Kamis, 10 September 2009

Dari Penampilan sampai Kerja Tim (1)

Foto: Dok. NOVA

Selamat! Setelah melewati serangkaian proses seleksi, Anda akhirnya diterima untuk sebuah pekerjaan baru. Mungkin saja, Anda adalah seorang fresh graduate , sarjana yang baru lulus dari universitas yang baru pertamakalinya bekerja dalam arti sesungguhnya.

Atau, mungkin juga Anda sebelumnya sudah pernah, bahkan sering berganti pekerjaan karena ada hal-hal yang tidak memuaskan dan tidak sesuai dengan keinginan Anda, atau Anda pernah mempunyai pengalaman kurang menyenangkan, sehingga Anda mencari pekerjaan baru.


Pengalaman sebelumnya membuat Anda menaruh harapan besar bahwa pekerjaan yang Anda peroleh sekarang adalah pekerjaan yang lebih baik dan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Atau bisa jadi, Anda adalah seorang yang sudah berpengalaman dalam beberapa kontrak kerja, dan ingin mencoba mencari tantangan baru di tempat kerja yang lain.


Nah, sebelum Anda memulai segala seuatunya, di tengah ketatnya persaingan dunia kerja saat ini, sudah sewajarnya Anda bersyukur atas apa yang Anda peroleh saat ini. Kemudian, bagaimana persiapan Anda dan cara Anda menyikapi pekerjaan baru tersebut, akan menentukan sukses tidaknya Anda di tempat kerja baru tersebut. Ingat, meskipun pengalaman Anda segudang, Anda tetap merupakan orang baru di lingkungan kerja sekarang. Nah, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan diri dengan pekerjaan baru ini.

1. Sikap dan penampilan
Barangkali secara formal akan ada acara perkenalan yang dialaksanakan di kantor baru Anda. Tapi, secara informal, sebaiknya Anda juga lebih dulu memulai perkenalan dengan rekan-rekan kerja Anda satu per satu. Bersikap baik, sopan, perhatian, dan keramahan yang tulus serta menghargai orang lain akan membuat Anda cepat mendapat simpati dari mereka.


Selain itu, penampilan luar yang sopan dan rapi juga sangat penting artinya, meskipun tentu disesuaikan dengan profesi dan aturan yang ditetapkan. Kalau aturannya harus menggunakan seragam kantor, berarti Anda harus mematuhinya, bukan?

Demikian juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di tempat kerja baru Anda. Anda sebaiknya bersikap fleksibel dan berusaha menyesuaikan diri dengan mereka. Tak ada salahnya Anda mengikuti kebiasaan yang berlaku di kantor Anda, misalnya gaji pertama berarti acara mentraktir teman-teman.

2. Mempelajari tugas dan seluk beluk pekerjaan
Anda harus betul-betul memahami, apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab Anda di kantor saat ini. Apa kedudukan dan tanggung jawab Anda, bagaimana wewenang maupun hak-hak yang Anda peroleh, juga aturan-aturan main maupun seluk-beluk perusahaan/kantor tempat Anda bekerja.


Mengingat begitu banyak hal yang harus Anda pelajari, banyak-banyaklah belajar, antara lain dengan membaca, bertanya, dan juga melakukan pengamatan terhadap rekan kerja yang sudah lebih dulu berpengalaman menangani bidang yang Anda tekuni sekarang. Anda bisa melakukannya sembari membantu pekerjaan mereka, misalnya.


Selain bisa belajar, hubungan pertemanan Anda juga menjadi lebih akrab. Yag harus Anda ketahui, meskipun di bangku sekolah atau kuliah Anda telah mendapatkan seabrek teori, tapi prakteknya tak selalu sama. Bahkan banyak yang bilang, pekerjaan baru berarti pembelajaran baru. Hanya saja, teori maupun pengalaman yang Anda peroleh sebelumnya akan mendukung Anda untuk cepat memahami dan menguasai tugas baru tersebut.

3. Berikan yang terbaik
Pada awal-awal masa bekerja, secara langsung atau tidak, atasan maupun rekan-rekan kerja Anda akan mengamati dan memberikan penilaian terhadap kinerja Anda. Ada juga kantor atau perusahaan yang menerapkan masa uji coba untuk melihat bagaimana kinerja Anda dalam menyelesaikan tugas yang telah ditetapkan.

Nah, Anda harus berusaha melewati masa-masa ini dengan baik. Memang secara psikologis, orang baru cenderung ingin menunjukkan hasil kerja yang terbaik untuk memperoleh kepercayaan. Jadi, peliharalah ini. Tunjukkan bahwa perusahaan atau kantor tempat Anda bekerja telah memilih orang yang tepat.

Yang juga penting, jangan tunjukkan kelemahan Anda di hadapan orang lain, apalagi atasan Anda dengan keluhan-keluhan seperti, “Aduh, bagaimana ya, saya belum pernah melakukannya” atau “Ternyata pekerjaan ini ternyata tidak sesederhana seperti yang saya bayangkan,” dan sebagainya.

Usahakan untuk memelihara kepercayaan diri. Toh, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan itu sambil bertanya dan meminta bimbingan kepada orang lain yang lebih tahu. Anggaplah setiap kesalahan, yang barangkali terjadi karena kita masih dalam proses penyesuaian diri, sebagai pelajaran berharga untuk aktivitas berikutnya.

Kiriman: Tuti Handayu, SKM

Dilihat : 1319 orang
  • Rating :
  • 3/5 (23 votes)
blog comments powered by Disqus