Membership
Lupa password?
Interior

Rumah Split Level Maksimalkan Lahan di Sudut
Selasa, 11 Oktober 2011
Griya 1

Foto: A Putranto

Trik arsitek memanfaatkan lokasi lahan, menjadi nilai plus pada hunian gaya industrial yang futuristik ini.

Seorang Jazz Pasay adalah pribadi yang menyenangkan dan mengetahui betul arti menikmati hidup. Jazz yang dikenal sebagai perancang kostum-kostum selebriti termasuk kostum para pemain Extravaganza (acara komedi yang sempat menjadi favorit di salah satu stasiun televisi nasional) juga dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif.

Alhasil, sebagai pekerja seni, ia mencoba menciptakan rumah tinggalnya sebagai tempat yang nyaman dan hangat. Sekaligus memberinya ruang untuk selalu mampu meningkatkan cita rasa seni dan eksplorasi. Kebutuhannya tersebut dilihat sebagai peluang dan tantangan oleh Rully H. Prasetyo untuk segera diwujudkan dalam bentuk bangunan yang mampu mengakomodasi selera dan aktivitas Jazz.

Kesenangannya kepada dunia seni tidak terbatas pada merancang busana, tetapi ia tuangkan pula ke dalam karya lukisan yang sarat makna. Jadilah aktivitas melukis bagian dari kegiatannya sehari-hari. Maka, salah satu kebutuhannya yang harus diwujudkan oleh Rully adalah dibuatkan ruang studio yang cukup lapang, banyak mendapatkan cahaya matahari, terbuka, dan aliran udara yang maksimal.

Begitu pula untuk ruang-ruang pribadi seperti kamar tidur. Harus memenuhi syarat yang sama tetapi “disentuh” ambience  yang sangat personal. Di samping itu, jaringan kerja yang luas dan teman-teman yang beragam, menuntutnya untuk siap melayani mereka ketika bertandang ke rumah. Dengan demikian, semua ruangan yang tersedia memungkinkan pengguna ruang untuk saling berinteraksi dengan intens, akrab dan santai.

Tantangan Split Level

Melihat beragamnya kebutuhan pemilik rumah, arsitek harus bertindak cerdik dan cermat dalam mengolah lahan seluas kurang lebih 250 m2 yang berdiri di tapak sudut. Kelebihan tapak atau lahan di sudut adalah mendapatkan lahan “bonus” serta memiliki dua sisi yang menguntungkan jika fasadanya dirancang dengan tepat.

Tahap pertama adalah memprogram ruang dengan sistem split level  atau lantai split , sebagai salah satu strategi desain untuk mendapatkan ruangan yang cukup banyak. Ukuran kavling rumah di sekitarnya yang cukup padat pun tidak bisa diabaikan dalam proses merancang bentuk bangunan. Kerumitan ini secara cerdik dipecahkan dengan wajar melalui cara membagi organisasi ruang secara vertikal. Awalnya dengan menaikkan level lantai sekitar 80 cm untuk lantai dasar, sehingga lantai bangunan lebih tinggi dari bahu jalan. Pagarnya dibuat tinggi, hampir 2 m untuk privasi penghuni.

Tahap berikutnya adalah mengatur ruang-ruang publik, semi publik, semi privat, dan privat agar tidak saling tumpuk dengan cara dipisahkan sekaligus dihubungkan secara baik. Beberapa ruangan duduk ada yang ditempatkan terbuka, ada yang tertutup. Namun semuanya memiliki akses yang mudah. Bahkan living room  menyatu dengan ruang makan dan pantry  menguatkan konsep open space .

Griya 2

Detail tangga menuju lantai atas (Foto: A Putranto)

4,5 Lantai

Pemisahan ruang-ruang menggunakan tangga sebagai media yang paling fungsional. Penyatuan ruang di dapat dari keseragaman finishing- nya, mulai dari ruang publik sampai ruang pribadi dengan menggunakan semen dry mixed yang ditutup oleh semen pengeras (hardener ) untuk lantai sehingga lebih kuat dan tahan lama. Dindingnya banyak ditutup oleh teknik kamprot (semen yang disemprot sehingga menghasilkan tekstur kasar).

Keunikan finishing  semen menghasilkan warna abu-abu yang mengeluarkan aura industrial. Bahan-bahan yang digunakan pun cenderung yang praktis dan tahan lama seperti baja, spandex, besi dan aluminium. Kusen-kusennya menggunakan kayu damar laut yang dicat hitam untuk menimbulkan kekontrasan dengan warna-warna lainnya.

Secara keseluruhan bangunan ini terasa sederhana, padahal ruang-ruang yang terjadi cukup kompleks. Oleh sebab itulah dari luar bangunan ini tampak terdiri dari dua lantai padahal total lantai split  adalah 4,5 lantai, termasuk penggunaan lantai studio paling atas. Setidaknya, arsitek berhasil menciptakan bangunan ini lebih dari yang diinginkan pemilik rumah.

Tips:
Apa yang harus dipahami sebelum Anda merancang rumah gaya industrial? Berikut tipsnya:
1 Rumah masa kini adalah rumah yang praktis dan tahan lama. Gunakan finishing yang unik dan netral, program ruang yang fleksibel dan material yang kuat.
2 Keunikan finishing semen menghasilkan warna abu-abu yang mengeluarkan aura industrial.
3 Padukan materi semen dengan bahan alami lainnya seperti batu, tanah liat dan kayu
4 Gunakan bahan baja, spandex, besi atau aluminium untuk memberikan tema industrial pada bangunan. Bahan-bahan ini cocok dipadukan dengan finishing semen

Naskah: Yuli Andyono, desainer interior & produk, Penulis buku jakarta furnishing guide (0818 894 849),  Foto : A.Putranto, Lokasi : Kediaman Jazz Pasay, Jakarta Selatan


blog comments powered by Disqus