Membership
Lupa password?
Konsultasi Kesehatan

Bingung Imunisasi Hib
Jumat, 07 Agustus 2009
imunisasi ilustrasi

Ilustrasi: Aries Tanjung/NOVA

Dokter Waldi yang baik,
Anak saya (sudah mau 3 tahun) sudah mendapat imunisasi Hib yang ke tiga, sesuai dengan buku jadwal imunisasinya. Tapi saya pernah baca di sebuah situs, menurut keterangan terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi Hib ini sebaiknya diberikan 4 kali pada anak usia 2, 4, 6, dan 18 bulan.

Saya jadi penasaran, apakah anak saya harus mengikuti keterangan terbaru dari IDAI tadi (4 kali imunisasi Hib) atau cukup 3 kali saja, sesuai buku imunisasi? Pihak rumah sakit tempat anak saya diimunisasi sebenarnya juga sudah mengikuti jadwal imunisasi Hib 4 kali. Saya jadi bingung nih. Saya dengar juga isu (sudah lama sih) katanya imunisasi Hib bisa mencetuskan anak jadi autis?
Ny. Herdiana - Malaysia

Ibu Herdiana di Malaysia
Bagaimana kabar Malaysia, Bu? Masih hujankah? Banjir? Kota saya seperti biasa ada banjir di sana-sini sehingga membuat lalu lintas tak bergerak mirip patung. Terima kasih atas pertanyaan Ibu yang ibu kirim lewat e-mail. Rajin pula tampaknya Ibu melacak di internet tentang kebijakan imunisasi di negeri Indonesia versi IDAI.

Ada baiknya pula Ibu menyisir jenis imunisasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia, selain yang direkomendasi IDAI. Departemen Kesehatan RI menerbitkan buku elektronik sederhana yang terdapat di situs http://202.155.5.44/downloads/jica/kia.pdf yang dapat dicetak untuk kepentingan tumbuh kembang anak-anak kita, dan di situ juga tercantum jadwal imunisasi versi pemerintah Indonesia.

Di Indonesia ada dua protokol imunisasi, yang satu dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia (Departemen Kesehatan), yang lainnya oleh IDAI. Jenis imunisasi yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih sedikit daripada IDAI. Departemen Kesehatan di Indonesia belum mewajibkan pemberian Hib kepada anak-anak, berbeda dengan KKM (Kementerian Kasihatan Malaysia) yang telah mewajibkan pemberian Hib sebanyak 3x (www.mpaeds.org.my atau www.dph.gov.my).

Penyakit hemofilus ini (Hib) sebenarnya menjadi berbahaya pada anak-anak di usia <2 tahun. Dengan demikian, bolehlah diasumsikan untuk anak di atas usia 2 tahun imunisasi ini tidak penting-penting amat. Diberikan yang ke empat (booster) boleh saja, tetapi kalau tidak sempat diberikan tak perlu mencemaskannya, sebab anak ibu sudah pernah mendapatkannya 3 kali.

Autis yang dikaitkan dengan vaksin/imunisasi telah lama terdengar. Mula-mula dihubung-hubungkannya dengan vaksin MMR, kemudian dengan timerozal (zat pengawet vaksin), pindah kemudian ke Hib setelah isu-isu sebelumnya tak terbukti. Sepengetahuan saya tak ada kaitan autis dengan imunisasi Hib atau vaksin lainnya.

Tetapi begitulah dunia abad 21 Bu, penuh dengan pro-kontra. Makin ramai. Kita harus pandai-pandai memilih informasi agar tidak bingung sendiri. Sekarang bahkan ada kelompok yang anti-imunisasi apa pun dengan dalih berbagai ragam. Bagaimana keadaan di Malaysia? Adakah keadaan serupa di sini? Pusing pasti tenaga kasihatan di Malaysia untuk menanganinya, kalau ada. Mudah-mudahan Ibu tidak bertambah pusing.

Asuhan: Dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A
Ilustrasi: Aries Tanjung/Nova

Views : 8578

blog comments powered by Disqus