Membership
Lupa password?
Taman

Tanaman Cantik Penghias Teras
Kamis, 10 November 2011
Teras

Arah hadap teras memengaruhi seberapa banyak sinar matahari yang masuk ke dalamnya (Foto: Daniel Supriyono)

Sayang sekali jika teras dibiarkan ­polos. Lebih baik hias dengan tanaman dan perkuat fungsinya agar nilai ­estetisnya bertambah.

Teras merupakan bagian dari rumah yang bisa dibilang wajib ada. Menurut Ina Rachmawati  dari I’nA House , teras adalah ruang peralihan dari ruang luar ke ruang dalam (walaupun posisinya masih di luar rumah). Fungsi teras sebagai ruang penerima, terkadang juga sebagai ruang tamu dan ruang untuk berkumpul anggota keluarga.

Ukuran teras sangat tergantung dari luas lahan yang tersisa. Untuk rumah-rumah kecil, teras biasanya berukuran sangat sempit. Tak heran banyak pemilik rumah menyatukan teras dengan carport  (finishing  dengan keramik), sehingga teras jadi terlihat luas. Sementara untuk rumah dengan lahan yang luas, ukuran teras disesuaikan dengan furnitur yang hendak diletakkan.

“Ukuran teras juga disesuaikan dengan posisi teras. Misalnya, teras belakang atau samping ukurannya bisa lebih besar karena seringkali menjadi tempat berkumpul anggota keluarga. Bahkan, teras samping atau belakang bisa dijadikan tempat untuk pesta kebun, misalnya,” lanjut Ina. Lantas, teras tipe mana yang cocok dengan iklim tropis seperti Indonesia? “Yang cocok adalah teras seperti rumah Betawi. Sangat nyaman untuk berkumpul bersama kerabat atau anggota keluarga,” ujar Ina.

Fungsi Kolom

Salah satu elemen struktural yang bisa juga menjadi elemen estetis teras adalah kolom. Teras berukuran kecil biasanya tidak membutuhkan kolom. Kolom ini berfungsi sebagai penyangga penutup atap bagi teras tersebut, namun terkadang ada hanya sebagai variasi atau pemanis. Untuk teras yang besar atau luas dengan penutup teras yang juga besar, terkadang ada balkon di atas teras tersebut.

“Untuk jenis teras seperti ini memang perlu kolom sebagai elemen struktur (penyangga balkon) yang harus diolah agar bisa menjadi elemen estetika di teras,” jelas Ina. Peletakan kolom pada teras sebaiknya tidak tepat di muka pintu. Lebih baik kolom tersebut diletakkan pada bagian samping teras. Lagipula menurut fengshui , kolom di tengah pintu merupakan pantangan.

Tanaman Teras

Tanaman pada teras semi shading sebaiknya rajin diputar 90 derajat agar mendapat sinar matahari secara merata (Foto: Adrianus Adrianto)

Memilih Tanaman

Untuk mempercantik teras, furnitur menjadi salah satu elemen pilihan. Pemilihan furnitur tentu harus disesuaikan dengan luas dan tema teras. Namun, ujar Ina, teras sebaiknya tidak dipenuhi furnitur, karena akan menghambat lalu lintas orang. Apalagi jika luas teras kecil/terbatas.

Selain furnitur, tanaman juga akan membantu menambah keindahan teras. Tanaman merambat misalnya, membuat teras menjadi lebih sejuk dan asri. Ini sangat cocok untuk daerah beriklim tropis seperti indonesia.

Menurut Manager Operasional Godong Ijo, Ir. Slamet Budiarto , karena sifat teras yang semi shading  (naungan), maka jenis tanaman yang dipilih adalah pot plant (tanaman dalam pot). Dan, sebelum memilih jenis tanaman yang tepat untuk teras, yang perlu diperhatikan adalah arah hadap terasnya kemana. Arah hadap teras ini sangat berpengaruh pada seberapa banyak sinar matahari yang masuk ke area teras.

Ada teras yang hanya memperoleh sinar matahari sebagian (semi shading /naungan), dan ada pula teras yang selalu mendapat sinar matahari langsung (full sun) . “Jadi, jenis tanaman yang dipilih untuk teras pun sebaiknya mengacu pada dua hal itu. Misalnya, kalau letak teras tinggi dan menghadap ke timur atau ke barat, maka teras tersebut dikategorikan sebagai full sun . Sementara bila hanya setengah sinar matahari yang masuk atau ada bayangan, berarti jenisnya teras naungan,” jelas Slamet.

Indah Sendirian

Setelah mengetahui arah hadap teras, langkah berikutnya adalah memilih jenis tanaman yang tepat. Salah satu syarat untuk mengetahui apakah tanaman jenis semi indoor  atau semi shading  (naungan) tepat untuk teras atau tidak adalah bila secara soliter atau sendirian, tanaman tersebut sudah tampil bagus. “Ini artinya, ia layak menghiasi teras. Secara umum, jenis-jenisnya biasanya adalah jenis tanaman berdaun besar, seperti jenis anthurium , aglonema , puring, philodendron , caladium , dan sebagainya. Bisa juga memilih tanaman palem mini atau palem-paleman yang bisa tumbuh besar tapi yang masih remaja,” jelas Slamet.

Biasanya lagi, sebagian besar tanaman yang dipajang di teras adalah tanaman hias daun. Artinya, tanaman yang memiliki daun berwarna-warni, bukan tanaman hias berbunga. Ini karena sebagian besar tanaman hias berbunga biasanya butuh matahari penuh (full sun ), sementara sebagian besar teras merupakan area naungan.

Teras Semi shading

Penempatan tanaman harus disesuaikan dengan jenis teras. Untuk teras semi shading tanaman yang cocok adalah tanaman hias daun (Foto: Ahmad Fadilah)

Casing Antibocor

Yang perlu dilihat berikutnya adalah wadah atau casing  tanaman. Casing  adalah wadah yang diletakkan di bawah pot. Tujuannya untuk menampung air atau tanah yang menetes atau jatuh dari lubang pot. “Karena berhubungan dengan teras, dimana lantainya biasanya keramik, maka air atau tanah dari dalam pot sebaiknya jangan sampai menetes langsung ke lantai keramik,” ujar Slamet. Karena kalau sampai menetes, lama-kelamaan akan meninggalkan bekas di lantai keramik. Misalnya, lantai jadi berwarna kekuning-kuningan.

Jadi, saran Slamet, pilih casing  yang bagian bawahnya tidak berlubang, baru kemudian pot diletakkan di atas casing . Jadi, pot tidak langsung menempel ke lantai untuk menghindari air dan tanah meneres kemana-mana. “Sama dengan kalau kita menyewa tanaman untuk di dalam gedung. Pasti ada casing nya. Biasanya, casing -nya permanen, hanya pot dan tanamannya yang diganti-ganti. Jadi, kalau bosan dengan tanaman, tinggal mengganti pot dan tanamannya.”

Putar 90 Derajat

Bagaimana perawatannya? Tanaman teras relatif cukup mendapat sinar matahari. Biasanya, yang paling utama dalam hal perawatan tanaman di teras adalah menggantinya secara berkala. Pasalnya, jika tidak diganti, lama-kelamaan tanaman akan miring, sesuai arah datangnya sinar matahari. “Ini alamiah, karena tanaman akan mencari sinar matahari,” jelas Slamet.

Selain diganti secara berkala, tanaman juga bisa diputar 90 derajat seminggu atau dua minggu sekali. Tujuannya supaya semua sisi tanaman terkena sinar matahari. “Kalau tidak diputar, lama kelamaaan tanaman akan miring dan hanya bagus di satu sisi yang menghadap matahari saja,” lanjutnya. Apalagi,  jika yang diletakkan di teras adalah tanaman-tanaman jenis full sun . Bisa jadi, daun pada sisi yang terkena sinar matahari akan bagus, sementara daun-daun di sisi yang tidak terkena sinar matahari akan jelek.

Perawatan lain seperti penyiraman dan pemupukan relatif sama dengan tanaman lain. “Cukup disiram sekali sehari. Sementara pemupukan bisa dilakukan satu sampai dua minggu sekali dengan pupuk NPK,” ujar Slamet.

 Hasto Prianggoro

Views : 11749

blog comments powered by Disqus