Membership
Lupa password?
Taman

Suplir, Tanaman Lama yang Kembali Bersinar (1)
Rabu, 01 September 2010
Suplir indah

Penampilan suplir yang indah dengan daun kompak dengan rimbun (Foto: Eng Naftali)

Siapa tak mengenal tanaman suplir? Tanaman hias yang indah ini bisa ditanam di dalam atau di luar ruang. Asal, hindarkan dari paparan sinar matahari langsung atau jangan terlalu sering disiram.

Tanaman suplir bisa dibilang termasuk jenis tanaman kuno atau jadul. Sejak zaman dulu kala, tanaman suplir (Adiantum pedatum ) memang sudah dikoleksi dan ikut tampil menghiasi rumah-rumah penduduk. Namun, ada juga suplir yang tumbuh liar meski keindahannya tak berkurang. Walau jadul, hingga kini masih banyak pecinta tanaman yang mengoleksi tanaman yang mulai dibudidayakan sekitar abad ke-16 di Eropa dan Amerika ini. Apalagi, jenisnya pun sungguh beragam, bisa puluhan jenis.

Sosok suplir dipandang indah karena tumbuh merumpun, dengan tangkai daun hijau yang kompak, rimbun menjuntai. Daun yang sudah tua berwarna hijau, sementara daun yang masih muda berwarna agak cokelat kemerahan. Batang atau tangkai daunnya berbentuk bulat kecil berwarna hitam seperti kawat. Tanaman ini bisa mencapai tinggi antara 20 cm hingga 1 meter, tergantung jenisnya. Suplir gajah, misalnya, bisa mencapai tinggi sekitar 1 meter.

Suplir relatif

Tanaman suplir relatif tahan dari serangan penyakit atau hama (Foto:Eng Naftali)

Kompos Bambu

Perawatan suplir gampang-gampang susah. Ia termasuk tanaman yang  tidak tahan sengatan sinar matahari, tapi juga tidak tahan air. Jika terpapar matahari secara langsung, suplir akan kering dan layu. Sementara bila terlalu sering disiram, suplir bisa mengalami busuk akar.

Ia lebih tahan hidup di dataran tinggi yang bercuaca dingin, atau di tempat yang terlindung dari paparan sinar matahari langsung. Jika diletakkan sebagai tanaman indoor , sebaiknya dikeluarkan setiap 3 hari sekali supaya mendapat panas.

Penempatan pot suplir juga tak boleh sembarangan. Salah-salah, suplir bisa mati. Misalnya, jauhkan pot dari dinding tembok yang berwarna putih. Pasalnya, warna putih pada tembok ternyata bisa memancarkan panas yang tak disukai suplir.

Usahakan pot suplir selalu bersih, terbebas dari rumput-rumput liar. Bila didapatkan tangkai suplir yang mati atau mengering, segera potong dan buang. Bila ada rumput-rumput liar yang tumbuh di dalam pot, segeralah dicabut.

Cara penanaman suplir sebetulnya biasa saja. Tinggal tanam langsung di tanah atau di pot. Yang perlu diperhatikan adalah media tanamnya, harus tepat. Media tanam suplir yang bagus biasanya berupa kompos bambu, pupuk kandang, dan tanah hitam. Kompos bambu terbukti membantu penyerapan air,  sehingga air cepat turun. Ini akan membuat suplir tidak “terendam” air yang bisa berakibat busuk akar. Kuncinya, jangan terlau sering menyirami suplir. Penyiraman cukup dilakukan 2 hari sekali, pagi atau sore hari.

Hasto Prianggoro


blog comments powered by Disqus