Membership
Lupa password?
Taman

5 Keuntungan Memilih Irigasi Taman
Rabu, 13 Juni 2012
taman irigasi

dok decorations

Sprinkler atau penyemprot air otomatis memang dapat membuat tumbuhan terlihat lebih hijau dan sehat secara lebih mudah. Kendati mereka memberikan kemudahan  dalam perawatan taman, sisi lain sprinkler membuang banyak air.

Seperti saat sprinkler menyemprotkan air ke udara di daerah tropis, banyak air yang menguap di udara saat sebelum mencapai target. Ini akan membuat pemborosan air dan tagihan air membengkak.

Sebenarnya, masih ada sistem irigasi drip atau sistem irigasi tetes, dimana menurut Marc Dickinson, ahli lansekap dari Amerika, Sistim Drip ini memungkinkan kontrol penuh pada pengeluaran air.

Pasif Namun Efektif

Sistem irigasi drip lebih efisien dan efektif dengan metode menetes lambat dari atas ke bawah.

Tabungan Meningkat

Di saat menggunakan lebih sedikit air, keuntungan lain yang diperoleh oleh pemilik rumah adalah meningkatnya kemampuan menyisihkan uang. Saat menggunakan Sistem Drip, lebih leluasa mengatur pengeluaran air tergantung vegetasi dan wilayah. 

Selain itu di saat pengeluaran air berkurang, tidak berarti produktivitas ikut kurang.

Tujuan Akurat

Sistem Drip memungkinkan air mengalir lambat dengan perlahan dan air langsung menembus tanah. Lembutnya aliran air, tidak menyebabkan erosi tanah maupun menimbulkan risiko air menguap. Saat diadakan penambahan pupuk, otomatis akan jauh lebih akurat mencapai ujung akar tanpa mengilangkan nutrisi penting dari pupuk.

Tak Ada Limbah

Sprinkler cenderung membasahi apapun yang terjangkau, seperti jalan masuk garasi, sisi rumah (yang dapat memicu lumut), dan pagar, perlahan dapat menyebabkan kerusakan. Dengan irigasi sistem tetes yang lebih akurat, Anda tak perlu mengkhawatirkan area-area ini lagi.

Total Control

Penyemprot air sprinkler cenderung mengairi secara berlebihan. Beberapa dapat menyebabkan kebusukan tanaman, memicu jamur, maupun memicu gulma. Dengan sistem irigasi drip, air cukup mengairi tanpa membanjiri karena bergerak lambat. Sehingga dapat meminimalisir efek samping menggunakan pengairan otomatis.

APAKAH SISTIM IRIGASI DRIP ?

Sistem irigasi drip sangat mudah dan dapat disesuaikan dengan kondisi halaman. Yang paing populer adalah Sistem Drip di atas tanah. Metode yang memanfaatkan pipa yang menggantung di atas tanaman lalu meneteskan air dari emiter ke dalam tanah. Dengan demikian lebih mudah mengaplikasikan, menutup kekurangan dan lebih indah dipandang. Untuk mencegah tersandung, saluran sering disembunyikan dengan lapisan tipis mulsa.

Jika ingin mengaplikasikan teknik ini di bawah tanah, caranya, kubur pipa dan emiter di dalam tanah. Saluran dapat langsung menembus struktur akar. Ini lebih efisien dan tidak melintang di jalan. Sayangnya, masih belum ditemukan cara mencegah gangguan dari cacing tanah.

Untuk memulai aplikasi sistem irigasi drip sebaiknya dengan menyewa tenaga arsitek lansekap profesional.  Selain itu, persiapkan anggaran untuk membeli beberapa bahan seperti katup, filter, tabung, regulator tekanan, emiter, pipa dan sebagainya.

Sedangkan untuk pemeliharaan, sistem irigasi tetes hanya memerlukan pemeliharaan sesekali. Kendati demikian, sumbatan masih berpeluang terjadi. Meminimalisirnya, Anda perlu memeriksa emiter dan sistem pipa sesekali. Atau Anda bisa menggelontorkan air  untuk membuatnya lebih lancar.

Laili

Views : 2163

blog comments powered by Disqus