Membership
Lupa password?
Taman

Taman Vertikal
Kamis, 30 April 2009
vertikal 1

Foto: Koleksi Agung Yuswanto; Nove/ NOVA

Sebetulnya, prinsip taman vertikal sama saja dengan taman di halaman rumah biasa. Bedanya, posisinya dialihkan menjadi vertikal atau berdiri. Menurut Agung Yuswanto dari Puri Gajah Nursery, taman vertikal mulai berkembang di Eropa pada akhir era 80-an.

"Dengan munculnya isu global warming, orang Eropa mulai menciptakan bangunan ramah lingkungan, disertai taman vertikal. Di kota-kota besar di Indonesia, masih jarang ada bangunan seperti itu. Namun, ada yang mulai mencoba menanam tanaman di pot yang disusun ke atas. Atau, memakai tanaman rambat di dinding."

Model taman vertikal yang ada di luar negeri sangat sederhana, dengan tanaman rambat atau tanaman di pot yang dibuat di tiang-tiang bangunan. Meskipun sederhana dan dipilih tanaman yang murah, tetapi mampu menampilkan suasana hijau dan segar bagi lingkungan sekitarnya.

Menempatkan tanaman agar bisa tumbuh di dinding perlu sedikit trik, mengingat jauh lebih sulit menanam dalam kondisi vertikal dibandingkan posisi biasa. Jadi, diperlukan wadah atau modul yang tepat agar tanaman tetap tumbuh dan tak cepat mati.

Batu Bata & Pralon

vertikal 2

Foto: Koleksi Agung Yuswanto; Nove/ NOVA

Wadah yang pas untuk taman vertikal ini Agung dapatkan dari Kanada, semacam planel atau modul plastik berlubang-lubang. "Harganya sekitar 55 dolar Kanada. Di Indonesia masih mahal, mencapai 75 Dolar Kanada. Desainnya memang lebih bagus karena khusus dibuat untuk taman vertikal, meski bentangannya tak terlalu lebar."

Oleh karena modul taman vertikal made in Kanada masih tergolong mahal, Agung lalu beralih ke produk Amerika seharga 25 dolar Amerika. Namun, Agung tak patah arang. Untuk mendapatkan cara dan alat lebih murah, ia mencoba pakai batu bata dan pralon.

Dengan batu bata biaya per meternya sekitar Rp 225, tetapi belum termasuk ongkos tukang, media tanam, dan tanamannya. Pralon yang dipakai pun bukan sembarang pralon, melainkan harus pralon berbahan bagus. "Pralon murah bisa cepat retak karena nanti tak kuat menahan pertumbuhan akar tanaman.

"Jika pakai modul buatan luar negeri, bayangkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk dinding sepanjang 20 meter, dengan modul 50 x 60 cm. Belum lagi modul harus ditempel satu persatu di dinding."

Terkadang, kata Agung, banyak orang tak sabar saat membuat taman vertikal karena tanaman memang harus ditanam satu per satu. Caranya memang bukan langsung menanam tanaman besar di dinding. Tetapi, tanaman ditanam mulai dari sebesar biji. Tanaman akan beradaptasi, akarnya berkembang, kuat, dan tak akan jatuh."

Krokot & Lantana
Membuat taman vertikal yang stabil dan tak mudah roboh membutuhkan waktu 3-3,5 bulan, tergantung jenis tanamannya. Semua jenis tanaman yang bersifat tahunan bisa dipakai untuk taman vertikal. Bila memilih tanaman penutup tanah seperti krokot atau lantana, akan lebih mudah tumbuh.

Mengapa memakan waktu sampai 3,5 bulan? "Modulnya masih diimpor, mulai dari memesan, merakit, dan menanam. Memang tak bisa buru-buru dan biayanya pun tak murah, dan bukan sekadar menanam saja karena hasilnya toh berbeda dengan taman biasa."

Kendati demikian, tingkat kegagalan membuat taman vertikal masih bisa terjadi meski hanya sekitar 1-2 persen saja. Lain halnya bila pakai modul produk Kanada yang sudah dalam posisi siap pakai. „Dua hari pengerjan saja bisa selesai, bahkan bisa langsung menanam tanaman besar. Tapi biayanya tentu jauh lebih mahal."

Media tanam untuk taman vertikal sebaiknya jangan pakai tanah karena akan mengeras dan pertumbuhan tanaman jadi lebih jelek. Agung menyarankan, sebaiknya pakai sekam bakar, cocopeat, dan rumput laut yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan air di media tanam.

Bila lupa menyiram taman vertikal, rumput laut bisa mengeluarkan cadangan air sebagai nutrisi sehingga kondisi tanaman tetap segar. Agar tanaman tumbuh indah, imbuh Agung, sebaiknya dilakukan penyiraman sehari sekali. Sayangnya, oleh karena biaya dan cara pembuatannya kurang praktis, masih banyak orang enggan membuat taman vertikal.

Manfaat Taman Vertikal
1. Menambah keindahan alami lingkungan
2. Menciptakan taman cantik di lahan terbatas
3. Menahan panas dari luar
4. Mengurangi tingkat kebisingan suara
5. Mengurangi polusi udara
6. Menangkap partikel-partikel kotoran
7. Mengurangi efek tampias hujan
8. Meningkatkan suplai oksigen
Biaya Membuat Taman Vertikal
1. Jika menggunakan modul dari Kanada perhitungan per m2 = Rp 1,6 juta. Jika menggunakan pralon berbahan bagus = Rp 1,2 juta, batu bata = Rp 1 juta (per m2)
2. Cara membuat taman vertical dengan pralon: pralon dilubangi dulu, masukkan media tanam ke dalam pralon, lalu tanam tanaman. Untuk memasang pralon, sangkutkan dengan paku pada dinding.
3. Gunakan media tanam cocopeat untuk menanam tanaman agar bobotnya lebih ringan dan lebih mudah menyimpan air, atau bisa pakai sekam bakar.
Noverita K. Waldan
Foto: Koleksi Agung Yuswanto; Nove/ NOVA

Views : 3632

blog comments powered by Disqus