Membership
Lupa password?
Anak

Waspadai Gangguan Mata Pada Anak
Rabu, 27 Januari 2010
Mata anak

Foto: Dok. Nova

Bisakah bayi kena katarak? Kenapa bayi belekan? Ternyata, banyak hal yang harus diketahui tentang mata bayi dan anak. Bahkan, kelahiran prematur pun, bisa menyebabkan rusaknya retina yang berujung kebutaan.

Jangan salah, gangguan mata pada anak ternyata bisa terjadi sejak ia dalam kandungan! Wanita hamil (terutama yang usia kandungannya masih muda) yang menderita Rubella alias campak Jerman, atau virus lain, dapat melahirkan bayi berkatarak. Apa tandanya? "Sejak lahir, lensa matanya keruh dan putih," jelas Dr. Abdul Manan Ginting, Sp.M, spesialis mata dari Jakarta Eye Center.

Tak ada jalan lain, sebelum usia 3 bulan, anak harus dioperasi agar retina tetap bisa berkembang bagus. "Sebelum 3 bulan, kan, kita sudah bisa tahu jantung dan perkembangan otaknya bagus. Kalau setelah itu, meski katarak dibuang, lensanya diganti baru, dan ukurannya jadi nol, tetap kurang karena retina tidak berkembang," papar Ginting sambil menambahkan, bayi yang lahir tidak selalu punya penglihatan normal.

Memasuki usia 3 bulan hingga 2 tahun, penglihatan bayi berkembang pesat. "Pada anak-anak dengan intelegensia cukup, usia 2 tahun kemampuan melihatnya sudah mendekati 100 persen. Itu sebabnya, operasi katarak sebaiknya tidak dilakukan lebih dari usia 3 bulan," saran Ginting.

Selain Rubella, wanita hamil penderita toksoplasma juga bisa melahirkan anak dengan beberapa masalah. Selain kelainan otak dan otot, juga mata. Antara lain, infeksi di retina sehingga anak lahir dengan penglihatan yang sangat buruk. Kendati diobati pun, karena retinanya telanjur rusak, penglihatannya tidak akan pulih lagi.

SAAT PERSALINAN
Gangguan saat persalinan juga perlu diwaspadai. Soalnya, bisa saja bayi keluar lewat vagina dengan kondisi mata terinfeksi. Umumnya terjadi pada bayi yang ibunya menderita penyakit kelamin gonorrhea (GO).

Masalahnya, kata Ginting, GO sangat mudah tumbuh di mata. Hari kedua setelah lahir, kedua mata si bayi akan bernanah cukup banyak. "Kalau dibiarkan, bisa buta dalam waktu 2 ­ 3 minggu," ujarnya sambil menambahkan, biasanya di rumah sakit yang bagus, mata semua bayi yang lahir langsung ditetesi antibakteri.

Herpes juga merupakan penyakit yang bisa ditularkan sang ibu pada anak saat persalinan normal. Bila saat pemeriksaan diketahui di daerah kelamin sang calon ibu terdapat tanda-tanda infeksi herpes, dokter bisa memberi pengobatan. "Dengan catatan, waktu persalinan masih lama. Kalau sudah parah, terpaksa persalinan dilakukan dengan tindakan operatif tanpa melalui vagina," papar dokter yang juga Ketua Bank Mata Indonesia ini.

BAYI PREMATUR
Yang juga berisiko tinggi kena penyakit mata adalah bayi yang lahir prematur. Apalagi bila bobotnya kurang dari 1 kg. Saat dimasukkan ke dalam inkubator, bayi prematur akan mendapatkan oksigen lebih banyak dari biasanya. Nah, kelebihan oksigen inilah yang bisa menyebabkan retina bayi rusak (retinapathy of prematurity alias kerusakan retina yang disebabkan prematur).

"Itu sebabnya, anak yang lahir prematur harus diperiksa retinanya sehingga bila ada tanda kelainan atau muncul jaringan baru di retina karena oksigen, bisa dilakukan penembakan sinar laser agar jaringan mati dan si anak terselamatkan dari kebutaan," papar Ginting.

Yang pertama kali harus dilakukan setelah anak selesai diinkubator adalah membawanya ke dokter mata yang mempunyai fasilitas cukup lengkap untuk pemeriksaan retina.

KOK, BELEKAN?
Belek merupakan kumpulan sel radang dari sel darah putih dengan cairan yang dihasilkan oleh bagian luar bola mata. Pada anak belek, bisa dipastikan terjadi radang. Biasanya disebabkan infeksi jamur atau virus, tapi kebanyakan bakteri. "Belek banyak terjadi pada bayi yang menderita GO. Namun, belek juga bisa terjadi pada anak yang saluran air mata ke hidungnya mampet." Air mata tertahan di dalam kantong dekat hidung sehingga genangan air menimbulkan infeksi. Nanah pun keluar sebagai belek.

Belek bisa disembuhkan dengan pijatan di pangkal hidung dan tetesan antibiotika sampai batas waktu tertentu. "Salep bisa diberikan dan menempel lebih lama, tapi mengganggu pemandangan. Lagipula, obat tetes lebih efektif, meski pemakaiannya lebih sering," tutur Ginting.

HATI-HATI JULING
Bagaimana mengetahui bayi yang baru lahir bisa melihat? "Berikan cahaya pada matanya," saran Ginting. Pada anak dengan mata normal, otomatis mata akan mengedip. Bisa juga melihat pupilnya. "Kalau kedua pupil mengecil saat melihat cahaya, berarti si kecil bisa melihat. Sebaliknya, bila diberi cahaya kedua matanya tidak bereaksi dan pupil tetap lebar, kemungkinan dia tak bisa melihat."

Berikutnya, perhatikan warna pupil, hitam atau tidak. Pupil yang berwarna putih biasanya disebut cat eye (mata kucing). "Penyebabnya bisa macam-macam, salah satunya katarak. Kalau penyebabnya katarak, putihnya hanya ada di tengah," ujar Ginting.

Cat eye juga bisa disebabkan tumor yang biasa disebut retinoblastoma yaitu tumor ganas yang berasal dari sel-sel serabut retina muda. Sel ganas ini akan menjadikan retina berwarna putih. Bila dibiarkan, mata akan menjadi sangat besar dan membahayakan jiwa. Dokter bisa membedakan penyebab cat eye. "Kalau penyebabnya katarak, bisa segera dioperasi. Kalau retinoblastoma stadium dini, bisa dihancurkan dengan laser. Tapi kalau sudah stadium tinggi dan dikhawatirkan menyebar, mata terpaksa diangkat."

Bila pupil hitam, perhatikan apakah hitamnya normal atau lebih besar. Kalau semua hitamnya tersembunyi di bawah kelopak mata, berarti hitamnya lebih besar dari ukuran normal. "Berarti ia menderita glukoma kongenital. Biasanya, tidak ada tindakan lain untuk memperbaiki kecuali operasi membuat kanal baru, sehingga tekanan matanya tidak lagi tinggi," ujar Ginting.

Sementara untuk memastikan posisi kedua mata si kecil dalam keadaan normal, lihat saja apakah kedua matanya melihat lurus ke depan. "Yang paling ideal adalah menyenterkan cahaya ke hidung. Flek cahaya yang ada di mata bisa jadi petunjuk. Bila flek lampu di kedua mata berada di tengah, berarti keduanya normal. Namun, bila salah satu fleknya di pinggir, mata tersebut tidak normal."

Mata seperti ini disebut cross eye atau juling. "Segera periksa. Kalau terlambat, bisa menjadi mata malas (ambliopia). Supaya tidak timbul ambliopia, mata tersebut harus diluruskan."

WORTEL TAK SELALU BAGUS
"Ayo, makan wortel biar matanya sehat!" Begitu, kan, nasihat kita pada si kecil? Padahal, seperti dijelaskan Ginting, wortel tak selalu bagus untuk mata. "Kalau kesehatan mata anak buruk, konsumsi wortel justru akan makin memperburuk mata."

Wortel memang mengandung vitamin A, tapi bukan yang siap pakai alias provitamin A. Agar jadi vitamin A, wortel harus diubah dulu dengan menggunakan karbohidrat, vitamin B kompleks, dan sebagainya. "Karena dia mengambil zat-zat lain inilah, kondisi mata malah memburuk. Makanya, wortel tak dianjurkan."

Sebagai ganti wortel, Ginting menyarankan menyantap hati ayam atau ikan yang jelas mengandung vitamin A siap pakai. Telur dan minyak kelapa sawit juga banyak mengandung vitamin A. "Agar pertumbuhan kesehatan mata anak maksimal, berikan banyak vitamin A saat anak umur 0 ­ 5 tahun."

HINDARI LENSA KONTAK
Jika si kecil terpaksa haru berkacamata, pilih yang seringan mungkin, tak mudah pecah (untuk anak mutlak harus dari plastik), bingkainya fleksibel dan tak mudah patah, sehingga nyaman saat dipakai. "Sekarang, kan, bentuknya aneka ragam dan bewarna-warni. Pilih yang disukai anak dan sesuaikan dengan bentuk wajahnya." Yang paling penting, ukuran kacamata harus tepat. Artinya, paling bermanfaat buat si anak.

Bagaimana dengan lensa kontak? Kata Ginting, "Lensa kontak biasanya tak diberikan pada anak, kecuali dalam kondisi tertentu. Sebab, bisa menimbulkan lecet. Ukurannya yang belum tentu pas untuk anak juga bisa menimbulkan kerusakan pada kornea."
Dok. Nova


blog comments powered by Disqus