Membership
Lupa password?
Anak

Gentle Birth Ibu Tenang, Bayi Senang (2)
Rabu, 11 April 2012
Kesehatan

Foto: Getty Images

Menunda Pemotongan Tali Pusat

Dalam gentle birth, dikenal pula istilah “lotus birth ” yang berarti metode perawatan tali pusat dan plasenta. Ada juga istilah delayed cord clamping  yang berarti pemotongan tali pusat bayi ditunda hingga kondisi bayi siap. “Pada dasarnya kami selalu menerapkan delayed cord cramping  karena ada keuntungan yang diraih jika tali pusat tidak langsung dipotong,” ujar Okke. Kecuali jika ditemukan indikasi-indikasi tertentu seperti lilitan tali pusat yang terlampau ketat, perdarahan hebat, atau jika tali pusat terlampau pendek. “Jika tidak ada indikasi yang mengharuskan tali pusat segera dipotong, kami memilih menunda pemotongan hingga inisiasi menyusu dini,” tambah Aviasti.

Adapun guna dari menunda pemotongan tali pusat, menurut Aviasti, adalah agar transisi bayi dari dalam perut hingga setelah lahir berjalan lebih lembut. Pasalnya, selama sembilan bulan dalam kandungan bayi bernapas dan makan melalui tali pusat. “Beberapa detik setelah lahir, bayi pun sebenarnya tidak langsung napas. Jika saat bayi belum bernapas sudah dipotong tali pusat, otomatis dia sempat kekurangan oksigen,” tambahnya.
Lain halnya jika menunda pemotongan. Selain menghindari fase bayi kekurangan oksigen, penundaan pemotongan tali pusat ini membuat paru-paru bayi berkembang lebih lembut.

Tak Berarti Sakit Hilang

Menurut dr. Prima Progestian SPOG., istilah gentle birth pertama kali timbul dari bidan-bidan di Amerika yang pada dasarnya memiliki arti serupa dengan home birth, “Jika dilihat secara teknik sebenarnya sama saja, karena gentle birth itu bukan mengacu pada teknik tertentu melainkan istilah lain dari melahirkan di rumah.” Jika penanganannya dikatakan lebih gentle, menurut Prima, bisa jadi karena tenaga kesehatan yang mempraktikkan gentle birth memperhatikan seluruh aspek dengan pendekatan psikososial. Sebagai contoh adalah keikutsertaan dalam memandikan ibu, memandikan plasenta, juga merawat bayi.

Lebih lanjut ia mengatakan, melahirkan di dalam air (water birth) memang membuat ibu rileks karena ia berada di air hangat. Namun, bukan berarti dapat menghilangkan rasa sakit. “Rasa sakit tetap ada karena, kan, ibu masuk ke air pada pembukaan tujuh. Jadi sebenarnya masih ada sakit hanya memang bisa membuat ibu rileks,” tukasnya.

Selain itu, perlu pemantauan kondisi bayi dan ibu terlebih dahulu sebelum memutuskan persalinan dengan metode water birth. Pasalnya jika ada komplikasi seperti darah tinggi atau diabetes pada ibu, terjadi ketuban pecah, atau posisi kepala bayi yang sungsang atau melintang, metode persalinan ini akan berisiko. Maka dari itu, konsultasi ke tenaga kesehatan mengenai teknik persalinan yang akan dipilih sangat diperlukan sebelum mengambil keputusan tersebut.

“Sementara lotus birth itu artinya tidak memotong tali pusat dan menunggu hingga kering. Jadi yang biasa saya lakukan itu delayed cord clamping atau menunda pemotongan, biasanya baru dipotong setelah dua hingga tiga menit lahir,” papar penulis Buku Panduan Ingin Hamil: Cara Menentukan Masa Subur ini. Ia menambahkan, penundaan pemotongan dengan jangka waktu tersebut bertujuan untuk mengalirkan dua ratus hingga tiga ratus millimeter darah pada bayi. “Dengan begitu kadar HB dan feritin pada bayi akan lebih tinggi sehingga mengurangi risiko anemia,” tukas Prima. Sementara bila pemotongan tali pusat ditunda terlalu lama, bayi justru akan kelebihan sel darah merah.

 ANNELIS BRILIAN


blog comments powered by Disqus