Membership
Lupa password?
Taman

Meriahkan Imlek dengan Jeruk Kip (1)
Selasa, 02 Februari 2010
jeruk imlek2-adri-2

Foto: Adrianus Adrianto/NOVA

Perayaan Imlek tak lengkap tanpa kehadiran pohon jeruk kip. Menjelang Imlek, harganya pun meroket. Herannya, jika ditanam di Indonesia, buahnya tak bisa sekuning dibandingkan yang diimpor ­langsung dari Cina.

Menurut Nuryadi, dari pusat pembibitan buah Wijaya Tani, Depok, menjelang Perayaan Tahun Baru Cina seperti saat ini, pohon jeruk Imlek, atau sering disebut jeruk kip , ini laris manis. Sebetulnya, jenis jeruknya, sih, biasa saja. Rasanya pun asam. Tak heran, pada hari-hari biasa, orang malah sering memakainya untuk membuat minuman atau penambah rasa pada masakan soto.

Warna buah jeruk kip kuning keemasan, bentuknya sebesar bola pingpong. Tinggi pohon bisa mencapai 3 meter dengan daun rimbun kecil-kecil. “Kami mengimpor pohonnya langsung dari Cina. Soalnya, kalau ditanam di Indonesia, buahnya tidak bisa sekuning yang impor. Mungkin karena perbedaan cuaca, ya,” papar Nuryadi yang juga mengoleksi jeruk kip lokal, yang buahnya didominasi warna hijau.

“Yang hijau ini pun tadinya impor, tapi warna buahnya tidak bisa kuning,” ujarnya. Meski begitu, Nuryadi menjelaskan, jeruk kip boleh dibilang tahan segala cuaca.

Cantik Dalam Pot Keramik
Teknik penanaman pohon jeruk Kip sama dengan kebanyakan buah lainnya. Yang harus diperhatikan adalah media tanam yang digunakan. Media tanam yang dipakai merupakan campuran dari tanah, sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2.

Setelah berusia sebulan, bisa diberikan pupuk NPK secara rutin sebulan sekali. Takarannya 10 - 20 gram per satu sendok makan, tergantung besar kecilnya pot. Ditambah dengan pupuk kandang tiga bulan sekali dengan dosis bebas.

Jeruk kip bisa ditanam di pot jenis apa saja, baik pot plastik, drum, maupun pot keramik. Namun, saat perayaan Imlek, kebanyakan orang memajang jeruk kip pada pot keramik, karena penampilannya jadi lebih indah. Apalagi jika buahnya banyak dan daunnya rimbun. Sungguh menarik mata.

Perbanyakan jeruk kip bisa dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya dengan cara cangkok atau dengan okulasi. Nuryadi sendiri menyarankan untuk memilih teknik okulasi supaya diperoleh hasil yang lebih bagus.

“Dicangkok juga bisa, tapi kurang bagus hasilnya. Cangkok, kan, hanya mengandalkan akar dari batang, sementara kalau okulasi, ada batang anak dan batang atas yang sudah biasa berbuah, sehingga hasilnya akan lebih kuat dan lebih cepat pertumbuhannya. Buahnya pun lebih banyak,” katanya.

Hasto Prianggoro

Views : 1459

blog comments powered by Disqus