Kamis, 31 Desember 2009
Inilah Ciri-ciri si 'Gila Kerja' (1)
Anda-Anda yang terbiasa bekerja keras, apalagi merasa menjadi seorang profesional yang bertanggung jawab penuh pada tugas, jangan terburu-buru mengatakan, “What’s wrong dengan bekerja keras?”. Karena ada perbedaan nyata antara seorang profesional dengan seorang workaholik.
Perbadaan utama itu terletak pada keseimbangan. Seorang profesional, mampu memberikan porsi waktu dan pikirannya pada aspek-aspek kehidupan selain pada pekerjaannya. Sementara si workaholik, karier dan pekerjaannya tidak dapat ia pisahkan dari aktivitas lain yang ia lakukan dalam hidupnya. Lebih jauh, ia kurang mampu melihat, pekrejaan sesungguhnya hanyalah satu aspel saja dalam hidupnya. Sehingga apa yang ia kerjakan akan menentukan, siapa dirinya. Biasanya, salah satu ciri-ciri ini akan tampak menonjol pada seorang workaholik. Sedang ciri lainnya sebagai berikut:
1. Seorang workaholik punya obsesi untuk s elalu menyibukkan dirinya.
Artinya, ia terpaku pada keinginan untuk selalu sibuk. Orang ini sebenarnyaa berada dalam kecemasan tinggi dan selalu dikejar oleh perasaan ada hal penting uang harus segera dikerjakan. Kalu toh, secara nyata tak ada yang jarus ia kerjakan, dengan segera, ia akan mencari-cari kesibukan lain yang bisa “memelihara” kecemasannya tadi !
Biasanya mereka punya beberapa tanggung jawab sekaligus dan menikmati sekali kalau lingkungan mengatakan, “Wah, bagaimana ya membagi waktunya?” Kenyataaan ini akan menjadi makinparah, kalau ia juga memiliki kecenderungan perfeksionis yang besar, karena selain sibuk, ia juga ingin kesempurnaan dalam segala detail pekerjaan yang ia tangani.
Salah satu hal yang paling menonjol pada dirinya, adalah ia selalu merasa, waktu luang adalah sama dengan “buang-uang waktu saja”. Karena ia cenderung mempertahankan tempo kerja tinggi, orang lain di lingkungannya akan dengan mudah dilihatnya seperti kura-kura saja. Akibatnya, muncullah sifat tidak sabar pada lingkungannya.
Sebagai ayah, ia adalah ayah yang pemarah karena anaknya setiap pagi lamban menyiapkan diri ke sekolah. Marah pada istri yang berdandannya lama (padahal nebeng mobil suami) dan berang pada penjaga pompa bensin yang lamban mengisi tangki bensinnya. Marah, tergesa-gesa, dan tidak mau membuang waktu tanpa melakukan apa-apa! Begitulah ciri pertama si workaholik.
Dok. NOVA

