Membership
Lupa password?
Tubuh

Punggung Berjerawat
Jumat, 18 Mei 2012
Punggung Jerawat

Foto: Romy Palar/Nova

Dok, saya punya masalah jerawat di punggung. Punggung saya memang lebih sering berkeringat. Mungkinkah itu penyebabnya? Saya sering pakai bedak tabur hingga sekarang, karena saya pikir itu biang keringat. Saya juga suka keasyikan menggaruk punggung saya jika gatal, hingga akhirnya luka, dan timbul bercak-bercak kecokelatan. Gimana dok, cara mengatasinya? Saya jadinya tidak bisa memakai baju yang punggungnya terbuka.

Sering kita meng­­a­baikan perawatan punggung, karena fokus dengan wajah. Padahal perawatan punggung juga tidak kalah pentingnya dengan perawatan wajah. Bayangkan jika kita secara spontan menggaruk-garuk punggung karena tidak tahan dengan rasa gatalnya di depan banyak orang. Orang akan mengira kalau kita jorok, jarang mandi dan sebagainya. Padahal, bukan itu saja salah satu faktor yang membuat punggung kita berjerawat.

Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya jerawat di punggung, diantaranya:

Karena lembap dan tertutup

Secara umum, jerawat di punggung sebetulnya sama dengan jerawat di wajah. Prinsip awal terjadinya jerawat itu sama. Baik di wajah maupun di punggung. Jerawat bisa disebabkan oleh salah satunya, karena kerja kuman Propionibacterium acnes. Bakteri ini merupakan penghuni normal di permukaan kulit manusia. Ia bisa hidup di wajah maupun di punggung. Dalam keadaan normal, ia sebetulnya tidak berbahaya. Cuma, ketika kulit kurang terjaga kebersihannya, ia berulah dan menyebabkan timbulnya jerawat.

Tingginya produksi kelenjar minyak di kulit (sebum).

Itu pula sebabnya jerawat mudah dialami orang yang kulitnya berminyak. Jika dua faktor ini berkumpul, maka jerawat tentu akan lebih mudah terjadi. Artinya, mereka yang kulitnya berminyak dan kurang menjaga kebersihan lebih berpeluang menjadi pelanggan jerawat.-

Adanya gangguan proses pengelupasan lapisan kulit luar.

Jika ini terjadi, lapisan kulit yang mestinya mengelupas itu malah akan menyumbat saluran kelenjar sebum. Semua faktor ini bisa menyebabkan jerawat, baik di wajah maupun di punggung.

 Pemakaian baju yang rangkap-rangkap.

Efek ini akan makin bertambah jika yang bersangkutan berada di ruangan yang gerah, panas. Kondisi gerah akan merangsang tubuh untuk mengeluarkan keringat. Sementara, pada saat yang sama keringat sulit kering karena punggung tertutup oleh pakaian yang tebal. Ditambah lagi, dalam kondisi lembap, kuman juga menjadi lebih mudah berkembang biak. Lengkaplah sudah.

Ini merupakan salah satu perbedaan penting antara wajah dan punggung. Wajah berada di daerah terbuka, mudah terkena debu, tapi tidak lembap. Punggung sebaliknya. Bagian ini berada di daerah tertutup, tidak mudah kena debu tapi mudah lembap akibat keringat.

Cara mencegah punggung yang berjerawat, yaitu:

Karena penyebabnya bisa macam-macam, pengobatan jerawat di punggung pun bisa berbeda-beda. Tergantung penyebabnya. Yang utama dalam masalah jerawat itu bukan hanya bagaimana mengobatinya. Tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana mencegah supaya tidak muncul lagi. Gangguan kulit ini mudah kambuh lagi jika penyebapnya tidak dihilangkan. Sebelum pengobatan dilakukan, pertama-tama harus diidentifikasi dulu penyebapnya,

Jika pencetusnya adalah kuman, itu artinya kebersihan badan harus lebih dijaga. Harus rajin mandi. Minimal dua kali sehari, pagi dan sore. Jika perlu, tiga kali sehari.

Sabunnya? Tak perlu sabun khusus, sabun mandi biasa pun (bukan sabun antiseptik) sudah cukup efektif untuk menjaga kebersihan badan. Selain bisa mencegah berkembang-biaknya kuman, mandi juga bisa mencegah jerawat akibat produksi kelenjar minyak yang berlebihan.

Agar punggung tidak lembap, tiap kali pulang dari mana pun, kita harus segera membuka pakaian. Supaya punggung kena udara bebas dan keringat bisa kering. Hindari pakaian yang ketat supaya tetap ada sirkulasi udara di punggung. Untuk meminimalkan pengaruh keringat, gunakan pakaian berbahan katun atau bahan lain yang adem dan menyerap keringat. Jangan biasakan memakai pakaian yang basah akibat keringat. Kebiasaan bilang “nanti dulu, menunda mandi setelah pulang kerja” harus dibuang jauh-jauh.

• Jika masalahnya adalah gangguan pengelupasan sel kulit, jerawat bisa dicegah dengan scrubbing. Cara ini akan membantu pengelupasan sel kulit yang sudah mati sehingga ia diganti oleh sel kulit yang baru. Scrubbing ini hanya disarankan untuk kasus jerawat yang masih kecil-kecil, yang masih berupa komedo, bintik-bintik kecil. Kalau jerawat sudah gede-gede, apalagi sudah bernanah, cara ini tidak lagi dianjurkan. Malah bisa berbahaya sebab akan memperparah peradangan yang ada. Jika ada infeksi, proses scrubbing mungkin akan menyebabkan kuman malah menyebar.

Acara pencet-memencet juga harus ditinggalkan. Apalagi sampai menyuruh orang lain untuk melakukannya. Entah jerawat wajah atau punggung, cara ini tidak dianjurkan. Alasannya jelas. Pertama, cara ini tidak menyelesaikan masalah. Kedua, bisa saja malah menyebabkan infeksi. Sekalipun “hanya” di punggung, infeksi tetap harus dihindari. Ketiga, cara pencet paksa akan meninggalkan bekas noda hitam di punggung.

• Supaya jerawat cepat sembuh, konsumsi kalori dibatasi. Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak. Ini sebetulnya tak ada hubungannya dengan keyakinan sebagian orang yang menganggap jerawat terjadi akibat kita makan lemak. Bukan itu. Lemak tidak menyebabkan jerawat secara langsung. Akan tetapi, pembatasan kalori memang diketahui bisa mempercepat penyembuhan jerawat. Lemak perlu dibatasi karena, seperti kita tahu, nilai kalorinya paling tinggi di antara jenis kalori lain misalnya karbohidrat atau protein. Pada mereka yang tidak membatasi makan, jerawat biasanya akan lebih sulit sembuh. Itulah sebabnya konsumsi makanan sebaiknya dibatasi. Jadi, cokelat, susu, telur, dan makanan yang mengandung lemak tinggi lainnya tetap boleh saja dimakan, asal jangan banyak-banyak.

Views : 6085

blog comments powered by Disqus