Membership
Lupa password?
Pasangan

10 Tanda Perkawinan Sehat
Senin, 18 Oktober 2010
kawinan

Foto: Dok. Nakita

Ibarat menyusun pasel bersama. Butuh kerja sama dan ketekunan suami istri agar perkawinan tetap sehat.

Perkawinan yang harmonis bukan berarti tak pernah mengalami konflik. Jadi, kalaupun muncul pertengkaran di antara suami istri, jangan buru-buru menghakimi perkawinan mereka tidak sehat. Bedanya, konflik yang muncul mereka manfaatkan sebagai sarana untuk memahami pola pikir pasangan. Perkawinan pada hakikatnya merupakan kerja sama yang berlangsung terus-menerus antara suami dan istri.

Kerja sama inilah yang membuat mereka tak semestinya saling bersaing guna menunjukkan siapa di antara mereka yang lebih unggul. Memasuki perkawinan juga bukan berarti bisa mengubah pribadi pasangan sesuai keinginan kita.De facto, masing-masing pribadi tetap merupakan individu unik yang memiliki pikiran bebas dan berhak atas dirinya. Berikut 10 tanda perkawinan sehat:

1. Saling Percaya

Saling percaya merupakan modal awal sekaligus yang utama agar perkawinan langgeng. Keluarga harmonis lebih mengutamakan mengomunikasikan masalah yang dihadapi dengan pasangan dan bukan mengobralnya ke khalayak.

2. Bersikap Spontan dan Terbuka

Tak ada keraguan sedikit pun untuk mengemukakan uneg-uneg alias selalu terbuka. Dengan demikian pasangan pun akan dapat lebih memahami aspirasi masing-masing. Tentu saja pilih waktu yang tepat untuk menyampaikan ganjalan hati ini. Selanjutnya, tinggal mencari solusi yang pas, menguntungkan sekaligus membahagiakan kedua belah pihak.

Yang tak kalah penting adalah spontanitas dalam mengekspresikan kasih sayang dan kehangatan cinta. Pasalnya, dua hal ini pegang peran penting dalam menjaga kemesraan suami-istri. Jangan sampai kesibukan kerja di kantor dan urusan rumah tangga yang seolah tiada habisnya dijadikan sebagai alasan untuk lupa mendaratkan kecupan mesra pada pasangan. Bahkan tak ada salahnya sesekali bikin kejutan. Tak perlu mahal, misalnya bernostalgia menikmati jajanan di rumah makan favorit semasa pacaran.

3. Tertawa dan Senang-Senang Bersama

Mampu berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama menandakan relasi yang sehat. Tertawa lepas bersama atau sekadar bergurau di kala senggang bisa menjadi sumber energi positif dalam perkawinan. Setidaknya masih memiliki waktu untuk bermain atau sekadar melakukan aktivitas bersama. Tak hanya bisa tertawa bersama, suami/istri juga mesti mampu berbagi kesedihan dengan pasangan.

4. Menikmati Kebersamaan

Pasangan dapat menjadi teman akrab untuk berbagi aneka kegiatan bersama. Tak sebatas menjalani aktivitas tersebut secara terpaksa, namun benar-benar menikmatinya. Jadi, bukan berarti mereka melewatkan banyak waktu berdua hanya karena takut berada sendirian. Poin ini bisa Anda jadikan materi untuk menguji diri, apakah Anda masing-masing masih termotivasi untuk meluangkan waktu agar bisa berdua-duaan?

Demikian pula kala berjauhan. Anda berdua tetap merindukan saat bercengkerama bersama keluarga. Selain tetap dapat dipercaya sekaligus percaya penuh pada pasangan. Dengan demikian masing-masing dapat melaksanakan aktivitasnya dengan tenang dan lancar. Namun selalu bersama ini tidak berarti masing-masing tak memiliki sahabat. Padahal dalam hubungan yang sehat, sangat penting bagi masing-masing pasangan tetap memiliki teman dan kesenangan pribadi. Sehingga mereka tak saling bergantung sepenuhnya pada pasangan. Asal tahu saja, ketergantungan bukanlah indikasi hubungan yang sehat, terutama ketergantungan emosional secara berlebihan.

5. Saling Memaafkan

Sikap tak mau memaafkan kesalahan pasangan bukanlah jalan yang tepat untuk mewujudkan kelanggengan rumah tangga. Apalagi jika kesalahan tersebut bukanlah kesalahan yang fatal. Ingat, tak ada manusia yang sempurna. Jadi, cobalah berbesar hati untuk memaafkannya bila sekali waktu pasangan berbuat salah. Tentu saja dengan janji agar kesalahan yang sama tak terulang. Selain itu, jangan pernah menyimpan dendam pada pasangan yang di kemudian hari bisa berkembang menjadi api dalam sekam.

6. Menerima Kekurangan

Tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan suami istri. Cobalah berusaha menerima kekurangan masing-masing meski tentu bukan hal mudah. Selain itu cobalah berusaha menyeimbangkannya dengan menggali dan mengedepankan kelebihannya.

7. Bebas Menjadi Diri Sendiri

Buang jauh-jauh niat untuk mendikte/mengatur pasangan. Anda juga tidak suka kan diperlakukan demikian? Ingat, masing-masing individu memiliki kepribadian yang telah terbentuk sekian lama sebelum ia berkeluarga. Jangan pernah berangan-angan ingin mengubah kepribadian suami/istri. Hargai pasangan untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Saat ada perbedaan pendapat dan kepentingan, cobalah untuk mencari jalan tengahnya. Nyatakan pula dukungan Anda pada pasangan untuk mencapai sesuatu yang membuatnya bahagia.

8. Saling Mendengarkan, Memahami, dan Menerima

Berusahalah untuk saling mendengarkan, memahami dan menerima kelebihan serta kekurangan yang dimiliki pasangan. Belajar untuk saling melengkapi kekurangan yang dimiliki pasangan kemudian menjadikannya sebagai kekuatan. Kesediaan pasangan untuk mendengar dan menerima pasti akan mengikis keraguan suami/istri untuk menyatakan pendapat ataupun bertindak. Dalam dirinya tak ada perasaan takut bakal diadili. Bila sampai terjadi konflik, carilah alternatif penyelesaian yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak. Jadi, jangan sampai ada pihak yang merasa dikalahkan/dirugikan. Jangan pernah menunda atau mengesampingkan begitu saja pertengkaran atau permasalahan yang muncul.

9. Berpikir Positif

Berpikir positif pada pasangan dan segala aktivitasnya di luar rumah justru memberi keuntungan. Setidaknya akan menghambat munculnya kecurigaan yang berlebihan sekaligus meredam terjadinya konflik. Alihkan pikiran negatif pada hal-hal positif. Niscaya kebiasaan baik ini akan menumbuhkan rasa saling percaya di antara suami istri.

10. Kehidupan Seksual yang Sehat

Berusaha untuk saling memberikan kepuasaan pada pasangan. Singkirkan rasa malu untuk membicarakan masalah seks dengan pasangan. Tak perlu ragu mengucapkan terima kasih bila pasangan bikin kejutan menyenangkan atau pelayanan yang memuaskan. Tak kalah penting, tetap jaga kemesraan suami istri yang merupakan kunci terbinanya kelanggengan rumah tangga.

Utami


blog comments powered by Disqus