Membership
Lupa password?
Anak

Aneka Zat Gizi Pencerdas
Senin, 02 Mei 2011
Anak 98 1

Iman/nakita

G izi dan makanan merupakan salah satu pendukung kecerdasan. Nah, apa saja zat gizi yang bisa bikin cerdas? Yuk, kita simak bersama!

Kita tahu, ada 3 faktor pendukung kecerdasan, yaitu genetika, lingkungan, dan gizi serta makanan. Mana yang paling berperan, tak bisa ditentukan, karena ketiganya saling berkaitan. Yang jelas, faktor genetika cuma 30 persen. "Selebihnya justru faktor lingkungan serta gizi dan makanan yang sangat berperan untuk menciptakan anak cerdas atau tidak," kata Dr. Ir. Ali Khomsan, dosen Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Faperta Institut Pertanian Bogor.

Terlebih pada proses perkembangan otak atau fase cepat tumbuh otak yang terjadi ketika janin berusia 30 minggu sampai bayi lahir usia 18 bulan, "janin atau anak tak boleh kekurangan gizi. Jika sampai terjadi, anak akan mengalami suatu kondisi irreversible atau tak dapat pulih, karena jumlah otak ketika lahir sudah 66 persen, sedangkan berat atau volumenya baru 27 persen." Hal ini menunjukkan, ada peran penting yang dipikul aspek gizi dan makanan dalam pencapaian 100 persen otak sesudah lahir.

Nah, berikut ini sejumlah zat gizi yang berperan penting dalam proses pencerdasan anak.

ENERGI DAN PROTEIN

Keduanya merupakan zat yang berperan dalam proses pembentukan otak secara keseluruhan. Bila terjadi kekurangan salah satu zat ini, berdampak pada ukuran otak yang kecil dan jumlah sel otak yang kurang. Dari suatu penelitian pada ibu hamil terbukti, ibu hamil yang KEP (Kurang Energi dan Protein) berdampak pada BB bayi yang dilahirkan dan berat otaknya. Begitu pula bila anak mengalami KEP sebelum usia 18 bulan, gangguan berat pada otak bisa mencapai 25 persen. Tentunya kondisi ini cukup parah, apalagi jika sifatnya tak bisa pulih.

Adapun bahan makanan untuk sumber energi dan protein ialah:

a. Karbohidrat

Merupakan sumber energi yang baik, terdapat pada bahan makanan yang sifatnya serealia yaitu nasi, jagung, dan terigu. Buat anak, nasi merupakan bahan makanan utama, sumber karbohidrat dan protein terbaik dibanding umbi-umbian seperti singkong, kentang dan lainnya. Soalnya, pada serealia, selain kaya karbohidrat, juga kaya protein. Sedangkan pada jenis umbi-umbian hanya kaya karbohidrat.

Bahan makanan lain yang juga termasuk serealia adalah mi dan makaroni. Ini bisa dibilang setara dengan nasi dari aspek protein. Jadi, bila si kecil ogah makan nasi, bisa diganti mi atau makaroni, tapi harus diperhatikan "teman" makannya. Jika ada daging dan sebagainya, tak masalah.

b. Lemak

Yang dimaksud adalah asam lemak esensial, terutama omega-3 dan 6 yang penting bagi otak. Omega-3 merupakan istilah untuk menggambarkan suatu ikatan rangkap yang dimulai pada gugus ke-3 dari hitungan metilnya. Omega-6 berarti ikatan rangkap dimulai pada hitungan ke-6. Dikatakan esensial karena memang tak bisa dibuat oleh tubuh dan harus hadir melalui makanan.

Semua jenis ikan laut apalagi ikan laut dalam merupakan sumber makanan yang kaya akan omega-3. Pemberian minyak ikan pada balita merupakan langkah yang baik untuk mencerdaskan anak. Kandungan omega-3 juga terdapat pada telur omega-3, yang merupakan hasil rekayasa dari pakan ternak. Pada telur ini, kandungan omeganya 12 kali lebih banyak dibanding telur biasa. Cara memasaknya, bila digoreng sebaiknya tak terlalu kering dan bila direbus lebih baik setengah matang. Soalnya, telur ini tergolong asam lemak tak jenuh yang relatif rusak bila mengalami proses penggorengan atau pemasakan terlalu matang. Namun buat balita, pemberiannya tak boleh setengah matang, ya, Bu-Pak.

Setelah usia setahun, anak bisa dikenalkan dengan bermacam telur; baik telur puyuh, telur ayam biasa maupun yang omega-3. Namun harus pula diperhatikan kesensitifan anak terhadap alergi. Apalagi alergi tak ada obatnya kecuali berpantang makanan yang jadi sumber penyebabnya. Jadi, bila tahu si kecil alergi, sebaiknya pemberian telur dihentikan dulu, baru kemudian dikenalkan lagi. Tujuannya, agar terbentuk zat imun yang bisa menahan alergi itu, hingga si kecil tak alergi terus-menerus.

Kandungan omega-3 juga banyak didapat pada ASI. Itu sebab, peran ASI amat penting. Pendeknya, anak-anak yang mendapat ASI berpotensi jadi cerdas. Asalkan lingkungan atau rangsang dari luar juga mendukung untuk menjadikan si anak cerdas.

Akan halnya omega-6 banyak terkandung dalam kedelai seperti tahu, tempe, dan susu kedelai. Malah, omega-6 (juga omega-3) sekarang ini banyak terdapat dalam produk susu, meski dengan konsekuensi harga. Bukankah susu yang mengandung omega-3 dan 6 ini lebih mahal?

Selain asam lemak esensial, anak juga butuh kolesterol sebagai bahan penyusun otak. Soalnya, pembungkus saraf otak, sekitar 75 persennya terbentuk dari komponen asam lemak esensial dan kolesterol. Tanpa kedua zat ini, perkembangan otak takkan optimal. Nah, telur merupakan bahan makanan mengandung kolesterol yang relatif tinggi. Dalam 100 gram telur kurang lebih kandungan kolesterolnya 225 mg. Selain telur, kolesterol juga dapat ditemui pada udang, yang juga mengandung protein cukup baik. Namun ingat, alerginya harus diperhatikan!

c. Protein

Terdiri protein hewani dan nabati, tapi yang terbaik protein hewani, Soalnya, protein bila dipecah-pecah akan menjadi asam amino. Nah, asam amino ini ada yang bersifat ensensial dan tidak. Yang esensial akan menentukan sejauh mana bisa dimanfaatkan oleh tubuh. Jadi, mutu protein akan ditentukan oleh seberapa besar komposisi asam amino di dalam hewani dan nabati. Nah, pada protein nabati, asam pembatas aminonya ada yang tinggi, tapi ada juga yang rendah, hingga asam amino pembatas yang tinggi itu tak bisa dimanfaatkan. Lain dengan protein hewani, asam amino pembatasnya tinggi semua, jadi bisa dimanfaatkan semuanya. Itulah mengapa, pangan sumber protein hewani punya kualitas gizi lebih dibanding yang berasal dari nabati.

Untuk asam amino tak esensial semisal taurin, tak harus ada dalam makanan. Jadi, tak terlalu dibutuhkan oleh tubuh. Namun begitu, ada fungsi lain yang terkait dengan otak dimana taurin menyebabkan kinerja otak lebih baik. Zat ini lebih sering muncul dalam makanan bayi berupa susu.

YODIUM

Buat mereka yang tinggal di kota-kota besar atau kota-kota yang relatif tanahnya tak mengalami gangguan yodium, tak perlu khawatir akan kekurangan yodium. Namun bagi mereka yang tinggal di lereng-lereng merapi atau daerah yang diidentifikasi rawan gondok, dikhawatirkan bila ibu hamil kekurangan yodium mengakibatkan anaknya mengalami kelambatan mental, hingga perlu mengkonsumsi yodium.

Adapun bahan makanan sumber yodium, terutama yang diprogram pemerintah lewat garam beryodium. Buat masyarakat di derah non endemik gondok, yodium mudah diperoleh dari ikan-ikan laut, selain produk-produk ayam atau daging dimana hewan-hewannya tinggal di wilayah yang baik.

ZAT BESI

Zat gizi yang satu ini amat berpengaruh terhadap kemampuan intelektualitas anak. Fungsinya sendiri untuk membuat hemoglobin darah yang mengikat oksigen buat otak. Dengan demikian, bila otak kekurangan oksigen akan terjadi gangguan konsentrasi, yang tentunya akan menimbulkan hambatan dalam belajar. Jika di atas dikatakan gangguan otak bersifat irreversible, maka akan bertambah parah bila anak kekurangan zat besi.

Sumber zat besi yang baik banyak terdapat pada pangan hewani seperti hati, daging, dan telur. Juga pada sayuran warna hijau tua, seperti singkong, bayam, kangkung, dan brokoli. Khusus brokoli, juga mengandung zat anti kanker dan mudah dicerna karena seratnya tak begitu kentara.

 
Vitamin Dan Mineral

Tentunya selain aneka zat gizi pencerdas tadi, juga dibutuhkan zat-zat lain sebagai pendukung, yaitu vitamin dan mineral. Soalnya, vitamin dan mineral berfungsi melancarkan proses metabolisme. "Jadi, vitamin dan mineral akan selalu melengkapi peran-peran energi, protein, dan zat lainnya," tegas Ali Khomsan. Adapun sumber utama vitamin dan mineral berasal dari sayuran dan buah-buahan.

* Vitamin C

Bila anak mengkonsumsi zat besi tinggi yang penting untuk mencegah anemia tapi kurang vitamin C, maka penyerapan zat besi tak bisa optimal. Soalnya, vitamin C dan zat besi bersifat sinergistis. Jadi, saran Ali, sejak kecil anak agar dilatih mengkonsumsi jeruk yang kaya vitamin C, semisal jeruk bayi yang tak kecut. Jambu biji juga kaya vitamin C, bahkan lebih tinggi dibanding jeruk. Namun untuk si kecil, bijinya harus dibuang, lo. Buah lain ialah pepaya, yang juga mengandung vitamin A. Sementara pada sayuran, vitamin C banyak terdapat pada sayuran hijau tua yang juga sumber kaya zat besi, seperti bayam, kangkung, sawi, dan brokoli.

* Vitamin B Kompleks

Vitamin ini sangat penting dalam membantu penyerapan karbohidrat, banyak terdapat pada sayur dan buah. Jika orang tua ingin menerapkan vegetarian pada anak, Ali berpesan agar hati-hati, karena si anak bisa kekurangan gizi yang bermutu baik, terutama zat besi. Selain itu, vitamin B12, yang ternyata tak bisa dipenuhi oleh si vegetarian. Padahal, anak yang sedang dalam fase cepat tumbuh otak masih butuh zat-zat tersebut. Vitamin B12 banyak terdapat pada serealia, biji-bijian seperti beras, jagung, dan kedelai.

* Kalsium dan Fosfor

Kedua mineral ini berperan penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta pertumbuhan keseluruhan. Lebih dari 80 persen fosfor tubuh kita tersimpan dalam tulang. Kehadiran kalsium dan fosfor yang baik, biasanya 2:1. Bila si kecil mengkonsumsi makanan secara wajar, perbandingan tersebut akan tercapai.

Makanan yang kaya kalsium juga mengandung fosfor. Makanan yang mengandung fosfor antara lain ikan teri, bandeng presto, sarden. Otomatis, kalsium juga terkandung di dalamnya. Namun sumber kalsium dan fosfor yang terbaik adalah susu. Jadi, jangan sampai si kecil lepas dari susu, berapa pun usianya. Tak usah khawatir kebanyakan susu jadi mencret atau lactosa intolerant, karena anak-anak laktosanya masih tinggi. Asalkan kita jangan cuma memberinya susu dan mengabaikan makanan lain.

* Mangan dan Seng

Keduanya termasuk mineral mikro yang juga penting bagi tubuh. Seng banyak berperan pada masalah reproduksi, tapi ada juga yang mengaitkan dengan pertumbuhan tubuh. Jadi, defisiensi seng menyebabkan pertumbuhan fisik terlambat. Sumber seng adalah pangan hewani seperti daging, telur, ikan, dan kerang-kerangan. Sepanjang anak tak alergi, tak masalah. Termasuk mangan.

 
  Dedeh Kurniasih/nakita

Views : 4731

blog comments powered by Disqus