Sabtu, 5 Desember 2009
Inikah Saatnya Mundur?
Setelah bekerja cukup lama, bukan tidak mungkain Anda menemukan kebosanan. Pekerjaan yang Anda anggap luar biasa 5 tahun lalu, kini terasa biasa-biasa saja atau bahkan membosankan. Mencari tantangan baru merupakan hal yang wajar sebagai kebutuhan akan pengakuan bahwa Anda berharga. Namun sebelum angkat kaki, pertimbangkan dulu masak-masak.
Tanyakan pada diri sendiri, alasan Anda menginginkan perubahan. Evaluasilah pekerjaan Anda. Buatlah daftar pra dan kontra tentang posisi dan jenis pekerjaan Anda saat ini. Jangan-jangan Anda cuma butuh perubahan suasana. Bicaralah pada atasan Anda. Siapa tahu Anda beruntung diikutsertakan dalam proyek-proyek baru, mutasi pegawai, atau promosi jabatan dengan tugas-tugas yang lebih menantang.
Kalau Anda yakin pindah kerja merupakan satu-satunya jalan keluar Anda, mulailah menyusun rencana dan strategi. Salah satu yang harus juga Anda persiapkan adalah soal keuangan. Paling tidak Anda harus memiliki tabungan enam bulan gaji sebagai cadangan. Bila tidak, sebaiknya jangan berpikir untuk mengundurkan diri dari perusahaan lama sebelum mendapatkan lowongan pekerjaan baru.
Berikut tanda yang memastikan bahwa Anda memang perlu pekerjaan baru di perusahaan lain.
- Anda justru bersyukur bila terserang penyakit.
- Anda malas bangun di pagi hari.
- Berharap segera mendapat jodoh (bagi yang belum punya) hingga tak perlu bekerja.
- Anda selalu tak sabar ingin berangkat ke luar negeri.
- Anda sering terserang sakit kepala tanpa sebab.
- Anda selalu ingin cuti.
- Anda cenderung bekerja seenaknya.
Nah, kalau akhirnya mencari perusahaan baru yang memang harus Anda lakukan, bersikaplah hati-hati dan bijaksana. Tanyakan pada atasan, berapa bulan sebelumnya Anda harus mengajukan surat pengunduran diri, dan berapa hari sisa cuti Anda. Tetapi jangan katakan pada semua orang di kantor rencana pengunduran diri itu sebelum bicara dengan atasan.
Bertahanlah untuk tidak mengungkit luka-luka lama yang terjadi selama Anda bekerja di situ sekalipun itulah penyebab kepergian Anda. Kalaupun atasan Anda menanyakan alasan Anda, jawablah dengan diplomatis. Misalnya butuh suasana baru.
Surat pengunduran diri sebaiknya pun ditulis tangan, disertai tembusan ke bagian personalia. Jangan lupa di dalamnya cantumkan informasi waktu keluar yang diinginkan, ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuan atasan, serta penghargaan atas kesempatan yang diberikan hingga bisa bekerja sama dengan mereka sebelum pergi, mintalah surat referensi.
Kepada calon pengganti Anda, tawarkan bantuan, tetapi hindari pamer keahlian. Jelaskan hal-hal yang tak Anda ketahui saat dulu pertama kali menempati posisi tersebut. Dengan langkah di atas, sesungguhnya Anda sudah menjalin hubungan baik. Segala hubungan baik akan berbuah manis pula bagi kelangsungan karier dan kehidupan Anda.
Dok. NOVA

