Membership
Lupa password?
Anak

Batang Penis Tidak Tampak
Kamis, 22 Juli 2010

Putra saya lahir normal, dengan berat lahir 3,2 kg, panjang 49 cm. Kini ia sudah 5 bulan 3 minggu. BB belum kami timbang, tapi saat usia 4 bulan 1 minggu = 7,85 kg. Sejak lahir ia hanya minum ASI sampai usia 1,5 bulan, lalu karena saya mengalami abses di payudara dan tidak dianjurkan menyusui karena khawatir ASI mengandung nanah, akhirnya saya berikan susu formula.

Dok, ia mempunyai kemaluan (batang penis) yang tidak muncul ke permukaan (tampak kecil). Sejak bayi sampai saat ini, saya perhatikan kemaluannya hanya muncul +/- 1,3 cm pada saat pipis saja, sedangkan pada saat yang biasa-biasa saja tidak terlihat adanya batang penis. Yang terlihat hanyalah kulit penisnya saja yang mengerut di permukaan. Mulanya saya anggap ini bukan masalah, mengingat ia masih bayi. Namun saya melihat foto anak kawan saya yang usianya 2 bulan lebih muda, ternyata batang kemaluannya sudah kelihatan. Saat imunisasi, dokter menyarankan agar kelaminnya sering ditarik-tarik. Hal ini yang membuat saya merasa cemas dan khawatir, apakah ini merupakan suatu kelainan? Dapatkah kelaminnya muncul bila usianya sudah bertambah? Sampai batas umur berapakah proses pertumbuhannya? Apakah ini terjadi karena anak kami mempunyai berat di atas rata-rata?

M. Roro Sumartini - Jakarta

Dilihat dari usia dan BB-nya, putra Ibu cukup gemuk sehingga ia mempunyai lapisan lemak yang cukup tebal. Seringkali ibu-ibu yang mempunyai anak gemuk mengeluh tentang penis anaknya yang kecil. Hal ini diakibatkan tertanamnya batang penis dalam lapisan lemak di sekitarnya. Jika lapisan lemak di sekitar pangkal penis ditekan, akan tampak batang penis yang sebenarnya. Ukuran penis bayi seusianya tidak kurang dari 2 cm yang diukur dari pangkal penis pada tulang kemaluan sampai ke ujung penis. Pengukuran harus dilakukan dengan menekan lapisan lemak pada daerah sekitar pangkal penis. Jika tidak, maka penis yang tersembunyi dalam lemak tidak terukur sehingga terkesan penis kecil. Saya belum yakin tentang pengukuran yang Ibu lakukan.

Ukuran penis akan berkembang terus sampai masa puber selesai. Untuk berat badannya yang lebih, jangan lupa memberinya buah 1-2 kali sehari di samping makanan yang lain. Juga jangan disodori susu atau makanan terus jika ia belum lapar. Sebagai contoh, jika saat tidur malam, jangan dibangunkan untuk memberinya susu karena jika ia lapar ia akan bangun dan minta sendiri. Sebaiknya ia dibawa ke dokter anak untuk diperiksakan lebih lanjut supaya tidak jadi beban pikiran buat Ibu


blog comments powered by Disqus