Membership
Lupa password?
Tips Griya

Meja Belajar Sahabat Anak
Senin, 30 Maret 2009
Meja Belajar Sahabat Anak

Si Kecil tak semangat belajar di rumah, padahal ada meja belajar di kamarnya? Mungkinkah penempatan, warna, dan model meja belajarnya tak sesuai keinginannya? Tak usah khawatir, ada trik yang bisa Anda ikuti agar Si Kecil bisa semangat belajar lagi!

Kurang pas rasanya jika kamar anak tak dilengkapi meja belajar. Namun, seberapa perlukah meja belajar di kamar anak? Di rumah yang luas, biasanya di kamar anak terdapat meja belajar. Bahkan, tak jarang dibuat ruang khusus tersendiri untuk belajar, lengkap dengan segala fasilitasnya. Sebaliknya, rumah yang memiliki ruang terbatas, meja belajar biasanya diletakkan di luar kamar anak, seperti di ruang keluarga, dengan meja seadanya.
Idealnya, menurut Andri Marendra, ST, kamar anak memang dilengkapi meja belajar. Agar anak bisa lebih berkonsentrasi belajar dan tak terganggu acara teve di ruang keluarga. "Sekarang lebih mudah mendapatkan meja belajar dengan bentuk yang unik-unik. Ada yang didesain seperti meja kantoran atau menyerupai sofa." Tuturnya.
Namun, lanjut desainer interior dari Gema ini, tak perlu memaksakan diri memiliki meja belajar khusus. "Yang penting, ada fasilitas untuk belajar. Di lantai pun anak-anak bisa belajar, dengan menggunakan meja dan kursi plastik sederhana. Jika minim biaya, tak perlu membuat meja mewah dengan penuh laci."
Sebagian orang yang berdana cukup, lanjutnya, ada yang memang mempersiapkan meja belajar sesuai usia anak. Namun, ada juga yang berprinsip agar berhemat hingga beberapa tahun, dengan hanya menggunakan satu meja belajar yang dipakainya dari kecil sampai dewasa. "Sebaiknya, memang pilih yang hemat," saran Andri.

SESUAI KEBUTUHAN
Jika tetap ingin memenuhi keinginan anak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih meja belajar yang pas. "Jika ingin membuat meja belajar sendiri, harus ada kesatuan konsep. Tak terlalu sulit mendapatkan informasi tentang desainnya. Apalagi, saat ini semakin banyak desain unik yang sesuai dengan selera anak-anak," papar Andri
Meja belajar, lanjutnya, terkadang merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan ruang tidur. Sehingga, harus ada kesinambungan konsep antara ruang kamar, meja belajar, dan kebutuhan atau selera anak. Jadi, kata Andri, sebaiknya dilakukan pendekatan perilaku arsitektur dengan psikologis anak. "Setelah itu, barulah ada hasil desain yang diinginkan," ujar ayah satu putra ini.
Perilaku arsitektur dan psikologis anak ini bisa dilihat dari beberapa hal, antara lain, seberapa banyak kebutuhan akan meja belajar dan aktivitas belajar anak. Bagi anak dengan kebutuhan atau kondisi khusus pun harus menajdi bahan pertimbangan untuk menentukan meja belajarnya.
Usia anak pun, imbuhnya, akan sangat memengaruhi desain meja belajar yang diinginkannya. "Tentu saja kebutuhan meja belajar anak usia 3 tahun akan berbeda dengan anak 10 tahun. Jika sudah diketahui kebutuhan dan keinginannya, akan lebih mudah mendapatkan meja belajar yang sesuai," ujarnya.
Selanjutnya, pertimbangkan juga seberapa banyak jumlah lemari, laci, atau loker yang dibutuhkan. "Harus dipikirkan juga tempat meletakkan komputer, penyimpanan berbagai alat tulis, buku-buku, termasuk mainan dan barang koleksi pribadinya." Semua barang itu, saran Andri, bisa dimasukkan ke dalam laci atau loker yang menyatu dengan meja. Atau, bisa saja lemarinya dibuat terpisah dari meja.
Kebanyakan, masalah yang dikeluhkan orangtua adalah kurangnya tempat penyimpanan barang-barang Si Kecil. "Saking banyaknya barang, jadi bingung harus diletakkan dimana. Tak heran jika meja belajarnya juga dijadikan lemari penyimpanan dengan dilengkapi banyak laci. Bahkan, di tempat tidurnya pun masih dilengkapi laci," tandas Andri.
Faktor penempatan meja belajar pun jangan sampai terlupakan. Sesuaikan dengan luas ruangan agar ada ruang gerak dan aktivitas anak sesuai usianya. "Begitu juga dengan ukuran meja, kursi, lemari, dan rak buku." Menurut Andri, aktivitas anak di rumah tak seperti orang dewasa yang lebih kompleks, jadi ada baiknya meja belajar berada di dalam kamar tidurnya jika ruang tak terlalu luas.

HARUS AMAN
Yang juga tak kalah penting untuk dipertimbangkan saat memilih meja belajar, tentu soal keamanan bagi anak. Artinya, jangan membuat atau memilih meja belajar yang ujung mejanya runcing, tapi pilihlah yang membulat. Pilih juga desain yang unik, menarik dan tidak membosankan. "Model yang biasa, kan, hanya persegi saja. Cobalah pilih yang setengah lingkaran atau ¼ lingkaran. Atau, kaki mejanya berjumlah tiga buah."
Dari sisi warna, Andri menyarankan, pilih yang warna polos saja, seperti merah, biru, atau warna yang menarik bagi anak. "Warna natural lebih aman karena bisa dipakai sepanjang masa dengan bentuk-bentuk yang dinamis. Lebih pas jika warnanya sesuai kesukaan anak. Sebaiknya, ajak anak saat memilih meja belajarnya."
Selain itu, pilih juga material yang tidak membahayakan, misalnya kayu yang diberi lapisan. Menurut Andri, cat yang digunakan pun sebaiknya yang mengandung unsur air, karena lebih aman. Selain itu, mengingat global warming semakin parah, penggunaa kayu sebaiknya dikurangi. "Materinya bisa diganti plastik. Selain lebih murah, juga lebih aman. Atau, bisa pilih bahan lain, misalnya stainless."
Setelah mendapatkan meja belajar yang tepat, letakkan di ruangan yang telah ditentukan, lengkapi dengan pencahayaan secara optimal. "Jika diletakkan di kamar, maksimalkan penempatannya di dekat jendela. Agar mendapat pencahayaan alami di pagi dan siang hari. Selain hemat energi, sirkulasi udara pun bisa lebih bebas bergerak dan menyehatkan."

TIPS MELETAKKAN MEJA BELAJAR
1. Perhatikan apa yang dibutuhkan anak dan sesuaikan dengan aktivitas belajarnya.
2. Sesuaikan meja belajar dengan usia anak, ukuran ruang (dimensi), dan jarak bagi ruang geraknya.
3. Pilihlah bentuk, warna, dan material meja belajar yang tak membosankan.
4. Jangan lupakan zoning, suasana, dan pencahayaan di area meja belajar.
5. Jangan lupakan kebutuhan dan ukuran meja belajar bagi anak dengan kondisi atau kebutuhan khusus.

Noverita K. Waldan
Koleksi: Index Mal Artha Gading (021-???)
Foto: Fadoli Barbathully/ NOVA

Views : 4321

blog comments powered by Disqus