Membership
Lupa password?
Anak

"Bayi Saya, Kok, Belum Bisa Duduk" (2)
Rabu, 21 April 2010
bayi duduk

Foto: Rohedi

6. Merangkak

Sebenarnya merangkak tak termasuk keterampilan yang harus dicapai bayi pada usia tertentu. Beberapa bayi ada yang tak pernah merangkak. Mereka hanya bangun dan mulai merambat (berpegangan pada tepi kursi ke meja), lalu lepas tangan dan berjalan. Jadi, normal saja bila bayi Anda tak pernah merangkak, dan tak berarti perkembangan berikutnya akan terganggu atau terhambat.

Jika pun Anda ingin si kecil bisa terampil merangkak, boleh-boleh saja. Beri ia banyak kesempatan berada di lantai. Tentu lantainya sudah disapu bersih dan dipel dan bebas dari benda-benda kecil yang berbahaya.

Agar ia mau bergerak ke muka, letakkan mainan favoritnya atau benda menarik di depannya dalam jarak tak terlalu jauh. Sebelumnya, lindungi lututnya karena lutut yang terbuka pada lantai yang dingin dan keras atau karpet yang tajam akan membuatnya urung berusaha untuk merangkak.

Bila ia sedang duduk, letakkan bola berwarna menarik di depannya. Saat ia hendak meraihnya, gelindingkan bola itu. Ia pasti akan berusaha mengejarnya dengan gerakan merangkak. Berilah tepuk tangan sambil memujinya jika ia berhasil meraih bola itu.

Awalnya ia mungkin akan bergeser pada perut atau melata, sebelum akhirnya bergerak dengan tangan dan lutut atau merangkak. Gaya merangkaknya bisa berbeda. Banyak bayi yang mulai merangkak mundur atau ke samping dan tak dapat bergerak maju selama berminggu-minggu. Beberapa bayi bergerak cepat dengan satu lutut atau dengan bokongnya, dan bayi lain bergerak dengan tangan dan kaki. Tak jadi soal metoda mana yang dipilih bayi. Karena yang penting ia melakukan usaha untuk mencapai kemandirian dalam hal perpindahan tempat.

Biasanya merangkak terjadi di usia 8 dan 10 bulan. Beberapa bayi ada yang merangkak sedini usia 6 bulan, tapi lebih sering di usia 7,5 sampai 9 bulan.

Penting diketahui, perangkak yang baik seringkali lambat berjalan. Boleh jadi lantaran ia merasa kebutuhannya untuk mengelilingi dunianya sudah terpenuhi, sehingga ia pun malas belajar berjalan.

7. Berdiri

Banyak bayi di bulan ke-4 atau 5 sudah ingin "berdiri" di pangkuan ibu/ayahnya dengan masih dibantu. Ini menyenangkan baginya karena ada perubahan dari posisi berbaring atau "duduk" di kereta dorong.

Saat ia merangkak (jika ia menguasainya) dan berusaha duduk sendiri, acungkan kedua tangan Anda di depannya. Nanti ia akan meraih tangan Anda dan bangkit untuk kemudian berpegangan pada Anda, kursi, pinggiran boks atau apa saja mencoba berdiri. Anda dapat pula membantunya berdiri dengan meletakkan mainan kegemarannya di tempat di mana ia harus berdiri untuk mengambilnya.

Umumnya, bayi dapat menarik diri sendiri ke posisi berdiri sekitar usia 9 bulan. Berdiri dengan bantuan pada 10 bulan dan berdiri tanpa bantuan di usia 12 bulan. Tapi jika sampai ulang tahun pertamanya ia belum juga berhasil bangun berdiri, ada baiknya diperiksakan ke dokter untuk memastikan ada-tidak masalah fisik.

Jika tak ada masalah fisik, kelambatan perkembangan ini bisa disebabkan antara lain:
* Berat tubuhnya saat ia mulai belajar berdiri. Bayi yang lebih berat mempunyai beban lebih berat pula untuk diangkat berdiri, dibandingkan bayi yang bobotnya lebih ringan. Di sisi lain, bayi yang kuat dan koordinasinya baik dapat berdiri lebih dini, tak tergantung dari berapa berat tubuhnya.
* Ia tak punya banyak kesempatan untuk bangun dan berdiri karena lebih kerap terkukung di kereta bayi atau boks bermainnya. Ia pun tak mau belajar berdiri jika dikelilingi oleh meja-kuri yang labil, yang runtuh setiap kali ia mencoba berdiri.
* Sepatu atau kaus kaki yang licin akan mengurangi semangatnya karena membuatnya terjatuh kala mencoba berdiri. Lebih baik tanpa sepatu/kaus atau pakaian sepatu/kaus anti licin.

8. Berjalan

Perlihatkan mainan menarik waktu ia berdiri, agar ia mau melangkah maju ke arah mainan itu. Bantu ia berjalan dengan berpegangan pada kursi-meja yang kokoh. Mula-mula sambil dipegangi dengan dua tangan Anda, lalu dengan satu tangan saja. Lepaskan pegangan Anda bila ia kelihatan sudah mulai terampil, sehingga ia punya kesempatan melangkah sendiri. Tentu sambil Anda tetap menjagainya. Mulanya mungkin ia hanya mau berjalan 1-2 langkah saja. Selanjutnya ia akan mampu melangkah sendiri tanpa bantuan.

Sebagian besar bayi belum mulai berjalan pada ulang tahun pertamanya. Merujuk data penelitian, usia rata-rata dari mulai berjalannya seorang anak ialah 13 sampai 15 bulan. Cepat-lambatnya perkembangan ini disebabkan antara lain:
* Bayi yang banyak bergerak dan berotot kuat sering lebih cepat dapat berjalan dibanding bayi yang diam saja dan gemuk. Bayi dengan kaki pendek dan kokoh, juga lebih cepat mulai berjalan daripada bayi berkaki panjang dan ramping, yang sulit untuk mencapai keseimbangan tubuh.
* Bayi yang tak banyak merangkak atau sama sekali tak dapat merangkak, kadang lebih cepat dapat berjalan daripada bayi yang ahli merangkak ke seluruh penjuru rumah.
* Pengalaman negatif, mungkin jatuh parah ketika ia pertama kali melepaskan pegangan dari tangan ibunya. Ia tak akan mau mencoba lagi sampai ia sudah betul-betul kuat. Sekalinya ia mulai, ia akan langsung dapat berjalan dengan trampil, tak tertatih-tatih lagi.
* Alas kaki yang licin juga menghambat. Lebih baik tanpa alas kaki, karena bayi akan menggunakan jari-jarinya untuk mencengkeram ketika ia melangkah.
* Tak mendapatkan kesempatan berlatih berjalan karena lebih sering berada di boks bermain, terikat di kereta bayi atau pada situasi lain di mana ia tak punya kesempatan untuk mengembangkan otot-otot kakinya dan rasa percaya dirinya melalui bangun, berdiri dan merambat.
* Terlalu sering berada di baby walker, cenderung akan terlambat bisa berjalan sendiri.
* Karena paksaan orang tua yang melatihnya jalan beberapa kali sehari. Ia mungkin akan memberontak, terutama jika ia keturunan keras kepala. Kelak ia akan berjalan sendiri pada saat yang lebih lambat daripada jika ia dibiarkan belajar sendiri dan dalam waktunya sendiri.
* Langkah pertama seorang bayi yang tenaganya sudah terserap oleh infeksi telinga, flu atau penyakit lain, akan tertunda sampai ia sudah merasa lebih baik.

Julie Erikania/nakita

#Tag :


blog comments powered by Disqus