Jumat, 8 Mei 2009

Strategi Bekerja di Antara Perempuan (2)

Foto: Adrianus Adrianto/NOVA

Langkah berikut juga tak kalah penting diperhatikan agar Anda nyaman berada di lingkungan kerja yang didominasi pekerja wanita.

Ikuti Pergaulan
Dari pengetahuan yang diperoleh, Anda juga bisa mencari celah untuk masuk ke dalam lingkungan kepercayaan rekan kerja wanita lain. Apalagi lingkungan kerja dominan wanita memang dikenal dengan ciri: like and dislike yang sangat subyektif.

Jangan sampai, hanya karena salah memilih kata-kata atau berpakaian yang kurang pantas, dapat menghambat Anda untuk diterima dalam lingkungan pergaulan. Ini akan mempengaruhi kinerja ke depan. Pastinya akan sulit bila harus bekerja tanpa didukung lingkungan dan selalu dipandang negatif atas prestasi yang dihasilkan.

Yuni menganggap sah-sah saja jika Anda mengeluarkan ekstra biaya di awal masa orientasi di lingkungan kerja. Atau mungkin sedikit menggeser diri Anda yang sebenarnya. Tapi, anggaplah ini sebagai investasi yang baik untuk masa depan.
Jika ada peluang untuk ngopi, shopping, nyalon , atau nongkrong bareng, manfaatkan ajakan-ajakan ini untuk masuk dalam pergaulan mereka.

Amati topik yang mereka sukai, dan usahakan nyambung terus dengan mereka. Mungkin akan melelahkan pada awalnya. Namun, jika sudah diterima oleh mereka, perlahan Anda sudah bisa menarik diri dan kembali kepada pribadi yang sebenarnya. Meskipun tak harus ekstrim meninggalkan apa yang sudah Anda imitasi dari mereka.

Tetap Rendah Hati
Ketika Anda mulai menunjukkan prestasi yang diharapkan perusahaan, atasan banyak memuji, dan mengakui keunggulan Anda, jangan lupa untuk membagi perhatian ke lingkungan sekitar.

Ingat, di ingkungan kerja mayoritas wanita, intrik akan amat mudah muncul. Anda boleh merasa pantas mendapatkan pujian atas hasil kerja dari atasan. Namun, jangan lantas membuat Anda jadi lupa diri atau sombong terhadap yang lain. Tetaplah bersikat bersahaja dan merendah. Meskipun komunikasi sudah nyaman dengan atasan, jangan lantas berlebihan pula mendekatinya.

Tetap dekati rekan kerja yang lain setiap kali ada kesempatan. Di lain kesempatan, Anda pasti akan membutuhkan mereka. Misalnya, ketika kantor menuntut Anda untuk bekerja dalam ssebuah tim. Namun, tak perlu berusaha terlalu keras mendekati rekan, jika itu justru akan membuat Anda terlihat tak natural.

Cukup bersikap netral saja dan tetap kooperatif. Bila masih dipandang negatif, mungkin memang begitu tipikal orang yang tidak terlalu menyukai diri Anda. Sejauh tidak mengganggu proses kerja atau tim, tak perlu membawa masalah sepele ini sampai ke atasan, ya!

Atasi Stres
Sudah menjadi karakter wanita yang selalu dipengaruhi suasana emosi yang sedang dirasakan. Begitu pula dalam pekerjaan. Sedang bete dengan seorang rekan kerja, terkadang membuat hasil pekerjaan jadi tak maksimal. Untuk itu, Anda perlu segera mengatasi stres jika sudah mulai berkembang mempengaruhi pekerjaan.

Mulailah mengatasi stres dengan menghadapi rekan-rekan kerja yang bersebrangan dan berpikiran negatif tentang Anda. Salah satu caranya, dengan berusaha merangkul mereka. Berusahalah memiliki waktu lebih banyak lagi bersama mereka. Pahami bagaimana pergaulannya. Jika perlu, dekati salah satu dari mereka untuk menyampaikan maksud baik Anda.

Jika sudah mentok dan mengganggu, apapun permasalahan Anda, sebaiknya bicarakan dengan atasan atau pihak manajemen perusahaan. Namun, tetaplah bersikap profesional dan tidak menempatkan masalah personal di dalamnya. Intinya, memang diperlukan kenyamanan untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi jangan membuat semuanya menjadi lebih rumit dengan menjadikan masalah kerja jadi masalah pribadi.

Laili Damayanti

Dilihat : 1014 orang
  • Rating :
  • 2/5 (11 votes)
blog comments powered by Disqus