Membership
Lupa password?
Taman

Rumput Anda Lebih Hijau
Sabtu, 28 Mei 2011
Rumput 1

Rumput kini sudah menjadi elemen penting sebuah landscape bangunan hunian (Foto: Romy Palar)

Salah satu pilihan untuk mengisi ruang-ruang terbuka di areal hunian adalah dengan menanam rumput. Jenis mana yang sebaiknya kita pilih? Bagaimana pula cara tanam dan perawatannya?

Beberapa tahun lalu, rumput barangkali cuma dianggap sebagai hama atau sekadar penutup tanah biasa. Tak ada yang menengok keberadaan tanaman yang masuk ke dalam keluarga Graminae   ini. Namun, kini rumput menjadi elemen yang diperhitungkan dalam dunia landscape , karena bisa mempercantik landscape  sebuah bangunan. Rumput kini menjadi tanaman penghias, baik di halaman, sudut rumah, bahkan di atas dak bangunan. Ya, rumput kini menjadi pilihan favorit untuk menciptakan areal hijau.

Secara umum, daun rumput memiliki bentuk panjang seperti pita, rimbun dengan pola warna yang beragam. Namun, ada pula jenis rumput yang bentuk daunnya sedikit lebih membulat, contohnya jenis rumput gajah mini. Daun inilah yang menjadi pusat keindahan rumput, selain juga bunganya pada beberapa jenis rumput.

Tahan di Semua Lahan

Rumput biasanya ditanam berkelompok di sebuah area yang cukup luas, sehingga warnanya yang hijau padat memberi kesan yang menyejukkan. Selain kekompakan dan keindahan warnanya, kelebihan rumput yang lain adalah lebih tahan terhadap aneka jenis lahan, entah itu lahan yang keras maupun lembek.

“Namun, cara penanaman dan perawatan menjadi kunci rumput bisa tumbuh bagus dan maksimal,” kata Nurhaedi , petani rumput di kawasan Pondok Jagung Timur, Tangerang. Salah satu syarat agar rumput bisa tumbuh bagus adalah kecukupan sinar matahari. Hampir semua jenis rumput membutuhkan sinar matahari, kira-kira enam jam sehari.

Rumput 2

Jarak penanaman rumput sebaiknya jangan terlalu rapay, tetapi juga jangan terlalu renggang supaya tumbuhnya merata (Foto: Hasto)

Tak Butuh Perawatan Khusus

Sebetulnya, tak ada yang khusus dalam hal menanam dan merawat rumput. Menurut Nung, panggilan akrab Nurhaedi, rumput sangat mudah ditanam, kecuali rumput golf yang butuh perlakuan khusus.

Karena rumput juga bisa ditanam di berbagai jenis lahan, yang perlu diperhatikan barangkali hanya jarak penanaman, khususnya untuk jenis rumput gajah mini. “Jaraknya jangan terlalu rapat hingga sampai menumpuk, tetapi juga jangan terlalu jarang, karena bisa memengaruhi penampilan,” kata Nung.

Rumput biasanya ditanam dalam bentuk lempengan. Cara menanamnya, pertama pecah rumput ke dalam potongan kecil, lalu tancapkan ke areal yang sudah disiapkan. Setelah rumput tertancap rata di seluruh lahan, padatkan area supaya akar rumput bisa “terikat” erat  di dalam tanah. Anda bisa memadatkan tanah dengan telapak tangan atau pakai alat pemadat khusus. 

Setelah itu, siram secara merata tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore hari selama satu minggu pertama. “Setelah itu, penyiraman cukup dilakukan dua kali sehari,” ujar Nurhaedi.

Setelah usia seminggu atau dua minggu, taburkan pupuk Urea di atas rumput baru tersebut. “Pupuk Urea bagus untuk memunculkan warna hijau rumput,” kata Nung. Begitu pupuk ditebar, sebaiknya area langsung disiram dengan air supaya pupuk larut. Jika tidak, maka daun bisa berwarna kekuningan seperti terbakar. “Pemberian pupuk cukup sekali dalam sebulan pertama. Pemberian pupuk berikutnya melihat kondisi tanaman, biasanya tiga bulan sekali. Kalau kelihatannya pertumbuhan kurang maksimal, bisa diberi pupuk Urea lagi.”

Selain penyiraman dan pemberian pupuk, nyaris tak ada perawatan khusus lainnya. Paling-paling untuk jenis rumput peking, yang harus rajin-rajin meratakan atau memotong pucuk daun supaya penampilannya lebih indah. “Gangguannya biasanya hanya tanaman liar yang harus rajin-rajin dicabut. Selain itu, seringkali juga muncul semut jika rumput ditanam di tempat yang agak lembap, tapi tidak terlalu mengganggu,” ujar Nung.

Rumput 3

Foto: Hasto

Jenis-Jenis Rumput

Ada ribuan jenis rumput yang ada di seluruh dunia. Namun, jenis yang populer di Indonesia bisa dihitung dengan jari. Beberapa di antaranya adalah:

Rumput Gajah Mini

Jenis rumput ini bisa dibilang yang paling banyak dicari dan ditanam orang. Selain bentuk daunnya yang agak lebar membulat, penampilan rumput gajah mini juga terkesan lebih kompak. Karakteristiknya yang lebih “bandel” membuat gajah mini cepat populer. Berbeda dengan rumput gajah biasa, rumput gajah mini akan tumbuh baik di tempat yang relatif teduh. Yang perlu diperhatikan adalah jarak antar rumput pada saat penanaman. “Jangan terlalu dekat tapi juga jangan terlalu jarang supaya bisa tumbuh merata,” saran Nung. Selain itu, kini juga mulai dikenal rumput gajah mini jenis varigata. Bentuk daunnya sama, cuma warna daunnya dihiasi bercak putih kekuningan.

Rumput Peking

Rumput jenis ini sempat menjadi idola, meski sekarang mulai kalah populer dibanding rumput gajah mini. Perawakannya mirip rumput Jepang, namun daunnya lebih jarang. Bentuk daunnya kecil memanjang dan tumbuh rapat. Seringkali, kita temukan daun peking bagian bawah berwarna kekuningan karena kurang cahaya matahari. “Karenanya harus rajin dipangkas sebulan sekali. Selain itu, pemangkasan diperlukan supaya rumput tumbuh merata,” jelas Nung. Rumput peking juga acapkali “diserbu” tanaman liar sehingga Anda harus rutin mencabut tanaman liar tersebut.

Rumput Golf

Penampilan rumput golf lebih halus dan rapat. Sesuai dengan namanya, rumput ini memang biasa digunakan untuk lapangan golf. Namun, cara penanaman dan perawatannya juga jauh lebih rumit, sehingga lebih jarang digunakan untuk hunian berskala kecil. Rumput golf juga cepat busuk jika tergenang air, sehingga  butuh resapan yang baik.

 Hasto Prianggoro


blog comments powered by Disqus