Membership
Lupa password?
Anak

Bila Si Anak Suka Berbohong
Rabu, 06 Maret 2013
anak bohong

Ilustrasi

Apakah remaja Anda suka berbohong kepada Anda? Para peneliti yang mempelajari “kebohongan” dan “pengungkapan kebenaran” pada anak-anak menemukan, orang tua sering tidak mengetahui kalau anak mereka berbohong. Daripada membuang-buang waktu memaksa anak untuk mengungkapkan kebohongannya, lebih baik Anda menggunakan taktik yang berbeda. Yakni, dengan menciptakan suasana nyaman antara orang tua dan anak agar anak mau mengakui sendiri kebohongannya tanpa harus diminta. Ciptakan suasana “nyaman” itu sejak anak masih sangat kecil. Tapi jika anak sudah beranjak remaja, bukan berarti Anda sudah terlambat. Untuk mulai membangun kembali hubungan, Anda bisa melakukan hal-hal di bawah ini:

-      Habiskan waktu dengan anak remaja Anda setiap hari.

-      Harapkan mereka untuk terbuka dengan Anda. Memang mereka tidak akan segera menceritakan segala sesuatunya pada Anda, tapi perlahan pasti akan dilakukannya.

-      Jangan bereaksi berlebihan. Ketika remaja Anda memberitahu Anda tentang kebohongannya, jangan memberikan respon yang tak diinginkannya. Misalnya saja, marah, menangis, berteriak, dan hal ekstrim lainnya.

-      Bantuan anak memecahkan masalah. Alih-alih mengatakan kepadanya apa yang Anda pikirkan tentang pengakuannya, lebih baik tanyakan kepadanya apa yang ia pikirkan.

-      Bangun kepercayaan kepada anak. Setiap orang tua pastinya tidak suka dengan kebohongan yang dilakukan anaknya. Tetapi jika memang hal itu harus dihadapi, hadapilah dengan bijak. Terus bangun kepercayaan kepada anak agar anak tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Anda sebagai orang tua harus memimpinnya dalam hal ini,” ujar psikolog Laura Markham, PhD, penulis Peacefull Parent, Happy Kids. "Menghukum anak yang berbohong hanya akan membuatnya menjadi pembohong yang lebih baik lagi," kata Markham.
Ester Sondang

Views : 565

blog comments powered by Disqus