Membership
Lupa password?
Keuangan

Deposito, Aman Meski Tetap Beresiko (2)
Minggu, 14 Juni 2009
deposito-adri_resize

Foto: Adrianus Adrianto/NOVA

Sebagai pilihan untuk berdeposito, bank pemerintah direkomendasikan sebagai pilihan aman. Namun, jangan lupa untuk memperhatikan bentuk penalti atau jumlah suku bunganya.

Agar lebih jelas, Anda bisa mulai mengeceknya terlebih dahulu melalui internet maupun Bapepam, untuk melihat profil bank mana yang paling sehat. "Jangan pilih bank yang menjanjikan bunga lebih tinggi dari bank lain. Waspadai hal itu!" tegas Mike.

Mengapa? Banyak orang mengeluhkan, saat ini bunga deposito tergolong kecil. Sebenarnya, menurut Mike, bunga deposito yang kecil justru baik untuk menstabilkan kondidi perekonomian. "Bayangkan kalau suku bunga tinggi, inflasi tinggi, orang-orang akan sulit untuk meminjam uang. Jadi, jangan menyimpan semua uang di deposito. Jika suku bunganya tinggi, bahkan sampai 30 %, bisa-bisa rencana usaha yang akan dilakoni akan jalan ditempat."

Di samping itu, menyimpan uang dalam bentuk deposito juga bisa dalam mata uang asing, misalnya dalam dollar AS. Namun, yang harus diperhatikan adalah tujuannya. Bila untuk biaya sekolah atau kuliah anak di luar negeri, tentu akan menjadi baik hasilnya. Sebaliknya, bila tak ada tujuan yang pasti, hasilnya jadi tak akan maksimal.

"Iya, kalau nilai dollar-nya naik? Bagaimana kalau turun? Lebih baik menyimpan dalam rupiah saja. Biasanya, tingkat suku bunga mata uang asing, jauh lebih kecil dibandingkan rupiah, hanya 1 %. Kecuali bila ada rencana besar yang dituju, boleh saja menyimpan dalam dollar AS, misalnya. Bila untuk pegangan saja, tak perlu terlalu banyak menyimpan." Nah, sudah siapkan Anda berdeposito?

Mencairkan Deposito
Sulit tidak sih mencairkan deposito? Asal syaratnya terpenuhi, mencairkan deposito amatlah mudah. Cukup membawa bilyet deposito, kartu tanda pengenal (KTP), karti ATM atau buku tabungan. Dana yang akan dicairkan dapat langsung ditransfer ke dalam rekening tabungan yang dimiliki.

Misalnya, deposito yang dimiliki Rp 30 juta, tetapi Anda hanya membutuhkan untuk mencairkan Rp 15 juta. Artinya, yang Rp 15 juta akan ditransfer ke rekening tabungan Anda, sisanya dimasukkan lagi ke deposito. Sebaiknya, bila sudah bisa mengumpulkan Rp 15 juta lagi, segeralah depositokan kembali. Bila ingin ditambahkan ke deposito lama, tunggulah sampai tanggal jatuh tempo, kemudian membuka deposito baru.

Mike menyimpulkan, tak ada satupun produk sekuritas yang lebih bagus dari yang lain. "Hal ini tergantung kepada investornya. Tiap produk pasti ada risikonya, bahkan tabungan yang paling aman pun tetap ada risikonya," tandas Mike, yang sudah menulis buku Mewujudkan Rumah Idaman "Tips dan Trik Mendapatkan KPR" dan 120 Solusi Mengelola Keuangan Pribadi.

Plus & Minus Deposito
Sebelum buru-buru berkunjung ke bank dan menyimpan uang, sebaiknya Anda simak dulu sejumlah informasi penting seputar deposito berikut!

1. Setoran Minimal
Jumlah minimal penyimpanan deposito akan lebih besar daripada setoran awal ketika membuka rekening tabungan, yang dalam jumlah kecil (antara Rp 50 ribu sampai Rp 500 ribu). Maka, sebaiknya Anda harus memiliki jumlah uang lebih besar. Meski masing-masing bank berbeda-beda, rata-rata untuk berdeposito harus memiliki uang minimal Rp 5 juta.

2. Jangka Waktu
Dalam berdeposito, mengharuskan adanya pengendapan dana selama jangka waktu tertentu seperti 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bahkan,a da pula yang jangka waktunya lebih cepat, yaitu 1-2 minggu. Dengan adanya jangka waktu ini, bila ingin menambah jumlah deposito, Anda tak dapat melakukannya sesuka hati. Sebaiknya, konsultasikan kepada pegawai bank bersangkutan.

3. Pencairan Dana
Dengan adanya jangka waktu, dana deposito juga tak bisa dicairkan begitu saja, melainkan hanya dapat dilakukan pada saat jatuh tempo saja. Jika tetap ingin mencairkannya sebelum jatuh tempo, Anda dapat terkena penalti (dipotong sekian persen, tergantung bank-nya) atau bunga tak dibayarkan selama sebulan ke depan.

4. Bunga Deposito
Bunga deposito lebih besar daripada bunga tabungan, sehingga dapat dijadikan sarana investasi dibandingkan tabungan biasa. Suku bunganya berbeda-beda pada setiap bank. Semakin pendek jatuh temponya, bunganya akan semakin rendah. Sebaliknya, jatuh temponya semakin panjang, suku bunganya pun akan semakin tinggi.

5. Risiko Rendah
Kendati bunganya lebih tinggi dari tabungan biasa, deposito termasuk produk simpanan yang berisiko rendah.

Noverita K. Waldan


blog comments powered by Disqus