Selasa, 24 Maret 2009
Apa sih Penyebab Perdarahan?
Dokter Arju yang baik,
Saya sudah menikah, usia 30 tahun. Saya juga sudah punya satu putra usia 1 tahun. Saya tidak mengetahui kalau saya sedang hamil lagi, karena sejak gadis siklus haid saya memang tidak teratur. Bahkan, sebelum menikah pun saya pernah mengalami perdarahan sampai dua minggu lebih, dan harus dikuret untuk menghentikan perdarahan.
Sebenarnya apa, sih, Dok, yang menyebabkan perdarahan? Apakah perdarahan harus selalu berkaitan dengan keguguran? Bilamana seorang perempuan dikatakan sedang mengalami perdarahan? Apa bedanya perdarahan dengan keluarnya darah di masa haid? Perempuan mana saja yang bisa mengalami perdarahan? Apakah itu dapat disebabkan oleh faktor genetik? Apakah setiap masalah perdarahan harus diatasi dengan dikuret (agar darah berhenti keluar)? Terima kasih, Dok.
Erika – Medan
Ny. Erika di Medan,
Perdarahan atau keluarnya darah dari vagina memang merupakan tanda khas yang menunjukkan adanya masalah dalam organ kewanitaan. Tentu saja ini tidak termasuk darah menstruasi. Perdarahan adalah darah yang keluar dari vagina di luar siklus haid. Darah haid biasanya berwarna merah kecoklatan, terkadang bercampur lendir, jumlahnya akan menetap untuk setiap siklusnya.
Sedangkan darah bukan haid cenderung berwarna agak terang, tidak bercampur lendir. Perdarahan bisa disebabkan oleh masalah pada vagina, dan atau di rahim. Perdarahan yang dikarenakan masalah pada vagina, bisa terjadi karena adanya goresan atau lecet pada dinding vagina, benjolan, atau tumor pada dinding vagina. Sedangkan dari rahim bisa karena polip mulut rahim, infeksi mulut rahim, keganasan mulut rahim, penebalan endometrium, polip endometrium, keganasan endometrium, keganasan rahim, atau kehamilan yang bermasalah.
Jadi, tidak semua perdarahan akan berkaitan dengan keguguran, biasanya setelah dilakukan kuret, jaringan yang diambil tadi dapat diperiksakan ke laboratorium, untuk di lakukan analisa selanjutnya. Bila jaringan tersebut adalah suatu jaringan yang dikarenakan proses kehamilan, maka pada hasil pemeriksaan akan keluar hasil yang menunjukkan tanda-tanda jaringan kehamilan, baik dari sisi dang ibu maupun dari sisi janinnya.
Kuret memang salah satu cara untuk mengambil contoh dari dalam rahim, biasanya ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan melalui ultra sono-graphy (USG). Untuk hal tertentu, misalnya keguguran, penebalan dinding endometrium yang berulang, perdarahan per vagina yang berulang, tindakan kuret adalah tindakan untuk memperoleh contoh yang akan dianalisa di laboratorium (diagnosa), sekaligus untuk menghentikan perdarahan/ theurapetik (untuk kasus perdarahan karena penebalan dinding endometrium, logikanya bila dinding ini menipis, maka perdarahn akan berhenti). Jadi, tidak semua masalah perdarahan akan berakhir dengan tindakan kuret.
Siapa saja bisa terkena perdarahan. Tubuh wanita memang sangat kompleks. Yang paling sederhana adalah gangguan hormon, bila tidak seimbang, maka akan mengganggu proses ovulasi (pematangan sel telur), Bila ini terjadi, maka ada yang namanya siklus an ovulasi. Pada masalah seperti ini biasanya akan diikuti dengan penebalan endometrium, maka dapat terjadi perdarahan. Ditambah lagi bila ada kelainan pada organ, misalnya polip pada endometrium, ini juga bisa menimbulkan perdarahan. Secara genetik perdarahan tidak akan diturunkan kepada anak perempuan.



Twitter
Google
Lintas Berita
Facebook