Membership
Lupa password?
Konsultasi Karier

Hak CUTI yang Wajib Diketahui
Senin, 18 Juni 2012
cuti

Ilustrasi

Setiap karyawan berhak akan cuti. Sebagai bukti, pemerintah  dan lembaga pengatur ketenaga kerjaan  telah mengatur beragam jenis cuti sebelum karyawan mengajukan. Agar tak salah memposisikan cuti maupun mengeluh dengan kewajiban karena tak dapat cuti, pahami macam hak cuti Anda.

Cuti Tahunan

Cuti yang pertama harus Anda ketahui adalah cuti tahunan. Ini adalah hak setiap tenaga kerja dalam setahun dimana setiap bulan diperkenankan mengambil satu hari cuti atau 12 hari dalam setahun.

Nah, dalam implementasinya beberapa perusahaan memiliki aturan main dalam pengalkulasian. Ada yang dapat di akumulasi ke tahun berikutnya namun juga ada yang menghanguskan sisa jatah cuti.

Ada pula perusahaan yang memberikan kompensasi sejumlah uang kali sisa jatah cuti yang belum diambil.

Pada intinya, cuti tahunan adalah hak setiap karyawan. Namun realisasinya dipacu oleh sistem perusahaan karena cuti pada dasarnya juga demi produktivitas.

 

Cuti Melahirkan

Pada kaum wanita ada yang dinamakan cuti melahirkan selama 3 bulan. Jika menganut pada UU, cuti ini dihitung dalam satu setengah bulan sebelum plus satu setengah bulan sesudah melahirkan. Pasalnya, wanita dengan kondisi hamil tua rentan risiko jika kurang dapat menjaga kehamilan. Selain itu, perlu waktu untuk pemulihan dan merawat anak dengan baik.

Sayangnya, Anda tak  bisa menentukan dengan pasti kapan akan melahirkan. Hanya bisa memperkirakan waktu kelahiran. Sehingga pada realisasinya, cuti melahirkan diberikan pasca tanggal pengajuan (bisa sebelum melahirkan atau dekat waktu melahirkan).

Cuti Menstruasi

Sayangnya tak semua perempuan memahami cuti haid, kendari UU telah mengatur tentang hal ini.

Cuti ini juga merupakan hak cuti khusus yang ditujukan untuk perempuan. Namun untuk mendapatkannya perlu dibuktikan dengan surat keterangan dokter. Dan, banyak perusahaan yang melupakan hak cuti haid. Beberapa perempuan justru malu mengakui jika sedang haid atau pilih bungkam karena merasa bukan kebiasaan yang dikenal di organisasi perusahaan.

 

Cuti Bersama

 

Cuti bersama adalah cuti yang diatur pula oleh pemerintah untuk keperluan masyarakat luas, misal, hari kurang efektif karena diantara libur dan akhir pekan atau hari raya yang membutuhkan tambahan libur. Kendati demikian, realisasinya tergantung kebijakan perusahaan.

Dan, cuti ini biasanya diberikan dengan memotong jatah cuti tahunan.

Ibadah Haji

Bagi umat Islam ada cuti yang disebut cuti ibadah haji. Cuti ini diberikan karena adanya salah satu kewajiban agama yang harus ditunaikan yakni beribadah haji. Panjangnya tergantung jenis paket haji yang diambil, untuk ONH plus diberikan sekitar 2 minggu sedangkan cuti haji biasa sekitar 40 hari.

Sedangkan ibadah umroh, cuti tidak termasuk tanggungan perusahaan.

Cuti Masa Kerja

Beberapa perusahaan menerapkan kebijakan tertentu bagi karyawan yang telah mengabdi cukup lama. Ada yang memberikan cuti masa kerja setelah 5 tahun ada juga yang lebih. Cuti ini diberikan sebagai upaya memberikan waktu beristirahat demi produktivitas kerja.

Cuti Insidental

Cuti juga dapat diambil oleh karyawan karena keperluan khusus seperti, menikah, menikahkan anak, mendampingi istri melahirkan, khitan, baptis, kematian keluarga inti. Insiden yang dialami harus terkait dengan keluarga inti untuk mendapatkan cuti insidental selama 2 hari kerja.

Cuti Ditanggung dan Di Luar Tanggungan Perusahaan

Masih ada pula cuti yang ditanggung dan di luar tanggungan perusahaan. Cuti yang ditanggung biasanya berkaitan dengan kepentingan perusahaan, misal, sekolah untuk pengembangan skill karyawan yang disarankan oleh perusahaan. Selama cuti tersebut, karyawan tetap mendapatkan gaji per bulan. 

Sedangkan cuti yang dilakukan diluar ketentuan perusahaan atau diluar jenis-jenis cuti di atas, jumlah cuti akan dipotong gaji sang karyawan.

OPTIMALKAN CUTI ANDA

Setelah memahami jenis-jenis cuti, beberapa hal perlu dilakukan untuk mengoptimalkan cuti. Yakni dengan,

Pastikan Tujuan

Apa tujuan Anda mengambil cuti, baik tahunan maupun diluar tanggungan perusahaan? Sebaiknya Anda telah merumuskannya sebelum mengajukan cuti.

Misal, Anda ingin menyegarkan kembali pikiran atau mengatur kembali keperluan yang benar-benar penting lainnya. Dengan begitu, Anda bisa fokus memaksimalkan cuti.

Buat Rencana  

Setelah meletakkan dasar tujuan cuti Anda, selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah rencana realisasi cuti. Apa saja agenda selama cuti?

Buat jadwal atau rencana bagaimana hari cuti Anda akan digunakan. Jika perlu, buat rencana terperinci termasuk rencana perjalanan yang mungkin dilakukan. Rencana yang matang akan membuat tujuan dalam cuti Anda cepat tercapai.

 

Laili  / dari berbagai sumber

Views : 10298

blog comments powered by Disqus