Membership
Lupa password?
Taman

Cantiknya “Hutan” di Halaman Belakang
Jumat, 15 April 2011
Taman 1

Meski terletak di belakang rumah, taman tetap mempunyai daya tarik yang setara dengan taman di depan rumah (Foto: Ahmad Fadilah)

Halaman di belakang rumah tak ­selamanya ­selalu menjadi dapur atau gudang. ­Sebuah taman yang cantik pun bisa diciptakan di area satu ini.

Taman tak selalu harus diletakkan di depan rumah. Di halaman belakang rumah pun tetap bisa mencuri perhatian, kok. Contohnya taman milik pasangan David Gouw dan Juliani di Sutera Olivia, Alam Sutera, Serpong, ini. Taman berukuran sekitar 100 m2 ini menonjolkan suasana hutan, lengkap beserta sungai, air terjun dan batu-batu kali berukuran besar. Menurut Ir. Sucandra HW , arsitek landscape dari En-Gedi Gardening & Landscaping yang menggarap taman ini, Sang Pemilik memang memintanya membuat sebuah taman bernuansa hutan. “Jadi, seolah-olah ketika berada di teman ini kita ada di tengah hutan,” katanya.

Memadukan Tanaman

Langkah pertama adalah pemilihan tanaman. Jenis tanaman dan pohonnya harus disesuaikan dengan konsep dan lahannya. Kadangkala, dibutuhkan satu pohon besar sebagai elemen utama taman.

Kali ini, Andrew, panggilan akrab Sucandra, memilih sebuah pohon kamboja besar. “Bentuk dan besar pohon kamboja ini, termasuk rantingnya, sangat memengaruhi penampilan taman secara keseluruhan. Kamboja ini juga memiliki tiga warna bunga hasil stek. Jadi, ketika berbunga, tampilan dan keharuman bunganya sangat mendukung keindahan taman,” katanya.

Berikutnya adalah pemilihan ‘warna’ taman. Menurut Andrew, harus ada point of interest tertentu yang ditonjolkan. Misalnya, jalan menuju ke gazebo di tengah kolam diperkuat dengan jalan setapak yang terbuat dari paras kebumen. “Diatur sedemikian rupa secara handmade , seperti menyusun mozaik, sehingga ukuran atau motifnya sesuai. Ini kemudian dikombinasikan dengan rumput di sela-sela jalan setapak tadi,” katanya. Pot atau bangku taman juga mendukung konsep taman karena nyambung, sehingga akan mempercantik taman.

Taman 2

Gazebo dengan jalan setapak menjadi point of interest (Foto: Ahmad Fadilah)

Natural Landscape

Elemen lain yang digunakan Andrew antara lain medium tree dan small tree , untuk mengisi titik kosong yang bisa mengganggu view secara keseluruhan. Sebuah pohon besar juga ditanam menjuntai ke atas hingga ke lantai dua. “Ini permintaan klien supaya kamar di atas tidak panas terkena sinar matahari. Kesannya memang jadi penuh. Sebetulnya, pohon palem yang ada juga bisa menjadi peneduh, tapi klien maunya pohon yang langsung tinggi (instant garden ).”

Elemen lain yang juga ditonjolkan, misalnya pemilihan pakis gunung (pakis monyet) pada air terjun. Taman dibuat seolah-olah pemilik atau orang yang berada di sana berada di sebuah hutan dengan sungai dan air terjunnya. Sedemikian rupa, sehingga gazebo di tengah-tengah kolam seperti berada di antara sungai. Jembatan kayu menuju ke gazebo pun dibuat seolah-olah menggantung. “Gazebo beli sudah jadi, baik ukuran dan bentuknya. Desainnya sudah jadi, cuma ditambah sandaran duduk atas permintaan klien. Sayangnya, gazebo- nya terlalu tinggi dari permukaan kolam, sehingga leveling lantainya jadi terlalu tinggi,” jelas Andrew.

Untuk mendukung konsep, Andrew memang banyak menggunakan natural landscape elements , seperti batu sungai dan kerikil sungai agar tercipta kesan natural landscape yang lebih kuat. Andrew juga menempatkan posisi filter biologis kolam di pojok, sehingga tidak terlihat dari ruang makan atau ruang keluarga. Sementara di depannya dipasang batu paras kebumen.

Feeling Tepat

Pengerjaan semua bagian taman ini mempunyai faktor kesulitan sendiri-sendiri. Misalnya, pemasangan batu kali untuk membuat air terjun. “Kita harus punya feeling yang tepat. Misalnya untuk space segini, perlu tanaman ukuran berapa, terus batu-batuannya yang seberapa besar. Tidak bisa yang terlalu besar, karena bisa membuat taman ‘ambles ’, kesannya jadi mengecil. Begitu juga pemasangannya,” kata Andrew.

Untuk menjaga keindahan taman, dilakukan perawatan rutin seminggu sekali. “Daun-daun kering dipotong, rumput liar dicongkel, termasuk mendangir tanahnya. Kadangkala kolam juga harus dibersihkan. Memang butuh ketelitian, kok. Prinsipnya, ada harga yang harus dibayar untuk memperoleh sesuatu yang indah,” kata Andrew..

Hasto Prianggoro

Foto-foto: Ahmad Fadilah, Lokasi: Kediaman David Gouw-Juliana, Sutera Olivia, Alam Sutera, Serpong, Desain: Ir. Sucandra HW, En-Gedi Gardening & Landscapin, www.bestlandscaping-and-gardening.com, Jl. Janur IV Blok E 32, Villa Kelapa Dua, Jakarta 11550 ( 021-530 1919) Email: a.sucandra@gmail.com


blog comments powered by Disqus