Rabu, 3 Maret 2010
Jika Anda Dibenci Atasan (2)
3. JANGAN MENCOBA MENGUBAH
Janganlah sekali-kali Anda mempunyai pemikiran untuk mengubah atasan agar menyukai Anda. Yang harus Anda lakukan adalah mengubah diri Anda sendiri. Anda harus menanyakan pada diri Anda, apakah ada hal-hal yang selama ini tidak berkenan di hati atasan Anda.
Mungkin saja selama ini produktivitas kerja Anda sudah mulai menurun, atau disiplin dan etika kerja yang sudah berkurang banyak. Hal-hal inilah yang seharusnya Anda kenali lebih dulu. Bisa jadi, atasan membenci Anda karena Anda sudah tak bisa lagi diandalkan sebagai. Banyak tugas atau tanggung jawab yang Anda abaikan.
Atau bisa saja atasan membenci Anda karena sudah berkali-kali Anda diberi peringatan, diberi nasihat untuk mengubah sikap dan perilaku Anda, namun Anda tak mau juga mengubah diri. Sebagai bentuk kekecewan atasan, maka ia pun membenci Anda. Jadi, dalam hal ini, jangan salahkan atasan kalau harus membenci Anda.
Memang, seringkali seseorang akan berubah ketika ada orang lain yang membenci dirinya. Mungkin saja atasan Anda mengambil jalan seperti ini untuk menyadarkan Anda. Oleh sebab itu, cepat-cepatlah ubah diri Anda sebelum orang lain mengubah Anda.
4. PENUHI PERMINTAANNYA
Meski pun atasan membenci Anda, jangan sekali-kali menolak tugas-tugas yang diberikan. Malahan sebaliknya, Anda harus bisa menunjukkan bahwa Anda sama sekali tidak putus asa menghadapi situasi seperti ini. Apabila ini Anda lakukan, cepat atau lambat atasan Anda pun akan berpikir bahwa Anda mampu bersikap profesional.
Anda mampu memisahkan mana yang masalah pribadi dan mana masalah yang berkaitan dengan tugas Anda. Bahkan kalau perlu, kerjakan sesuatu melebihi yang diminta oleh atasan. Misalnya Anda rela bekerja lembur tanpa diminta, atau bersedia pulang lebih lambat dibandingkan rekan-rekan yang lain.
Hal inilah yang akan menyentuh hati atasan, sehingga ia mulai menilai positif Anda. Anda akan dipersepsikan sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan loyal terhadap tugas dan pekerjaan yang diberikan.
Hal lain adalah, sebisa mungkin jangan menolak permintaannya, meski pun permintaan itu sulit Anda lakukan. Kerjakan sebaik dan sebisa mungkin. Siapa tahu, itu adalah cara atasan untuk mulai memperhatikan Anda lagi. Siapa tahu, itu adalah cara atasan untuk menguji Anda, apakah Anda masih setia terhadapnya atau tidak?
5. KENALI PERASAANNYA
Sebenci-bencinya atasan, jika Anda mampu memenuhi kebutuhan perasaannya, rasa benci itu cepat atau lambat akan hilang juga. Hanya saja, Anda dituntut untuk tidak mudah putus asa. Ingat, pada dasarnya, seseorang ingin diperlakukan dengan hormat.
Oleh sebab itu, kalau Anda mampu memperlakukan atasan Anda secara istimewa, maka ia pun akan luluh. Persoalannya, bagaimana cara menyentuh perasaannya? Yang jelas, tunjukkan sikap dan perilaku yang membuatnya senang. Tentu, tak perlu berlebihan, cukup dengan hal-hal sederhana tetapi mengena. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:
Senyum
Berilah senyum setiap kali bertemu atau berpapasan dengan atasan. Mungkin sekali-dua kali, senyuman Anda tidak akan dibalas, tetapi jangan menyerah. Lakukan terus-menerus, sampai atasan mau memberikan balasan meskipun dengan senyuman yang kecut dan dipaksakan.
Jangan sakit hati!
Ucapkan selamat pagi ketika ia datang di kantor. Jangan pernah berharap bahwa ucapan Anda akan ia balas. Namun, Anda tetap harus melakukannya. Ingat, seseorang yang disapa lebih dahulu, biasanya akan berbunga-bunga.
Mungkin untuk menjaga gengsinya, untuk beberapa kali atasan tidak akan menanggapi ucapan Anda. Tetapi, lakukanlah terus menerus, sampai ada sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Yang penting, ia sudah mau membalas sapaan Anda.
Pamitlah setiap kali Anda mau pulang. Ini akan menunjukkan bahwa Anda menghargai keberadaannya. Ingat, orang yang dianggap oleh orang lain biasanya akan merasa bangga.
Dok. NOVA

