Membership
Lupa password?
Anak

Cara Tepat Merawat Bayi Prematur (2)
Kamis, 23 Juli 2009
bayi prematur3C fadoli

Foto: Fadoli Barbathully/NOVA

Inkubator & Metode Kangguru
Demi menghindari risiko kematian bayi prematur, teknologi inkubator pun dibuat untuk meniru suasana dalam rahim ibu. Ini diberlakukan pada bayi prematur di bawah 35 minggu yang membutuhkan suhu stabil antara 36,5 sampai 37,5 derajat Celsius.
Selain itu, bayi juga perlu diberi infus untuk mengurangi risiko hipotermia dan bantuan oksigen untuk membantu menstabilkan pernafasan bayi. Sayangnya, pemberian suplai oksigen pada bayi di bawah 1500 gr atau 32 minggu, menurut Rini, bisa meningkatkan risiko ROP (retinopathy of prematurity).
Namun, pada dasarnya bukan oksigen yang membuat bayi prematur terancam buta, melainkan prematuritas yang juga mengakibatkan gangguan perkembangan retina akibat organ yang belum berkembang sempurna.
“Sejak janin usia 4 hingga 40 minggu terjadi perkembangan aktif pada mata. Pada saat lahir idealnya mata mencapai 1/2 ukuran mata orang dewasa,” tukas Rini.
Bila tidak matang, pertumbuhan bola mata yang berlangsung di luar rahim dapat mengalami komplikasi dan timbul jaringan parut dalam bola mata. Jaringan parut ini yang perlahan mengakibatkan desakan terhadap syaraf mata.
Lantas, hingga kapan bayi harus berada di dalam inkubator? Rinawati menjelaskan, pada dasarnya bayi prematur butuh mengejar ketertinggalan pertumbuhannya seperti halnya bayi lahir normal.
Maka dari itu, idealnya bayi yang butuh dukungan suhu, oksigen, dan infus, berada di dalam inkubator hingga mampu bertahan hidup atau sampai tanpa perlu bantuan alat itu lagi. Dan ini bisa dikatakan hingga mendekati usia kehamilan normal atau sekitar 36 minggu.
Rinawati juga menerangkan, masih ada metode selain inkubator untuk mempertahankan suhu tubuh bayi, namanya metode kangguru. Caranya, meletakkan bayi skin to skin contact dengan ibu atau ayah.
Selain membantu memberi kehangatan, cara ini juga mampu meningkatkan kemampuan psikomotor bayi dengan rangsangan sensoris ibu-anak. Akan tetapi, cara ini perlu mempertimbangkan kondisi bayi, apakah tidak mengalami gangguan pernafasan.
Masih Dapat Mengejar
Bayi prematur memang memiliki kerentanan terhadap lingkungan luar rahim. Namun, dengan ilmu pengetahuan, dapat dilakukan upaya untuk mengejar ketertinggalan itu. Untuk kasus paru-paru yang belum matang, Rinawati menjelaskan, hal ini masih bisa diintervensi dengan pemberian obat dan oksigen.
Sedangkan untuk pertumbuhan fisik dan kekebalan, ASI ibu sangat tepat diberikan untuk memacu pertumbuhan bayi. ASI memang terbukti mampu menyesuaikan kandungan dengan kebutuhan bayi.
Sayangnya, ASI yang tepat untuk bayi prematur ini hanya bertahan 4 minggu untuk memacu ketertinggalan pertumbuhan. Setelah 4 minggu ASI ini akan menjadi ASI untuk bayi cukup bulan.
Nah, untuk bayi prematur yang berusia di bawah 30 minggu tentu tak dapat diberi ASI eksklusif saja hingga di atas 4 minggu. Ketika sudah mencapai 4 minggu usia kelahiran, ASI perlu ditambahkan human milk fortifier (semacam zat tambahan).
Penambahan zat ini akan melengkapi kebutuhan bayi prematur yang masih perlu mendapat asupan kalori lebih tinggi, sekitar 24 kalori per 30 cc ASI.
Selain ketertinggalan pertumbuhan fisik, Rinawati juga mengingatkan kemungkinan perkem­bang­an kemampuan anak pre­ma­­tur yang lebih lambat dari anak­ yang lahir cukup bulan.
"Kalau anak yang lahir prematur berusia 1 tahun belum bisa berjalan, maklumi saja. Jangan samakan dengan anak usia 1 tahun yang lahir cukup bulan," kata Rinawati menjawab kekhawatiran para orangtua terhadap pekembangan putra-putri yang lahir prematur.
Ketertinggalan perkembangan ini umumnya masih dapat dikejar hingga anak usia 2 tahun. "Lewat 2 tahun, anak yang lahir prematur juga akan punya kemampuan yang sama dengan anak lahir cukup bulan seusianya. Kalau tidak, perlu diperiksakan ke dokter spesialis anak," sarannya.
Sedangkan pada kasus ROP, Rini menjelaskan, pada dasarnya ROP pada stadium 1 sampai 3 akan mengalami perbaikan spontan atau sembuh tanpa intervensi medis. Namun, tak ada salahnya untuk membawa putra putri yang lahir prematur sejak usia 4-6 minggu ke dokter mata atau ahli retina (optamologis) untuk mendapat diagnosa ROP. Penanganan dini ROP dapat mencegah akibat terburuk, berupa kebutaan maupun risiko komplikasi seperti juling, ambliopia (mata malas), dan myopia.
Laili Damayanti

Views : 4083

blog comments powered by Disqus