Membership
Lupa password?
Anak

Jangan Anggap Sepele Demam (2)
Jumat, 08 Mei 2009
anak sakit-doly_resize

Foto: Fadoli Barbathully/NOVA

CAMPAK
Gejala-gejala penyakit ini ditandai dengan demam tinggi sekitar 38,5 derajat Celcius selama beberapa hari. Demam ini disertai batuk, hidung berlendir, dan mata merah. Masa inkubasinya berkisar antara 7 sampai 14 hari.
Suhu tubuh akan menaik terus dan baru menurun jika mulai timbul bercak. Bintik dan bentol merah timbul di wajah dan di belakang telinga, lalu menyebar ke badan dan bagian atas anggota tubuh.
CAMPAK JERMAN
Seperti halnya campak, campak Jerman (rubella) ditandai dengan demam tinggi selama beberapa hari. Biasanya dibarengi dengan pembengkakan kelenjar di bagian leher. Juga timbul bercak berwarna merah muda. Bercak ini dimulai dari wajah menyebar ke seluruh tubuh.
Penyakit ini menular dengan masa inkubasi 14 sampai 21 hari. Penularan terjadi sejak 7 hari sebelum timbul bercak sampai 4 hari sesudahnya. Campak Jerman tak tergolong penyakit berat. Untuk mengatasi demam, berikan paracetamol. Sebaiknya anak tinggal di dalam rumah supaya tidak menularkan pada anak yang lain. Untuk diketahui, Ibu hamil yang terserang campak Jerman bisa menularkan pada janinnya.
CACAR AIR
Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus herpes zoster. Munculnya ditandai dengan demam disertai dengan bintik merah yang gatal muncul di wajah dan tubuh, lalu berkembang menjadi lepuh dan pecah.
Penyakit ini menular sejak 5 hari sebelum timbul bintik sampai bintik tersebut pecah. Masa inkubasi berlangsung antara 14 sampai 21 hari. Untuk meredakan demam, si kecil bisa diberi paracetamol. Sementara itu untuk mengurangi bercak, Anda bisa menggunakan minyak atau krem yang diresepkan oleh dokter Anda. Usahakan agar si kecil tidak menggaruk karena bisa menimbulkan bekas di kulit. Biasanya dokter pun akan memberikan obat untuk mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan oleh bintik-bintik tersebut.
GONDOK
Gejala penyakit ini ditandai dengan demam dalam beberapa hari. Bengkak dan empuk pada kelenjar di satu atau kedua sisi wajah serta tengorokan serak. Penyakit ini menular sejak 3 hari sebelum kelenjar membengkak sampai 7 hari setelah bengkaknya lenyap. Masa inkubasi penyakit gondok 12 sampai 21 hari.
DEMAM BERDARAH
Gejala demam berdarah sepintas sangat mirip dengan gejala flu, radang tenggorokan, atau campak. Suhu tubuh penderita meningkat secara tiba-tiba dengan disertai sakit kepala. Si kecil pun akan merasakan nyeri yang hebat pada otot dan tulang, mual, kadang-kadang muntah, dan disertai batuk.
Ciri lain penyakit ini adalah pembengkakan di daerah sekitar mata. Mata tampak merah, berair, dan terasa pegal jika bola mata digerakkan.
Masa inkubasi penyakit ini 3 - 15 hari. Timbul bercak-bercak merah muda pada awal demam namun menghilang dalam beberapa jam, sehingga luput dari perhatian. Bercak akan muncul lagi pada hari ketiga sampai keenam. Biasanya berupa bulatan-bulatan besar. Kemudian timbul bercak-bercak merah kecil pada lengan dan kaki yang menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh.
Bercak-bercak tersebut biasanya akan menghilang berbarengan dengan suhu tubuh yang menurun. Tetapi umumnya meninggalkan sisa gatal pada kulit yang terkena bercak.
Keadaan si kecil akan lebih parah jika menderita dengue shock syndrome (DSS). Akan terjadi syok yang ditandai oleh kulit yang lembab dan dingin, menurunya tekanan darah secara tiba-tiba, dengan disertai bagian-bagian tubuh (bibir, ujung hidung, ujung jari tangan dan kaki) yang membiru. Syok umumnya terjadi saat demam atau saat demam turun, antara hari ketiga dan ketujuh. Jika tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal.
TUBERKOLOSIS
Gejala tuberkolosis (TBC) yang paling dini ditandai dengan suhu tubuh yang meninggi dan dibarengi demam. Si kecil pun kehilangan nafsu makan yang mengakibatkan turunnya berat badan.
Kemudian muncul batuk-batuk, juga sering keluar keringat di malam hari. TBC ini diakibatkan oleh bakteri Mikobakterium tuberkolosis, yang tumbuh dan berkembang amat lambat sehingga TBC termasuk penyakit kronik.
Untuk mendeteksinya, dilakukan tes Mantoux, yaitu uji tuberkulin. Bila hasilnya positif berarti tubuh penderita memang sudah kemasukan basil TBC. Untuk memperkuat tes Mantoux, juga dilakukan foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium, seperti pemeriksaan dahak.

Riesnawiati Soelaeman (tabloid nakita)

Views : 8535

blog comments powered by Disqus