Membership
Lupa password?
Taman

Bromelia, Menawan di Sudut Taman
Sabtu, 25 April 2009
BROMELIA

Foto : Dok. Nova

Meski tren tanaman datang silih berganti, pesona Bromelia atau Bromeliad (Bromeliaceae) tak pernah padam. Bahkan, hingga detik ini pun tanaman berbunga cantik ini tetap digemari dan dicari pecinta tanaman. Keindahan tanaman Bromelia terletak pada warna daunnya yang sangat variatif. Bahkan, dapat bertahan tidak layu hingga sebulan lamanya, sebelum tunas yang baru tumbuh.

Menurut Ade Indra Nova dari Harry's Bromeliad Nursery, Bromelia masih satu keluarga dengan tanaman nenas. Sehingga, tak mengherankan jika fisik tanaman ini sekilas memang amat mirip dengan nenas. Harga yang ditawarkan untuk Bromelia di beberapa nursery pun sangat bervariasi, mulai dari Rp 15 ribu hingga jutaan rupiah.

Jenis Bromelia yang ada, papar Ade, begitu banyak. Pada tahun 1994 saja ada sekitar tiga ribuan jenis Bromelia di seluruh dunia. Dengan adanya proses kawin silang atau hasil hibrida, jenis Bromelia semakin bertambah banyak saja.

Pada beberapa acara eksebisi tanaman hias, banyak pecinta tanaman lebih memilih Bromelia jenis B. vriescea, yang secara fisik tampak seperti pedang atau pisang-pisangan, untuk menghias sudut-sudut rumah atau pekarangan. "Banyak orang memang menyamakan Bromelia dengan tanaman pisang-pisangan (Heliconia), padahal karakter keduanya berbeda."

Namun, bagi yang ingin menghias taman asrinya (landscape) menjadi lebih indah dipandang, lanjut Ade, banyak orang lebih memilih jenis B. neuroligia, yang memang sangat cocok ditanam secara berkoloni atau berkelompok di sudut taman. Apalagi, dengan warna daun yang sangat variatif, antara hijau dan cokelat.

GUNAKAN PASIR
Di bagian ketiak daun Bromelia biasanya terdapat air. "Jika bagian bawah media tanamnya kering, Bromelia tak akan kekurangan air karena daunnya akan kusut sendiri lalau airnya turun menyirami "tubuhnya" hingga menembus ke media tanam." Jadi, imbuh Ade, di musim penghujan Bromelia tak perlu disiram. Di musim panas Bromelia cukup disiram 3 kali dalam seminggu.

Merawat Bromelia tergolong sangat mudah. Media tanam yang digunakan bisa apa saja, seperti sabut kelapa atau cacahan pakis. Ade mencontohkan, ada jenis Bromelia yang tumbuh bagus di media pakis. Bahkan, pertumbuhanya lebih baik dibanding jika ditanam langsung di tanah. Sebab, unsur pakis mampu mengikat air dalam jumlah yang diperlukan dan dalam waktu lama.

Kendati demikian, sebaiknya Bromelia memang tidak ditanam langung di tanah, karena tanaman ini aslinya merupakan tanaman epifit yang biasa hidup menumpang di batang-batang pohon di dalam hutan.

Namun, jika tetap ingin mencoba menanamnya di taman atau untuk keperluan lansekap, media tanamnya sebaiknya jangan 100 persen tanah. Sekalian diganti pasir juga lebih oke. "Jika ditanam di tanah, akarnya akan rentan diganggu jamur nemotoda, dan gampang membusuk."

Perlu diingat juga, untuk keperluan lansekap, unsur peletakkan Bromelia harus diperhatikan, dan jangan ditanam sembarangan. "Penempatannya harus tepat dan pas. Bagus dan tidaknya warna Bromelia, sangat tergantung sinar matahari. Jika kekurangan cahaya, warna Bromelia enggak akan bagus. Tapi, jika terkena cahaya berlebihan, daunnya akan gosong."

LAKUKAN ADAPTASI
Agar Bromelia tumbuh subur dan tetap memiliki warna daun memikat, sebaiknya gunakan pupuk slow release setiap 6 bulan sekali. Ade menyarankan, jangan terlalu sering memupuknya sebab akan berefek tidak baik buat tanaman.

Satu hal yang perlu diwaspadai jua adalah adalah gangguan hama, terutama belalang pemakan daun. "Semprotkan saja pembasmi hama di malam hari, karena belalang biasanya muncul di malam hari," kata Ade yang memiliki 70 jenis Bromelia di nursery-nya.

Jika ingin memperbanyak, dapat dilakukan melalui anakan. Setelah tumbuh bunga yang biasanya berwarna ungu, anakan akan tumbuh kemudian. Ketika anakan tumbuh, saran Ade, sebaiknya langsung dipindahkan ke tempat lain. Setelah itu, induknya akan mati. Ade juga menyarankan, ketika akan menanam Bromelia, gunakan shading atau paranet di atas tanaman.

Akan tetapi, ada baiknya setelah anakan dipindah tempat dilakukan adaptasi atau pembiasaan pada Bromelia baru. "Ini saya lakukan untuk semua jenis Bromelia. Misalnya, bulan pertama diletakkan di bawah panas matahari selama 6 jam. Lalu, ditambah jadi 12 jam. Tujuannya, agar tanaman jadi terbiasa berada di tempat panas, dan tahan terhadap cahaya terik matahari," jelas Ade.

FAKTA SEPUTAR BROMELIA
1. Bromelia berasal dari daratan Amerika Latin. Orang Amerika Latin mengenal Bromelia sebagai tanaman berkhasiat, yakni sebagai obat cacing.
2. Nama Bromelia diambil dari nama seorang ahli botani asal Swedia, Olof Ole Bromell.
3. Tanaman yang masih satu keluarga dengan nenas ini kaya akan kalsium dan vitamin C. Daun Bromelia pun bisa dipakai untuk membuat daging lebih empuk.
4. Jika media tanamnya kurang bagus, keasaman atau warna media tanam akan berubah. Media tanam yang baru, warnanya akan lebih merah, sedangkan media yang sudah lama atau jelek, akan berwarna cokelat. Sebaiknya, ganti media tanam jika sudah berwarna cokelat.

NOVERITA K. WALDAN
Koleksi: Harry's Bromeliad, Jl. Gn. Balong I, Lebak Bulus III, Jakarta (021-7500875).
Foto-foto: Daniel Supriyono/ NOVA


blog comments powered by Disqus