Membership
Lupa password?
Interior

Meja Belajar Anak Pilih yang Minimalis & Praktis
Jumat, 30 Juli 2010
Meja Belajar 1

Sekilas terlihat seperti ambalan, tapi ini adalah meja belajar plus meja rias. Praktis kan? (Foto:Adrianus & Eng Naftali)

Tanpa terkecuali, untuk hunian lahan terbatas dengan ruang tidur tak begitu luas pun bisa saja memiliki meja belajar yang mumpuni.

Meja belajar berbentuk konvensional yang monoton bisa dibilang sudah tidak menarik lagi. Warna dan bentuknya yang old school  plus kaku seringnya membuat semangat anak untuk belajar menjadi berkurang. Apalagi jika berbicara mengenai ukurannya yang kadang tak cocok dengan luas ruang yang tersedia.

Jangan putus asa apalagi nyerah pada kesediaan pasar, lebih baik Anda berpikir praktis. Terlebih bagi keluarga yang menempati hunian terbatas dengan kamar tidur (yang biasanya berfungsi sebagai tempat belajar) yang tak seberapa luas. Anda bisa mendesain secara khusus sekaligus memberikan sentuhan pribadi sesuai dengan konsep atau tema pada kamar tersebut.

Rak Buku dan Peralatan Sekolah

Anak usia sekolah pasti memerlukan tempat untuk belajar atau menyimpan buku-buku pelajaran sekolahnya. Karena itu diperlukan tempat khusus menyimpan semua peralatan baik buku ataupun alat tulis agar tidak berantakan. Selain menyimpan semua peralatan sekolah, diperlukan juga tempat untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

Jadi, rak buku dan peralatan sekolah harus menjadi prioritas ketika mendesain meja belajar Sang Buah Hati, ya!

Kamar Tidur Multifungsi

Tempat terbaik untuk meyediakan meja belajar bagi anak adalah kamar tidurnya. Memang tak ada salahnya jika Anda memilih untuk meletakkan meja belajar di dekat ruang kerja atau ruangan yang membuat aktivitas anak mudah diawasi. Yang harus dipahami adalah, anak akan lebih nyaman belajar dikamarnya sendiri. Meski masih belia, anak juga membutuhkan tempat yang agak private  untuk mengerjakan pekerjaan sekolah agar tidak terganggu oleh kegiatan lainnya di dalam rumah dan mudah menyesuaikan dengan zona nyamannya di kamar tidurnya

Meja Belajar 2

Foto: Adrianus Adrianto

Desain Kompak

Meja belajar bisa dibuat kompak. Maksudnya dibuat lebih ringkas pada tempat yang terbatas namun tanpa mengurangi kebutuhan akan meja untuk menulis dan rak-rak untuk menyimpan buku.

Dengan desain yang kompak, meja belajar jadi bisa terlihat "menyenangkan" dan dinamis. Atau, dengan kata lain tidak monoton sehingga bisa membuat anak menjadi malas untuk belajar. Caranya adalah dengan membuat meja belajar secara builtin,  nilai plus lainnya adalah ruang pun tak habis termakan.

Bisa ditempelkan langsung pada dinding layaknya ambalan, pun jika membutuhkan rak bisa, dibuat sesuai dengan ukuran meja belajar. Irit ruang, kan?

Desain dan warna tentunya bisa mempengaruhi agar anak bisa betah berlama-lama di meja belajar. Apakah bisa sambil membaca buku pelajaran atau mengerjakan pekerjaan rumah. Warna yang sedang populer saat ini adalah kuning lembut yang ceria atau sesederhana warna krem gading.

Anda bisa memadukannya dengan tirai hijau, border jingga atau seprai dengan motif yang disukai anak. Warna biru langit atau warna cokelat juga bisa dipadankan dengan warna dinding yang kuning sehingga makin menonjol.

Warna apapun tak masalah, yang penting serasi dan cerah namun tak terlalu "kuat". Ingat seiring pertambahan usianya, anak-anak biasanya mudah bosan dengan warna mencolok. Atau, Anda tak usah segan mengajak Sang Buah Hati untuk memilih warna dinding yang disukai.

Setelahnya Anda tinggal menyelaraskan dengan desain meja belajar yang dibuat. Dengan mendesain sendiri, Anda bisa menentukan kebutuhan anak. Apakah yang dibuat hanya meja atau memperbanyak rak? Perlukah meja khusus perangkat komputer? Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan biaya yang dimiliki. Mudah, kan?

Beda Usia, Beda Desain

Bicara soal usia, untuk anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar kebutuhan akan meja belajar masih bersifat standar. Maksudnya, kebutuhannya masih masalah tempat untuk mengerjakan pekerjaan rumah dan rak untuk menaruh buku-buku sekolah. Lagi-lagi, yang patut dicermati adalah warna karena anak sekolah dasar masih tergolong anak-anak yang menyukai warna-warna cerah.

lain halnya jika anak sudah menginjak remaja, akan remaja cendeerung suka menyimpan foto-foto atau gambar-gambar, sehingga dibutuhkan space/ruang tambahan pada meja belajar untuk bisa menyimpan pernak-pernik tersebut.

Dari segi warna juga sudah berubah, cenderung tidak menyukai yang terlalu colour full, tetapi tetap memadukan salah satu warna favorit pada elemen desainnya. Contohnya memadukan warna-warna natural dari kayu dengan warna hijau, biru atau pink. Intinya, mereka cenderung memberikan sedikit sentuhan warna "identitas" pada areanya.

Lokasi: Casa Jardin The Garden Residence, Jl Raya Daan Mogot KM 11, Jakarta Barat, www.casajardin-residence.com , 021-54372225, Foto: Adrianus Adrianto & Eng Naftali


blog comments powered by Disqus