wanita hamil adalah gigi yang tidak utuh dan gigi yang berlubang, yang dapat merangsang syaraf di daerah tersebut, menimbulkan rasa nyeri, serta bengkak di daerah gusi.

Masalah yang timbul bila dari gigi tersebut timbul infeksi yaitu dapat mengakibatkan kontraksi. Bila terjadi kontraksi, maka wanita hamil akan merasa tegang perutnya. Bila terjadi pada kehamilan trimester pertama, di mana belum ada plasenta yang berfungsi baik, maka kontraksi tersebut akan menimbulkan keguguran. Sedangkan untuk kehamilan yang lebih besar, maka kontraksi akan merangsang timbulnya perdarahan.

Untuk memperbaiki masalah di atas, maka sebaiknya bila kehamilan ini berencana, penambalan dan pencabutan dilakukan saat sebelum kehamilan terjadi. Bila kehamilan ini tidak direncanakan, ternyata ada gigi yang bermasalah, maka gigi berlubang tersebut harus segera diperbaiki. Mengenai tindakan dicabut atau ditambal, tergantung pada kerusakan yang ada.

Bila masih bisa dipertahankan, maka anjurannya adalah gigi tersebut ditambal. Masalah penambalan gigi ini yang harus hati hati, jangan memakai bahan amalgam atau menggunakan laser. Biasanya, dokter gigi mengetahui hal ini.

Sedangkan bila sudah tidak dapat dipertahankan lagi atau kerusakan gigi sudah demikian lanjut, maka tidak apa di cabut, disertai dengan pemberian antibiotika yang aman untuk mencegah infeksi, perawatan rongga mulut yang baik, makanan yang tidak berserat, dan bisa ditambahkan obat antinyeri dan antikontraksi.

Perawatan setelah pencabutan memang akan memakan waktu agak lama. Tetapi hal ini akan lebih baik daripada membiarkan gigi berlubang tadi yang dapat merangsang infeksi berkelanjutan.

Asuhan: Dr.Arju Anita, Sp.OG
Ilustrasi: Aries Tanjung/Nova


blog comments powered by Disqus