Membership
Lupa password?
Taman

Pohon Instan Taman Rindang
Rabu, 18 April 2012
Taman

Foto: Ahmad Fadilah/Nova

Berapa lama yang dibutuhkan untuk membesarkan satu buah pohon? Setahun, lima tahun, atau bahkan puluhan tahun? Dengan pohon instan, Anda hanya butuh sehari.

Menanam pohon tidak sama seperti membangun rumah. Kita bisa menentukan kapan akan menempati rumah. Namun tidak demikian dengan pohon, butuh waktu yang sangat lama bahkan sampai puluhan tahun. “Saat ini kesadaran masyarakat perumahan atau perkantoran pada penghijauan sudah sangat tinggi. Sedangkan pertumbuhan pohon sangat lama, inilah yang membuat mereka menginginkan penanaman pohon dengan cara cepat dan instan,” ujarSuwardi Hagani , Direktur Hagani Flona , penyuplai pohon instan.

Berlaku untuk Semua Pohon

Sesuai namanya, pohon instan adalah pohon yang ditanam tidak berbentuk bibit lagi tapi sudah benar-benar jadi pohon. Jadi Anda sudah tidak perlu menunggu bulanan atau tahunan untuk bisa menikmati pohon yang besar dan rindang.

Wardi sendiri berpendapat, saat ini fungsi halaman rumah sudah bergeser. Halaman tidak lagi menjadi tempat santai dan kumpul keluarga tapi lebih sebagai hiasan atau pajangan dari rumah. Padahal menurutnya, bujet membuat taman sebesar Rp 5 juta, misalnya, bisa dialihkan untuk membeli pohon instan. “Mungkin Anda hanya akan mendapatkan satu pohon, di mana tanahnya hanya ditanami rumput dan dihiasi beberapa tanaman kecil, tapi sebenarnya Anda bisa memanfaatkan ruang itu untuk banyak hal. Tidak hanya keindahan dan rasa adem saja yang Anda dapatkan, tapi juga kenyamanan bersama keluarga,” ujar pria yang dulu berkecimpung menjadi landscaper ini.

Wardi juga menyatakan semua pohon bisa dibuat instan. Entah itu jenis pohon berbuah, pohon berbunga, pohon yang berkarakter, pohon eksotik, atau pohon langka. Yang disesuaikan hanya pengaplikasian dan keinginan Anda. Namun jika Anda ingin ada kesinambungan antara karakter rumah dengan halaman luar, ada baiknya Anda menyeragamkan konsep tersebut. Misalnya, kalau rumahnya bergaya mediterania, pakailah pohon palem, korma, willow , dan lain sebagainya. Atau jika Anda hanya ingin jenis pohon yang berbunga saja, Anda bisa memilih jenis kamboja atau cempaka.

Harga Variatif

Kisaran harga pohon instan sangat bervariatif. Yakni berkisar antara Rp 500 ribu hingga ratusan juta rupiah untuk pohon yang sangat besar dan langka.

Harga ini tidak dihitung dari jenis pohonnya, lho, tapi lebih pada ukuran tinggi dan besar pohonnya. Jadi, semakin besar pohon, semakin mahal harganya. Untuk batang pohon terkecil, Wardi menggambarkannya seukuran betis orang dewasa.

“Pohon instan itu pohon yang tidak bisa dibawa oleh satu orang saja. Bahkan pada tahapan-tahapan tertentu, pohon itu harus menggunakan alat berat. Jadi, biaya yang dipatok itu sebenarnya lebih untuk membayar tenaga kerja dan alat. Kalau pohonnya besar sekali, itu sampai harus menggunakan alat berat dalam jumlah banyak. Untuk sebetis kaki, cukup tiga orang yang mengerjakannya, tapi ada juga pohon yang sampai membutuhkan 30 orang,” papar Wardi.

Penanaman

Proses pemindahan dan penanaman pohon instan yang dilakukan disebuah rumah. (Foto: Dok Suwardi)

Pemindahan Hingga Perawatan

Bicara mengenai pemindahan pohon, Wardi menyarankan untuk menggunakan tenaga ahli. Meski demikian Wardi tak sungkan memberikan tips. Pertama, Anda harus menyiapkan lubang di area pemindahan sebelum penanaman. Pilihlah area penanaman pohon yang sesuai dengan kebutuhan pohon. Lokasi menjadi salah satu perhitungan penting. Jika pohon ditanam di lokasi yang berdekatan dengan galian kabel dan dan gorong-gorong, “Itu memungkinkan kutu-kutu masuk dan lama-lama akar pohon putus semua, tidak ada penopang, lalu tumbang. Pohon itu akan stabil apabila besar bentang atas (daun) sebanding dengan bentang akar,” tegas Wardi.

Sebelum diangkat, pohon harus diberi nutrisi terlebih dahulu. Setelah itu, potong akar pohon hingga setengahnya saja supaya akar dapat beradaptasi untuk mengeluarkan akar-akar muda. Setelah akar muda keluar, beberapa hari atau minggu kemudian, baru digali keseluruhan. Usahakan pohon itu sesegera mungkin langsung ditanam ke area yang sudah dipersiapkan tadi. Mengapa? “Karena ada beberapa pohon kecil yang hanya memiliki daya tahan beberapa jam dari sejak ia diangkat. Ini berbeda dengan pohon-pohon besar yang bisa tahan hingga 2 – 3 hari sebelum dipindahkan,” jelas Wardi.

Nah, saat memindahkan, Anda harus memperhatikan bola akar (root ball ) atau tanah yang “terikat” di sekitar akar. Jangan sampai tanah itu pecah. Caranya, segera bungkus root ball dengan karung. Perhatikan pula batang pohon agar tidak dalam keadaan “terluka”. Selain itu, pilih waktu yang baik saat pemotongan akar, yakni pagi atau sore hari untuk menghindari terhambatnya jam makan dedaunan pohon yang biasanya terjadi di siang hari.

Hindari juga penggunaan pupuk kompos yang tidak matang, misalnya pupuk kandang yang masih baru karena bersifat panas. Jadi, pilihlah pupuk yang sangat matang. “Kalau bisa gunakan pupuk kimia saja karena tidak menyimpan bakteri. Pada prinsipnya bakteri itu bagus, tapi ditakutkan bakteri itu menyerang pohon instan dalam bentuk virus.” Terakhir, kurangi daun hingga 90 persen untuk mengurangi dehidrasi dan penguapan yang terlalu tinggi. Dalam kondisi akar yang seperti ini biasanya akar belum berfungsi dengan normal.

Merawat pohon instan juga tidak sulit. Anda cukup menyiram pohon itu setiap hari. Beberapa hari kemudian, semprot pohon dengan antihama karena biasanya setelah pohon dipindahkan kesehatan pohon dalam posisi yang tidak prima sehingga mudah terserang hama. Jika dilakukan dengan benar, pertumbuhan akar dan pohon tidak akan terganggu. Hasilnya, Anda tidak perlu khawatir pohon Anda tumbang.

Selamat menikmati pekarangan yang rindang!

Ester Sondang


blog comments powered by Disqus