Membership
Lupa password?
Tips Griya

Mengecat Sendiri? Bisa!
Sabtu, 09 Juni 2012
ACE

Foto: Eng Naftali/NOVA

Mengecat sendiri rumah atau ruangan pasti lebih puas dan lebih hemat. Simak cara mengecat yang tepat di sini.

Menggunakan tenaga tukang untuk mengecat dinding rumah atau ruangan kita rasanya memang pilihan yang aman. Padahal, mengecat sendiri ternyata tak sulit, kok. Selain lebih murah, mengecat sendiri juga memberikan rasa puas. Bagaimana caranya? Berikut penjelasan Ivan Teguh Kurnia , Paint, Sundries, and Ladder Department dari ACE Hardware Indonesia .

1 Siapkan perlengkapan antara lain cat, cat dasar, sparkling (dempul), cairan pengelupas cat, kape (scrapper ), cairan pemutih (bleach ), waterproofing , ampelas, sealant , masking tape (lakban), kuas, roller , tray (baki cat), dan extension pole .

2 Lihat kondisi tembok/dinding yang hendak dicat. Jika tembok masih baru, tunggu sekitar 14 hari – 30 hari untuk memastikan tembok benar-benar kering. Tembok memang harus bebas dari kandungan air sebelum pengecatan. Pasalnya, air bersifat “mendesak keluar”, sehingga akan mendorong cat sehingga cat akan terkelupas. Jika ada retakan (retak rambut), gunakan sparkling atau dempul (plamir) untuk menutup retak.

3 Untuk tembok lama, cek kondisinya. Berjamur, terkelupas, atau rusak? Cat lama, idealnya, harus dikelupas sebelum dicat. Pengelupasan bisa dilakukan dengan cairan khusus pengelupas cat. Sapu permukaan tembok dengan cairan pengelupas. Tunggu sebentar, setelah empuk, baru dikelupas dengan kape. Jika permukaan tembok masih terasa kasar/licin, haluskan dengan ampelas. Umumnya, ampelas yang digunakan adalah ampelas grade 100-200.

4 Jangan lupa bersihkan tembok dari debu, jamur, lumut, atau kotoran. Bisa dengan cairan khusus (bleach ) atau cukup dengan air sabun. Tunggu sampai kering, baru dilakukan pengecatan. Jika tembok lembap, lakukan waterproofing . Jangan langsung dicat karena pasti cat akan terkelupas.

5 Jika permukaan sudah bersih dan rata, lakukan pengecatan. Bisa dengan cat dasar lebih dulu atau pilih cat khusus yang bisa diaplikasikan tanpa cat dasar. Untuk merapikan celah antara kusen dan tembok gunakan sealant .

6 Teknik mengecat dengan kuas sebaiknya tidak dengan cara menimpa (overlapping ) atau disambung. Cara ini malah membuat bagian sambungan lebih tebal dan warna pun jadi berbeda. Sebaiknya lakukan satu tarikan horizontal sekaligus. Sementara untuk pengecatan dengan roller , bisa dengan cara menarik garis “V”, kemudian menimpanya secara horizontal dan vertikal secara bergantian hingga seluruh area terisi.

7 Khusus untuk pengecatan tembok outdoor , hindari mengecat dengan posisi dinding yang dicat menghadap sinar matahari, karena akan membuat cat cepat kering dan terkelupas. Sebaiknya lakukan pengecatan dengan posisi matahari ada di atas kepala atau di belakang dinding yang dicat. Hindari juga mengecat pada malam hari karena suhu yang dingin akan membuat cat lama kering, sehingga kotoran akan lebih cepat menempel.

Cara Mengcat

Teknik mengecat dengan roller yang benar .Teknik mengecat dengan kuas yang benar. Lakukan satu tarikan horizontal sekaligus. Cara mengecat dengan kuas yang salah. Hindari tarikan yang overlapping atau menyambung. (Foto: Eng Naftali/NOVA)

Piranti Mengecat

Roller dan kuas adalah alat yang saling mendukung saat mengecat. Peralatan lain yang tak kalah penting adalah extension pole untuk mengecat tembok yang tinggi. Extension pole di pasaran biasanya terbuat dari metal atau aluminium dengan ukuran bermacam-macam hingga 6 meter. Perlengkapan lain adalah masking tape (lakban), yang digunakan untuk menutup atau membatasi area yang tidak dicat. Pilih masking tape yang tidak meninggalkan bekas ketika dilepas.

Kuas
Dari sisi bahan, selain kuas sintesis, terdapat juga kuas bristle yang terbuat dari bulu binatang sehingga lebih halus. Saat mengecat, Anda juga harus memerhatikan jenis kuas agar sesuai dengan gunanya. Kuas dinding untuk mengecat area yang luas, kuas trim untuk mengaplikasikan cat di bagian pinggir atau sudut dinding, serta kuas angle sash (sudut miring pada kuas) digunakan untuk aplikasi pengecatan khusus.

Saat membeli, pilih kuas dengan handgrip-nya yang nyaman, sehingga tidak membuat tangan jadi cepat lelah/pegal. Kemudian, pilih kuas yang memiliki pengikat bulu yang kuat supaya bulu kuas tidak mudah rontok ketika digunakan. Selain itu, ketebalan bulu juga harus diperhatikan. Pilih kuas yang memiliki ketebalan bulu yang sesuai, tidak terlalu tipis. Lebar bulu juga sebaiknya tidak terlalu pendek dan ujung bulu rata.

Roller
Di antara sekian banyak jenis roller, roller berukuran tebal bulu 3/8 dan ukuran lebar bulu 9 dan 4 inci paling banyak digunakan. Dari bahannya, roller berbahan wol paling bagus. Selain wol, tersedia juga roller dari bahan polyester sintetis dan busa.

Harus Aman

Selain aman, Anda harus memilih cat yang memenuhi berbagai kriteria berikut:

- Pastikan cat sesuai dengan tujuan kita mengecat. Misalnya, cat tembok untuk mengecat tembok, cat kayu, cat besi, dan sebagainya. Selain itu, sesuaikan pula dengan penggunaannya, indoor atau outdoor.

- Pastikan bahwa cat yang Anda pilih adalah cat yang berkualitas. Dalam jangka panjang, cat berkualitas jauh lebih murah daripada cat tidak berkualitas.

- Pilih cat yang aman bagi pengguna dan aman bagi tembok seperti cat yang 100 persen terbuat dari acrylic latex. Cat yang aman juga tidak mengandung timbal, tidak berbau, tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound) atau zat-zat beracun, dan disertai sertifikat keamanan.

- Pilih tools yang berkualitas bagus agar cat bisa digunakan lebih maksimal.

Hasto Prianggoro

Lokasi dan koleksi: ACE Living World Alam Sutera, Serpong No. 18-UG Floor & No.20-1st Floor, (021-5312 8577), Foto: Eng Naftali/NOVA


blog comments powered by Disqus