Rabu, 25 Maret 2009
Kenapa Perut Si Kecil Sakit?
Menurut dr. Alexandra, Sp.BA, dari RSAB Harapan Kita, sakit perut pada anak bisa karena gangguan pada organ tubuh, gangguan fungsional, atau disebabkan faktor psikologis seperti stres, kondisi lingkungan, keluarga yang tidak harmonis, dan sebagainya.
Sakit perut pada anak kadang tidak berdiri sendiri, melainkan diikuti gejala-gejala lain, seperti mual disertai muntah, diare, susah buang air besar, perut membuncit atau adanya rasa ketakutan yang berhubungan dengan faktor psikologis anak.
TIDAK BERDIRI SENDIRI
Sakit perut karena gangguan organ biasanya datang dalam keadaan akut dan butuh pembedahan segera. Penyebabnya bisa karena 3 hal, yakni:
1. Gangguan organ bersaluran
Contoh organ bersaluran misalnya usus, lambung, saluran kencing, dan saluran empedu. Gangguan yang muncul berupa aliran yang terganggu karena menggumpalnya kotoran pada saluran sehingga saluran jadi melebar. "Akibatnya, perut terasa nyeri. Jika otot saluran bergerak, nyeri akan terasa. Jika gerakan saluran berhenti, nyeri pun hilang," lanjut Alex. Hal ini sering dirasa sebagai nyeri perut yang hilang-timbul. Gejala lain yang tampak adalah nafsu makan anak menjadi berkurang, lemas atau kekurangan cairan.
2. Peradangan organ perut
Peradangan organ di dalam perut bisa karena adanya infeksi, atau terjadi kebocoran organ bersaluran dalam perut. "Misalnya radang pada saluran empedu, usus buntu yang pecah, atau penyakit tipus dengan usus bocor," terang Alex. Peradangan pada organ dalam perut biasanya disertai panas badan dan menurunnya nafsu makan.
3. Gangguan aliran darah
Gangguan aliran darah akan menyebabkan suplai darah ke organ perut terganggu, sehingga terjadi proses pembusukan organ. Gangguan ini sering disertai nyeri hebat dan gangguan sirkulasi, seperti berkeringat, denyut nadi menjadi cepat, terkadang disertai tekanan darah yang menurun.
GANGGUAN FUNGSIONAL
Sakit perut juga bisa karena pola hidup serta faktor psikologis anak. "Gangguan ini 95 persen diduga disebabkan oleh kelainan fungsional dan biasanya berulang, disertai pusing, pucat, mual, tidak nafsu makan, nyeri tungkai, sulit BAB, tetapi jarang disertai kembung, muntah atau diare.
"Sakit perut berulang, 50 persen akan membaik dengan pemberian makanan yang tinggi kadar seratnya," tegas Eva.
WASPADAI GEJALA LAIN
Gejala lain sakit perut akibat kelainan organik yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Rasa sakit menghebat
2. Muntah
3. Disertai diare dan demam
4. Panas badan
5. Perut membuncit
6. Benjolan di perut
7. Keluar darah dari lubang anus
Pemeriksaan laboratorium, USG, rontgen, dan CT Scan, terkadang diperlukan pada beberapa keluhan sakit perut pada anak.

