Rabu, 3 Maret 2010

Jika Anda Dibenci Atasan (1)

Banyak hal yang bisa membuat karier Anda mentok, salah satunya adalah hubungan dengan atasan. Hubungan yang terjalin baik, paling tidak akan membuat Anda nyaman, dan alhasil, kinerja Anda pun meningkat. Namun, bagaimana jika atasan membenci Anda? Apa yang harus Anda lakukan?

Keberhasilan bekerja di suatu perusahaan dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah faktor atasan. Memang, tidak dapat dipungkiri bahwa peran atasan di dalam memuluskan jalan Anda untuk meraih berbagai keberhasilan sangatlah besar.

Artinya, kalau Anda mampu menjadi seseorang yang berkenan atau "dicintai" atasan, maka jalan untuk meraih berbagai keberhasilan tentunya terbuka lebar. Sebaliknya, apabila Anda dibenci oleh atasan, jalan untuk meraih keberhasilan sedikit banyak akan tertutup. Kenapa demikian? Pasalnya, salah satu peran dan fungsi atasan adalah melakukan penilaian terhadap diri Anda.

Nah, kalau Anda dibenci atasan, bagaimana ia akan menilai baik prestasi kerja Anda? Ingat, dalam lingkungan kita, seringkali faktor subyektivitas masih sangat berperan dalam menilai seseorang. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika atasan membenci Anda?

1. CARILAH INFORMASI
Janganlah cepat percaya bahwa atasan membenci Anda. Apalagi kalau hal itu disebarluaskan oleh orang lain. Anda harus kritis apakah kabar itu benar atau sengaja dihembuskan oleh orang yang tidak senang dengan Anda. Jadi, untuk memastikan kebenaran kabar itu, Anda harus mencari informasi!

Darimana informasi itu bisa Anda peroleh? Kalau Anda berani, Anda bisa bertanya langsung kepada atasan, apakah betul ia memang membenci Anda, dan apa alasannya. Tetapi kalau Anda takut bertanya langsung, Anda bisa juga memperhatikan sikap dan perilakunya. Apakah sekarang ini perilaku atau sikapnya berbeda dengan beberapa waktu lalu. Mungkin, sebulan lalu ia masih sangat ramah, baik, dan percaya kepada Anda. Nah, apakah saat ini hal itu masih ia lakukan?

Jika jawabannya ya, berarti kabar tersebut bohong. Mungkin hanya perasaan Anda saja. Namun, alau ternyata sikap dan perilaku atasan berbeda dari waktu-waktu yang lalu, bolehlah Anda mulai curiga, jangan-jangan kabar itu memang benar adanya. Meskipun seringkali Anda pun masih ragu. Kalau Anda masih ragu, cobalah tanya kepada seseorang yang dekat dengan atasan dan mintalah tolong mencarikan informasi. Jangan sekali-kali Anda mengambil kesimpulan hanya karena perasaan Anda saja. Ingat, perasaan bisa saja salah.

2. EVALUASI DIRI
Cobalah melakukan evaluasi diri, apakah ada sikap atau perilaku yang mungkin pernah membuat sakit hati atasan Anda. Seringkali, karena Anda merasa dekat dengan atasan, maka hal-hal yang bisa membuat atasan sakit hati dapat keluar tanpa Anda sadari. Maka, kalau hal itu memang pernah Anda lakukan, cepat-cepatlah bertindak proaktif, dengan mendatangi atasan dan mintalah maaf. Jangan sampai atasan Andalah yang menunjukkan kesalahan Anda.

Untuk mengetahui apa kesalahan Anda sehingga Anda dibenci, tak ada salahnya kalau Anda pun bertanya kepada atasan, dengan kata-kata yang halus. Misalnya, "apa ada yang salah dari diri saya Pak?" Jangan takut atau malu mengakui bahwa Anda pernah melakukan kesalahan.

Memang, yang seringkali terjadi, Anda merasa paling benar sendiri, sedangkan atasan adalah sumber kesalahan. Semakin Anda menutup diri untuk melakukan evaluasi diri, maka semakin Anda tak akan pernah tahu bahwa Anda pernah melakukan kesalahan terhadap atasan Anda.
(Bersambung)

Dok. NOVA

Dilihat : 3360 orang
  • Rating :
  • 2.5/5 (12 votes)
blog comments powered by Disqus