Kamis, 19 Agustus 2010

Coccoloba Uvifera Si Anggur dari Tepian Laut (1)

Foto: Yustita Tristy Ayu

Fisiknya khas tanaman perdu, merimbun indah disertai tandan-tandan buah mungil berwarna ungu-kehitaman. Saat berbuah lebat, ia menjadi centerpoint yang menggugah perhatian. Tak main-main, sepokok anggur laut besar, bisa berharga ­jutaan ­rupiah!

Sempat naik daun di awal tahun 2000-an, namun tak begitu lama, ia pun tenggelam karena kurang bergairahnya pasar tanaman hias sejenis perdu yang satu ini. Kini, sentral tanaman hias di Ciapus, Taman Sari-Bogor memperkenalkannya kembali pada penikmat tanaman hias outdoor  nusantara.

Tak tanggung-tanggung, di awal perkenalannya tanaman ini sudah dibandrol harga yang lumayan tinggi, Rp 50 ribu untuk bibit tanaman setinggi 50 cm. Jika sudah rimbun dan berbuah di dalam pot plastik ukuran diameter 70 cm, sudah dibandrol harga Rp 350 ribu. Sedangkan yang berukuran lebih besar dan berbuah sangat lebat, ada yang dilepas ke penghobi tanaman hias dengan harga Rp 1,5 juta.

Foto: Yustita Tristy Ayu

Dari Tepi Laut

Sebagai tanaman lawas, anggur laut (coccoloba uvifera ) cukup dikenal luas masyarakat, meski tidak sepopuler saudaranya, anggur-angguran.

“Kalau masyarakat tradisional tahunya, anggur laut ini suka dimanfaatkan untuk membuat rujak tujuh bulanan,” demikian ungkap Febri , petani tanaman hias dari Ciapus Nursery, Bogor.

Sebenarnya, di jagad pertanaman, coccoloba uvifera  cukup dikenal sebagai tanaman perdu penghijau tepi laut dan banyak ditemui di daerah pesisir pantai terutama pantai Jawa.

Fisiknya di habitat alami bisa mencapai ketinggian hingga 4 meteran. Sekilas mirip ficus  dengan percabangannya yang simpodial. Namun anggur laut sendiri sebenarnya merupakan tanaman keluarga polygonaceae  yang lebih menyukai habitat tanah berpasir dan sedikit bergaram seperti pada pesisir pantai.

Uniknya, anggur laut masih dapat dibudidayakan dengan media tanam selain tanah dari habitatnya, “Sebetulnya bisa ditanam di mana saja. Boleh media tanam sekam bakar ataupun tanah, karena dia termasuk tanaman yang gampang tumbuh,” ungkapnya.

Foto: Yustita Tristy Ayu

Bukan Panas Penuh

Meski dikatakan sebagai tanaman yang fleksibel tumbuh di kondisi berat sekalipun, bukan berarti memperlakukan Si Anggur bisa serampangan. Tetap, ia memerlukan trik khusus dalam perawatan.

Sebagai tanaman tropis, anggur laut memang menyukai terik matahari. Namun untuk menjaga penampilan tetap prima, anggur laut sebaiknya diletakkan outdoor  dengan intensitas cahaya sesuai kebutuhan manipulasi pohon.

Pengaturan intensitas cahaya ini bisa diatur untuk menghasilkan bentuk dan paduan tertentu. Misal, untuk menghasilkan daun yang prima, letakkan tanaman di bawah terik matahari yang agak kuat. Dan, jangan terlalu minim, karena buah tidak akan muncul. Sedangkan bila pohon telah berbuah, letakkan tanaman di bawah terik dengan intensitas cahaya sekitar 60 hingga 70 persen agar buah lebih awet. Dengan demikian penampilan pohon bisa berdaun lebat, hijau, berbuah banyak, serta dapat dinikmati dalam waktu relatif panjang.

Nah, sedangkan untuk perawatan reguler, cukup berikan NPK untuk merangsang bunga dan buah tipe slow release  untuk jangka waktu 5 hingga 6 bulan sekali.

Sisanya, lakukan penyiraman secukupnya karena tanaman anggur laut tidak menyukai tanah yang terlalu lembap. Bila di musim penghujan, masih menurut Febri, anggur laut cukup disiram kurang lebih seminggu sekali.

Laili Damayanti/ bersambung

Dilihat : 1104 orang
  • Rating :
  • 0/5 (0 votes)
blog comments powered by Disqus