Membership
Lupa password?
Taman

1001 Manfaat Bambu (1)
Senin, 28 Juni 2010
Bambu 1

Foto: Ahmad Fadilah

Bambu mulai menancapkan diri sebagai tren tanaman hias. Dari sekian banyak jenisnya, Anda perlu tahu mana yang paling sesuai dengan desain taman juga kebutuhan.

Bambu, sekilas terlihat sangat kaku dan tidak memiliki nilai artistik seperti tanaman hias lainnya. Daunnya kecil memanjang, batangnya besar dan tinggi, tumbuhnya merumpun, dan akan sulit apabila ditanam pada pekarangan kecil.

Namun, jika Anda tertarik dengan bambu sebagai “penghias“ pekarangan, sama sekali tak ada salahnya.

Perhatikan Luas Lahan

Dari 1000 lebih spesies tanaman bambu di dunia dan ada 65 spesies terdapat di Indonesia, yang justru harus diperhatikan adalah luas lahan. Apabila luas kurang dari 10 m2, pilih jenis bambu yang berbatang kecil dan tidak terlalu tinggi, daunnya pun tidak terlalu besar dan panjang, misalnya jenis bambu gendang dan bambu siam.

Di atas luasan tadi, dapat dipilih jenis bambu Jepang dan bambu kuning yang tingginya mencapai 5 meter lebih. Batangnya yang besar dan kokoh, daunnya cukup lebat, karakternya kuat, dapat dijadikan sebagai pagar pembatas maupun sebagai buffer bagi rumah.

Karakter ini menyebabkan bambu sangat klop untuk rumah berpekarangan luas untuk dijadikan buffer yang tegas dengan tinggi yang cukup sehingga dua lantai rumah dapat tertutup dengan baik.

Garasi

Foto: Daniel Supriyono

Pagar Sekaligus Center Point

Keunikan bambu bisa dilihat dari bambu kuning dan bambu siam dari Thailand yang memiliki daun halus dan tajuknya padat. Dia bisa dibentuk hingga menyerupai kerucut ataupun payung. Apalagi kalau tajuknya merimbun, Anda lebih bebas membentuknya.

Apabila dibedakan berdasarkan daun dan ruas batang yang menarik, alternatifnya adalah bambu gendang (Bambusa ventricosa ), bambu jepang (Arandinaria japonica ), bambu jepang variegata (Sasa fortune ), bambu kuning (Phyllostachys sulphurea ), bambu siam (Thyrsostachys siamensis ), dan bambu pagar (Bambusa glaucescens ). Umumnya bambu-bambu ini berasal dari Jepang, China dan Thailand.

Bambu yang dipilih Adriana Tulaar adalah bambu Jepang dengan tinggi sekitar 2-2,5 m dan ditanam berdampingan dengan pagar batang bambu sehingga menutup tampak depan halaman secara rapat.

“Tidak ada kesulitan dalam perawatan, hanya banyak sampah daun keringnya, ” menurut pemilik rumah di kawasan Cimanggis ini.

Selain pagar, bambu sudah naik kelas menjadi center point, layaknya tanaman hias lainnya. Seperti bambu pada pekarangan depan rumah Virlyta dan Eky di Jatiwarna Bekasi. Bambu kuning dengan batang besar berwarna kuning diletakkan di sudut pagar dan meski tak ditanam berbaris melainkan hanya pada sudut tertentu, tetap terlihat menonjol.

“Pada masa awal ditanam memang sangat memerlukan penyiraman yang sangat banyak, 2-3 kali sehari bambu disiram,” ujar Viryta. Landscaper ini lalu menjelaskan, ia memilih lokasi yang terkena cahaya matahari penuh, sehingga warna batang yang kuning dan daunnya hijau sempurna, daunnya pun tumbuh dengan rimbun.” Dengan hasil yang memuaskan ini, bambu memang layak menjadi center point .

Lucy Maulana, landscaper, 0852 1693 1764

Lokasi: kediaman Adriana Tulaar (Cimanggis), Virlyta (Bekasi) & rumah contoh kebayoran garden (021-745 4545 & 021-745 5555)

Foto: adrianus adrianto

Views : 8206

blog comments powered by Disqus