Membership
Lupa password?
Konsultasi Kesehatan

Harus Sesar Karena Steril
Jumat, 26 November 2010

Saya (31), ibu dari 2 anak (6 dan 4 tahun). Saat ini sedang mengandung sekitar 2 bulan. Kedua anak saya dilahirkan dengan jalan sesar di kota Denpasar. Sekarang saya tinggal di Manado. Dokter kandungan saya menganjurkan persalinan sesar untuk anak ke-3 ini. Saya pun dianjurkan untuk dioperasi steril karena kalau ada persalinan anak ke-4, saya harus disesar juga.

Yang menjadi pertanyaan saya, apakah bila sudah dua kali sesar, otomatis kelahiran ketiga harus sesar? Apakah mungkin bisa normal, lalu apa risikonya? Adakah pilihan metode untuk steril, apa keuntungan dan kerugiannya? Adakah dampak steril terhadap risiko osteoporosis dan adakah solusinya? Apakah di Manado metode steril sudah dapat dikerjakan? Saya harapkan sekali jawabannya. Sekian dan terima kasih.

Rin ­- Manado

Standar pelayanan medik di Indonesia menganjurkan untuk dilakukan operasi sesar kembali disertai steril pada pasien bekas operasi sesar dua kali kecuali ada alasan sangat kuat untuk tidak melakukannya, misalnya belum memiliki anak hidup. Hal ini berkaitan dengan ketidakmampuan RS di Indonesia untuk menyediakan dokter kebidanan, anestesi, dan anak 24 jam penuh mengawasi pasien-pasien seperti ibu, apalagi bila ada kegawatan, bayi harus lahir dalam 30 menit serta adanya bahaya rahim robek saat persalinan.

Tindakan steril adalah pemotongan saluran telur sepanjang kira-kira satu sentimeter, dan hal ini dapat dilakukan di Manado. Tindakan ini bukan membuang indung telur sehingga tidak mengakibatkan menopause dini dan risiko osteoporosis. Kalau Ibu ingin steril harus benar-benar mengerti dan ikhlas serta mendapat izin dari suami dan jumlah anak cukup. Bila ragu-ragu, jangan menjalani tindakan sterilisasi tersebut. Keuntungannya, ibu tidak lagi berisiko memiliki anak. Kerugiannya, tindakan ini tidak 100% menjamin pasti tidak hamil, karena bisa saja saluran telur tersebut tersambung kembali secara alamiah. Kerugian lainnya adalah dampak psikologis akibat ketidaksiapan menjalani sterilisasi, misalnya merasa telah dikebiri. Terima kasih atas pertanyaannya.


blog comments powered by Disqus