Membership
Lupa password?
Tubuh

Stem Cell Therapy Untuk Kecantikan dan Penurunan Berat Badan
Sabtu, 23 Juni 2012

Dunia kesehatan telah lama mengenal stem cell atau sel punca atau sel induk. Sel ajaib yang dapat menyerupai maupun berkembang menggantikan sel-sel rusak di bagian manapun. Sel otak, hati, otot, paru dan masih banyak lagi.

Stem cell sendiri ada yang disebut stem cell embrionik dan stem cell dewasa. Selama ini stem cell embrionik lebih populer di kalangan awam ketimbang stem cell dewasa. Untuk keperluan terapi kecantikan, stem cell yang digunakan adalah stem cell dewasa.

"Terapi stem cell untuk kecantikan, kami menggunakan sel punca yang berasal dari jaringan lemak di perut," ungkap dr.Prasna Pramita,Sp PD.,MARS,FINASIM, terapis dari Ultimo Aesthetic and Dental Care.

Mengambil Sel Punca dari Lemak Perut

Proses awal dimulai dari menyedot lemak perut sebanyak 100 cc dengan asumsi 1cc lemak menghasilkan 1 juta sel punca. Lalu lemak ini diinkubasi dengan teknik tertentu dan dilakukan kolagenase atau memecah kolagen dan sel lemak untuk mendapatkan sel punca murni. Sel punca kemudian disaring kembali dan disuntikkan ke dalam darah.

"Bisa disuntikkan intravena atau diinfus 30 menit hingga 1 jam," papar Prasna.Total proses terapi stem cell dapat memakan waktu 3 hingga 4 jam sehingga termasuk one day therapy. Untuk kenyamanan pasien, terapi dilakukan dengan pembiusan lokal.

Kulit Elastis dan Rambut Hitam

Di negara-negara maju seperti Jerman, Jepang, Korea dan Amerika sudah banyak yang menjalankan terapi ini. "Dalam sekali terapi sudah dapat dirasakan hasilnya yaitu tubuh terasa bugar," tegas Prasna.

Stem cell yang masuk langsung menyebar ke dalam tubuh kemudian berikatan dengan kimia yang dilepaskan sel-sel yang rusak. Di sana sel punca kemudian mereparasi dan berkembang menjadi sel-sel baru menggantikan sel-sel yang telah rusak, sehingga terjadi proses peremajaan. Perlahan-lahan terapi juga mengurangi kulit yang kusam dan berkerut akibat penurunan produksi kolagen oleh proses degeneratif.

"Pasca terapi hasilnya kulit akan bertambah elastis, kulit semakin tebal dan mengurangi pigmentasi sehingga penampilan jauh lebih baik. Sedangkan efek lain yang didapat, rambut juga semakin tebal dan menghitam karena mengurangi kerontokan dan menumbuhkan rambut baru yang hitam dan tebal," ujar Prasna.

Selain untuk penampilan kulit dan rambut, beberapa pasien yang telah menjalani terapi juga mengalami penurunan berat badan.
"Kita tahu metabolisme manusia mengalami proses degeneratif setelah usia 35 tahun. Makanan pun lebih mudah terdistribusi menjadi lemak. Nah, setelah di terapi makanan lebih terdistribusi menjadi otot sehingga terjadi penurunan berat badan," ungkap Prasna menjelaskan.
Dengan metabolisme dan proses pencernaan yang lebih baik, didapat penurunan berat badan 5 hingga 10 kilogram pertahun.

Baik Untuk Terapi Kesehatan

Terapi stem cell memang bukan terfokus untuk kecantikan saja namun untuk kebugaran secara menyeluruh. Sebagian besar sel punca yang masuk ke tubuh langsung mencari sasaran ke organ-organ yang membutuhkan. 37 % sel punca akan langsung menuju paru-paru, sisanya menuju limpa, ginjal, hati, pankreas, otak, jantung dan otot. "Bagi pasien gagal ginjal, melakukan terapi stem cell dapat membuat perlahan-lahan tidak perlu cuci darah lagi," ungkap Prasna.

Untuk dosis yang dipergunakan, Prasna tidak bisa memperkirakan karena sangat individual. "Bergantung kondisi, paparan polutan, dan proses degeneratif yang dialami masing-masing orang," jelasnya. Namun dalam kondisi ideal, hasil terapi mampu bertahan 5 hingga 10 tahun ke depan.
Dapat dikatakan terapi stem cell dapat menerapi beberapa penyakit seperti diabetes, osteoarthritis, cedera tulang belakang, sakit ginjal, gangguan hati, stroke, Lupus, multiple sclerosis, rheumatoid arthritis, Parkinson hingga gangguan ereksi.

"Jangan takut akan keamanan proses ini, karena pada dasarnya terapi ini menggunakan sel lemak seseorang untuk orang itu sendiri," ungkap Prasna menampik kekhawatiran beberapa orang akan legalitas terapi stem cell.

Kendati demikian, prosedur screening tetap dijalankan sebelum proses terapi dilakukan. Tujuannya untuk mengetahui adanya gangguan fungsi jantung, darah, dan lainnya. "Untuk penderita kanker belum dapat diijinkan melakukan stem cell therapy karena belum ada penelitian akan membaik dengan sel punca sendiri," pungkas Prasna.

Laili


blog comments powered by Disqus