Membership
Lupa password?
Taman

Taman Indoor Cahaya & Jenis Tanaman Jadi Kunci
Kamis, 07 April 2011
Taman 1

Foto: Dok Flona

Tak punya lahan lagi untuk membuat taman? Tak perlu khawatir, Anda bisa kok, membuat taman di dalam rumah. Cuma, ada banyak hal yang harus diperhatikan.

Menurut Andi  dari X-Otic Garden , taman di dalam rumah atau taman indoor  adalah tata ruang hijau sebagai ruang yang berisi unsur-unsur tanaman (softscape ) dan perkerasan yang terdapat dalam sebuah ruang/hunian. “Fungsinya, selain dari estetika, juga sebagai suplai oksigen,” ujar Andi.

Sesuai Konsep

Untuk membuat sebuah taman indoor , ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperlukan, antara lain konsep desain yang sesuai lokasi, pemilihan jenis tanaman yang tepat, dan cahaya yang cukup (bila memakai tanaman hidup yang bervariasi). “Jika cahaya tidak memadai, pilihlah dry garden ,” kata Andi.

Drainase yang terencana dengan baik juga sangat penting bagi taman indoor . Yang sering terjadi adalah penumpukan air sehingga berpengaruh terhadap kelembapan. Bagi beberapa jenis tanaman, ini bisa menjadi penyebab kebusukan. Selain itu, perawatan yang tepat dan berkala juga perlu dilakukan agar taman indoor  bisa terawat dan bagus. Bila memakai tanaman hidup, tentu saja perlu penyiraman sesuai jenis tanaman serta pemupukan secara berkala.

Taman 2

Perpaduan softscape dan elemen hardscape menjadikan taman dalam ruang lebih menarik (Foto: Dok Flona)

Kebutuhan Cahaya

Selain lokasi, perbedaan mendasar antara taman dalam rumah dengan taman outdoor  adalah pemilihan jenis tanamannya. Jenis tanaman yang biasa digunakan untuk taman indoor  bisa dikelompokkan berdasarkan kebutuhan cahaya. Pilih tanaman yang membutuhkan cahaya dari sedang ke minim, dan ini tergantung besar kecilnya intensitas cahaya di lokasi yang akan direncanakan.

Jenis-jenis tanaman yang dapat bertahan dari cahaya sedang ke minim misalnya jenis-jenis anthurium , sphatiphyllum , marantha , drasena , pakis-pakisan, beberapa jenis aglonema, alokasi, begonia, calathea , dieffenbachia . Beberapa jenis anggrek seperti hosta , kalanchoe , peperomia , philo , sansievera , dan cyclantus  juga bisa dipakai. “Perlu diperhatikan juga asal tanaman, apakah dari dataran tinggi atau dataran rendah, disesuaikan dengan lokasi,” kata Andi.

Bagaimana dengan letak taman indoor ? Menurut Andi, letak ideal taman indoor  sebenarnya berpulang ke konsep lagi. “Yang jelas, di manapun letak taman indoor , selama konsepnya tepat, maka taman itu akan maksimal secara visual,” jelas Andi. Begitupun, soal luas sebuah taman indoor , tidak ada ukuran ideal.

Selain tanaman (soft scape ), seperti halnya taman lain pada umumnya, elemen lain yang diperlukan untuk membuat sebuah taman indoor  adalah elemen hardscape , seperti stepping stones , unsur air (kolam, fountain , waterwall ), artwork  sesuai konsep, aksesori seperti lighting , mechanical , plumbing , dan sebagainya, yang tentu juga disesuaikan dengan konsep yang sudah direncanakan.

Taman 3

Jika menggunakan tanaman hidup, pastikan taman dalam ruang cukup sinar matahari (Foto: Dok Flona)

Pentingnya Sirkulasi Udara

Sementara arsitek landscape dari En-Gedi Gardening & Landscape , Ir. Sucandra HW , menekankan perlunya koordinasi antara arsitek dengan landscape  arsitek sejak awal pembangunan sebuah bangunan/rumah.

Salah satu contohnya adalah ketika pemilik rumah ingin membuat sebuah kolam ikan di halaman belakang. “Banyak kontraktor yang tidak menyediakan bak kontrol di luar rumah, sehingga sulit membuang air kurasan kolam. Begitu juga saklar lampu di luar rumah untuk pencahayaan taman,” jelas Andrew, panggilan akrab Sucandra.

Begitu pula jika pemilik memang punya keinginan membuat taman atau patio di dalam rumah. Fungsi patio sendiri adalah untukmembuat sirkulasi udara di tengah ruangan. Nah, arsitek landscape -lah yang kemudian mengisinya dengan membuat taman di dalamnya. ”Dengan perencanaan matang, maka pembuatan taman di dalam rumah bisa dilakukan dan hasilnya pun baik," lanjutnya.

Elemen yang biasanya terdapat pada taman dalam, adalah kerikil, pasir, dan batu-batuan (misalnya batu api). Mungkin bisa ditambah lighting  dengan water features . “Pola-pola dengan kerikil atau batu-batuan tadi harus dikombinasikan dengan elemen tanaman,” kata Andrew. Tanaman untuk taman indoor  sebaiknya juga dipilih yang bisa dikeluarkan seminggu sekali supaya bisa memperoleh fotosintesa. Jika tidak, warna hijau tanaman akan berkurang dan menjadi kuning/layu, dan akhirnya mati.

Bila perlu, sediakan dua jenis tanaman, satu di luar, satu di dalam. “Nah, seminggu sekali ditukar, yang di luar dimasukkan, yang di dalam dikeluarkan,” lanjut Andrew yang juga menekankan pentingnya perawatan.  “Rumput tidak bisa hidup di dalam rumah, karena rumput minimal harus mendapat sinar matahari selama 6 jam dalam sehari,” jelas arsitek landscape  yang juga mengelola situs www.bestlandscaping-and-gardening.com.

Satu lagi aspek penting dalam pembuatan sebuah taman, baik indoor  maupun outdoor , apalagi jika menggunakan tanaman sebagai elemen utamanya, adalah pencahayaan. “Kalau pencahayaan kurang, biarpun ukuran lahan untuk taman indoor  besar, ya percuma juga,” jelas Andrew.

Selain itu, arah hadap rumah pun kalah penting. Idealnya adalah menghadap ke arah utara atau selatan, karena akan memperoleh paparan sinar matahari terus-menerus dari kiri-kanannya.

HastoPrianggoro


blog comments powered by Disqus