Senin, 31 Januari 2011

Your Office is Your Playground?

Foto: Daniel Supriyono

Banyak karyawan memanfaatkan fasilitas kantor untuk bermain dan mencari hiburan pribadi. Sebenarnya, etiskah kegiatan selingan ini?

Tugas menumpuk, dikejar deadline , rekan kerja tidak bisa diajak kerjasama, belum lagi bos yang gemar marah-marah atau singkatnya kejenuhan menjadi alasan bagi pekerja untuk bermain game  di kantor.

Kalau dilakukan sebentar saja rasanya tidak masalah. Yang penting, menurut Anda, asal jangan kebablasan, apalagi menelantarkan pekerjaan. Jika ingin tahu sudut pandang yang tak kalah menarik mengenai bermain di kantor, ikuti penjelasan Cherry Zulvyanti Riadi Lukman , dari Experd Consultant . Menurut konsultan karier ini, bermain di kantor juga punya etika, lho.

Bukan Fasilitas Umum

Hal pertama yang harus dimengerti adalah segala sesuatu yang berada di kantor merupakan milik (inventaris) perusahaan. Fasilitas itu disediakan untuk menunjang pekerjaan karyawan. Dan, jika ada karyawan yang menggunakan barang tersebut untuk keperluan pribadi, Si Karyawan bisa dikategorikan sebagai pencuri, lho. Mengapa?

1 Perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk mengadakan semua fasilitas yang ada di kantor. Jika fasilitas itu digunakan di luar kepentingan perusahaan, ini merugikan perusahaan.

2 Perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk mempekerjakan karyawan. Ketika karyawan tidak maksimal menggunakan jam kerjanya untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, dia sudah melakukan korupsi waktu. Dikatakan korupsi, apabila ada salah satu pihak merasa dirugikan karena pihak lain mencari keuntungan sendiri.

Butuh bukti? Hitung saja ini, katakanlah Anda bekerja dari Senin-Jumat. Jika dalam satu hari saja Anda korupsi waktu satu jam, maka sebulan itu Anda sudah korupsi waktu sekitar 20 jam (1x20 hari kerja dalam sebulan). Jika sudah begini, tentunya perusahaanlah yang sangat dirugikan.

Maksimalkan Waktu

Hal kedua yang perlu kita pahami, waktu yang kita miliki di kantor merupakan hak perusahaan. Artinya, selama kita berada di kantor (misalnya, dari pukul 9.00-17.00), pikiran dan tenaga harus fokus terhadap urusan kantor.

Lantas, kapan karyawan bisa sejenak melepaskan lelah dan beban pekerjaannya? Ya, di waktu istirahat makan siang.

Namun, banyak karyawan merasa, bermain di kantor itu sah-sah saja, terlebih jika mereka sudah menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.

Meskipun atasan Anda tidak mempersoalkannya, sebaiknya jangan teruskan kebiasaan ini. Sebagai karyawan yang baik, tentunya Anda harus menunjukan kualitas kerja yang baik juga. Manfaatkanlah waktu Anda di kantor secara maksimal dengan mencari ide-ide baru yang bisa memajukan perusahaan atau mengerjakan pekerjaan positif lainnya.

Jika Anda merasa tidak nyaman dengan aturan perusahaan yang terlampau ketat, pilihannya hanya dua. Tetap mengikuti dan membiasakan diri dengan aturan tersebut atau keluar dan mencari pekerjaan di perusahaan lain.

Etika Bermain di Kantor

Ternyata banyak sekali, lho, kegiatan yang masuk dalam kategori “bermain” di kantor dan kadang hal-hal tersebut tidak disadari karyawan.

• Instant Messenger

Banyak perusahaan yang menyuplai aplikasi atau messaging software ini kepada karyawan untuk memudahkan komunikasi antar rekan kerja dan klien.

Namun makin ke sini, fungsi itu bergeser. Banyak karyawan yang menggunakan fasilitas ini justru untuk mengobrol dengan sesama rekan kerja atau temannya yang berada di tempat lain. Jika Anda merupakan salah satu dari karyawan ini, hentikan segera kebiasaan tersebut. Mulailah menulis dan membalas pesan melalui IM (instant messenger) untuk urusan kantor saja.

Untuk menghindari gangguan dari “panggilan” teman-teman Anda yang suka bergosip melalui aplikasi tersebut, pasang status “sibuk”, “away”, “busy”, atau belajar untuk mengabaikannya.

Etika Ber-IM di Kantor:

z Gunakan IM (web base/portable IM) yang diizinkan oleh perusahaan kantor Anda.

z Namanya saja “Instant Messaging”, jadi sampaikanlah pesan Anda dengan instan. Langsung ke pokok permasalahan, jangan bertele-tele.

z Gunakan bahasa yang benar, jelas, dan hindari istilah yang tidak biasa digunakan di kantor Anda. Ini untuk menghindari kesalapahaman dalam penyampaian pesan.

z Jika pesan yang ingin Anda sampaikan terlalu panjang, lebih baik bertemu langsung saja.

• Main Games

Mungkin bagi Anda, main games  di kantor bukanlah hal besar. Anda salah sekali. Main games di kantor, apalagi menggunakan PC kantor, sangat merugikan perusahan. Lagipula main games, kan, bukan bagian dari tugas Anda. Jika ingin bermain games, lebih baik gunakan waktu makan siang dan dengan fasilitas pribadi.

• Putar Musik

Meskipun musik yang Anda putar dari komputer Anda masuk dalam kategori lagu popular, jangan sekali-sekali memutarnya dengan suara kencang. Belum tentu rekan kerja Anda merasa nyaman dengan suaranya. Kadang ada beberapa orang yang butuh ketenangan total untuk bisa berkonsentrasi menyelesaikan tugasnya. Matikan speaker komputer Anda dan gunakan earphone saja.

• Miss/Mr. Ring-ring

"Kebetulan Si Bos lagi enggak ada di kantor, nih, nelpon si A, ah." Kalau meneleponnya dengan ponsel pribadi, sih, tidak masalah, tapi jangan sampai memakai telepon kantor. Tagihan dari line Anda yang membludak lambat laun pasti mengundang pertanyaan kantor, lho!

• Facebook dan Twitter

Banyak perusahaan yang menutup dua fasilitas ini dari jaringan internet perusahaannya. Alasannya? Banyak pekerjaan karyawan terbengkalai karena mereka lebih fokus mengubah status pribadinya dan mengomentari status orang lain. Lain halnya jika memang pekerjaan Anda membutuhkan koneksi dari jejaring ini, rasanya sah-sah saja meminta pengecualian dari kantor.

• SMS dan BBM

Para penggila SMS dan BBM sering tidak memedulikan kapan dan di mana mereka menggunakan SMS dan BBM. Bahkan, kadang ada beberapa karyawan yang pada saat rapat, meski matanya menatap pimpinan rapat, jemarinya tak pernah lepas dari keypad ponselnya.

Sikap ini sama saja menyatakan, kalau Anda tidak menghormati pimpinan dan rekan kerja di sekitar Anda. Untuk mengatasinya, usahakan di momen-momen penting dalam pekerjaan Anda (misalnya, rapat atau presentasi), tinggalkan ponsel Anda di tas. Dan, mulailah membiasakan diri memilah SMS/BBM mana yang harus segera dibalas, mana yang perlu ditunda.

• Berlama-lama di Kantin

Nongkrong di kantin kantor boleh saja, asal dilakukan saat jam istirahat. Kalau Anda sering melakukannya di luar waktu istirahat, kegiatan itu sudah masuk dalam kategori “bermain” di kantor, lho, karena Anda sudah mengorupsi jam kerja Anda.

 Ester Sondang

Dilihat : 1024 orang
  • Rating :
  • 0/5 (0 votes)
blog comments powered by Disqus