Membership
Lupa password?
Taman

Si Eksotik Pandan Bali (1)
Selasa, 28 April 2009
pandan

Foto: Daniel Supriyono/Nova

Tanaman hias yang sedang populer saat ini memang sangat sesuai ditempatkan di area mana pun di rumah Anda, baik indoor maupun outdoor. Selain mudah dirawat, banyak yang menyebutnya sebagai tanaman yang eksotik, sesuai dengan tempat asalnya.

Suasana Pulau Dewata
Saat ini banyak orang menginginkan punya taman yang asri, indah, dan menyejukkan rumah. Sayangnya, lahan terbatas dan waktu yang tak ada untuk merawat taman jadi kendala paling utama.

Pandan bali adalah salah satu jenis tanaman yang bisa dijadikan pilihan untuk menghias dan menghijaukan pojok rumah dan pekarangan Anda.

Ya, tanpa taman pun, pandan bali mampu membawa suasana rumah nan eksotis gaya Pulau Dewata di rumah Anda. Mengapa dinamai pandan bali? Sebenarnya, pandan bali bukan berasal dari Pulau Dewata, Bali, melainkan dari Nusa Tenggara Barat (Sumbawa) dan aslinya tumbuh liar di hutan-hutan.

Batangnya kokoh dan daunnya panjang menjuntai. Tinggi tanamannya bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari kurang dari 1 meter sampai lebih dari 3 meter.

Tak perlu lahan luas, karena bentuknya yang sederhana dengan tajuk yang panjangnya 1-1,5 meter saja, siluet pandan bali mampu menampilkan pesona eksotis di area taman dan pekarangan rumah.

Sementara untuk desain taman gaya minimalis, yang biasanya hanya terdiri dari beberapa jenis tanaman semak dan 1- 2 titik focal point saja, dapat menempatkan pandan bali di antara semak secara harmonis, pada sudut rumah yang hendak ditonjolkan. Misalnya, di bagian depan rumah atau sudut taman.

Agar pekarangan tampak indah, tanam 3 buah pandan bali, susun dalam bentuk segitiga, dan pilih tinggi tanaman yang berbeda-beda, untuk menjadikannya eye catching.

Pilih pandan bali setinggi 1 meter, 2 meter, dan lebih dari 3 meter lalu susun secara harmonis dengan tanaman semak, sejenis irish atau lili paris di bagian bawah sebagai alasnya. Dengan bantuan cahaya lampu sorot taman, eksotisme pandan bali akan tampak makin dramatis di malam hari.

Makin Bercabang ­Makin Mahal

pandan 2

Foto: Daniel Supriyono/Nova

Alternatif lain selain menanam 3 buah pandan bali dengan tinggi yang berbeda, dapat pula dipilih jenis pandan bali bercabang, yang saat ini memang sedang banyak dibudidaya dan diburu para pecinta tanaman hias.

Misalnya, pandan bali cabang 3 atau 5 dengan bentuk yang lebih unik dan eksotis. Batang yang biasanya tunggal dan meninggi, dibuat bercabangdi bagian tengahnya, sehingga tampak seperti pohon bercabang banyak dengan daun yang tetap menjuntai pada masing-masing cabangnya.

Yang perlu diingat adalah jarak tanamnya, karena bentuk tajuknya yang membulat dengan daun menjuntai, harus disediakan space untuk pertumbuhan daunnya kelak, sehingga diameter lahan lebih dari 1 meter harus disiapkan.

Dan jangan ditanam menempel pada dinding atau terlalu berdekatan dengan tanaman hias tinggi lainnya, karena akan mengganggu pertumbuhan daun, sehingga tajuk indahnya tak akan tumbuh maksimal.

Lebih baik dibiarkan tumbuh di tengah-tengah taman, sehingga tajuknya akan tumbuh baik dan maksimal. Atau, boleh saja ditanam berdampingan dengan tanaman tinggi lainnya, namun usahakan ketinggiannya dibedakan agar lebih harmonis.

Untuk rumah dua lantai dengan area taman yang cukup luas, agar taman tampak ideal dapat dipilih pandan bali bercabang lebih dari 3 dengan tinggi lebih dari 2,5 m, sehingga keberadaannya dapat mengimbangi tinggi dan besar rumah maupun taman yang ada.

Sebaliknya, untuk rumah mungil dengan area taman yang juga terbatas, dapat dipilih jenis pandan bali jenis biasa sebanyak 1-2 buah saja, dengan tinggi 1,5-2 meter daunnya. Lalu, letakkan di 1 sudut area taman, jadikan sebagai pusat perhatian, sehingga pandan bali tak membuat taman makin sumpek.

Satu lagi kelebihan pandan bali, yaitu bisa berfungsi sebagai buffer atau filter untuk menghadang debu dan polusi. Jadi, sangat cocok ditanam di bagian depan rumah. Selain memiliki nilai estetika, pandan bali juga memiliki manfaat yang baik bagi penghuni rumah.

Lucy Maulana
Koleksi: Hamid & Ismail, Gerbang Pemuda, Taman Ria Senayan, Jakarta.
Foto-foto: Daniel Supriyono/ NOVA, Noverita

Views : 3860

blog comments powered by Disqus